{"id":35019,"date":"2022-01-31T19:39:34","date_gmt":"2022-01-31T12:39:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=35019"},"modified":"2022-01-31T19:39:34","modified_gmt":"2022-01-31T12:39:34","slug":"lewati-batas-negara-19-nelayan-aceh-timur-ditangkap-di-laut-thailand","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/01\/31\/lewati-batas-negara-19-nelayan-aceh-timur-ditangkap-di-laut-thailand\/","title":{"rendered":"Lewati Batas Negara, 19 Nelayan Aceh Timur Ditangkap di Laut Thailand"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH <\/b>&#8212; Sebanyak 19 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand di perairan kawasan negara tersebut, karena telah melewati batas negara.<\/p>\n<p>Ke-19 nelayan Aceh Timur yang ditangkap Angkatan Laut Thailand tersebut berada dalam 2 kapal penangkap ikan Indonesia masing-masing KM Sinar Makmur 05 bersama 14 ABK dan KM Bahagia 05 bersama 5 ABK.<\/p>\n<p>Lokasi penangkapan berada sebelah barat Phuket sekitar 38.5 NM dari pantai. Sedangkan dakwaan kepada 19 nelayan Aceh Timur itu yakno telah melanggar UU Keimigrasian dan UU Perikanan.<\/p>\n<p>Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman atau akrab disapa Haji Uma awalnya mendapatkan kabar dari masyarakat bahwa nelayan Aceh Timur menghilang di laut dan dikabarkan ditangkap di laut Thailand.<\/p>\n<p>Haji Uma lalu mencoba mencari tahu terkait Informasi dan laporan dari masyarakat tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Pada tanggal 30 Januari 2022 baru saya mendapatkan laporan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) secara rinci akan penangkapan tersebut melalui Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Judha Nugraha,&#8221; kata Haji Uma, Senin (31\/1).<\/p>\n<p>Menurutnya, seluruh nelayan yang ditangkap itu dalam keadaan sehat dan baik. Mereka ditahan di penjara Phuket.<\/p>\n<p>2 nelayan yang masih di bawah umur (16 dan 17 tahun) ditempatkan di rumah penitipan anak di Phuket.<\/p>\n<p>Namun, lanjut Haji Uma, terkait dengan nelayan di bawah umur menurut laporan toke boat ada 4 orang, yaitu Akhi Maulana (17 tahun) Mujiburrahman (16 tahun) Muhammad Nazar (14 tahun) dan seorang lagi belum diketahui namanya berusia (17 tahun).<\/p>\n<p>&#8220;Adapun dengan selisih umur 2 orang lagi besok kita akan konfirmasi kembali ke Kemenlu,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Sementara upaya pendampingan, kata Haji Uma, KRI Songkhla saat ini sedang mengupayakan akses kekonsuleran dan akan melakukan pendampingan hukum.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai catatan. Selama 2021, terjadi 4 kasus penangkapan kapal ikan Indonesia dengan total 43 ABK dengan tuduhan pencurian ikan di wilayah KRI Songkhla. 36 diantaranya telah berhasil dipulangkan,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Dalam hal itu Haji Uma kembali mengingatkan kepada seluruh nelayan Aceh agar lebih mengutamakan keselamatan dengan menghargai tapal batas Negara Orang.<\/p>\n<p>&#8220;Bila sudah begini kejadiannya siapa yang susah, semua kita ikut susah dan resah termasuk keluarganya,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Haji Uma berharap bahwa dengan kejadian ini seyogianya harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal baru dua hari yang lalu dipulangkan 28 nelayan Aceh Timur sesudah menjalani hukuman di Thailand, hampir setahun dan dibebaskan atas pengampunan dari Raja Thailand,&#8221; pungkas Haji Uma. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35019?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Sebanyak 19 nelayan asal Kabupaten Aceh Timur ditangkap otoritas Thailand di perairan kawasan negara tersebut, karena telah melewati batas negara. Ke-19 nelayan Aceh Timur yang ditangkap Angkatan Laut Thailand tersebut berada dalam 2 kapal penangkap ikan Indonesia masing-masing KM Sinar Makmur 05 bersama 14 ABK dan KM Bahagia 05 bersama 5 ABK. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35020,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35019","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/01\/IMG-20220131-WA0071.jpg?fit=1034%2C731&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35019","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=35019"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35019\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/35020"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=35019"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=35019"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=35019"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}