{"id":35321,"date":"2022-02-08T09:30:00","date_gmt":"2022-02-08T02:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=35321"},"modified":"2022-02-08T09:30:00","modified_gmt":"2022-02-08T02:30:00","slug":"laporkan-kendala-kek-arun-pt-pema-minta-dukungan-wali-nanggroe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/02\/08\/laporkan-kendala-kek-arun-pt-pema-minta-dukungan-wali-nanggroe\/","title":{"rendered":"Laporkan Kendala KEK Arun, PT PEMA Minta Dukungan Wali Nanggroe"},"content":{"rendered":"<p><b>ACEH BESAR<\/b> \u2013 Jajaran PT Pembangunan Aceh (PEMA) melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar, untuk menyampaikan laporan program yang telah dikerjakan, dan meminta masukan serta dukungan untuk kegiatan PT PEMA ke depan.<\/p>\n<p>Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe M Nasir Syamaun menjelaskan, pada pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe itu, Direktur Utama PT PEMA Zubir Sahim datang ditemani Direktur Utama dan jajaran dua anak perusahaan PT PEMA, yaitu PT PEMA Global Energi dan PT. Patriot Nusantara Aceh yang menjadi pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.<\/p>\n<p>\u201cPada intinya, seluruh program yang telah dan akan kita laksanakan bertujuan untuk kedaulatan, kemandirian Aceh dalam bidang energi serta bidang pangan. Itu fokus kita,\u201d kata Zubir Sahim, Senin (7\/2).<\/p>\n<p>Selain menyampaikan laporan dan meminta masukan, pihaknya juga memberikan beberapa usulan.<\/p>\n<p>\u201cWali Nanggroe sangat menerima seluruh usulan dari kami, sehingga ini menjadi patron bagi kami,\u201d kata Zubir.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya pertemuan dengan Wali Nanggroe hari ini, kewenangan yang selama ini sulit kita tembus, insya Allah kewenangan itu akan diberikan pemerintah pusat kepada kita,\u201d tambah Zubir.<\/p>\n<p>Ditanya soal kendala yang dihadapi PT PEMA sejauh ini, Zubir menjelaskan, terutama terkait aset yang saat ini belum terselesaikan. Misalnya aset pemerintah pusat yang ada di KEK Lhokseumawe, yang berada di bawah Kementerian Keuangan, hendaknya dapat diberikan kepada Badan Usaha Pengelola KEK, yaitu PT Patriot Nusantara Aceh, melalui PT. PEMA.<\/p>\n<p>\u201cKarena kita telah memperoleh bahan baku seperti gas, kondensat, sulfur, ini akan menjadi downstream industri untuk industri Petro Kimia di kawasan ini. Ini sangat tepat, kerena dipersiapkan untuk pengembangan dari industri Petro Kimia. Kita mengupayakan agar tidak lagi mengirim bahan baku lebih banyak keluar,\u201d jelas Zubir.<\/p>\n<p>Menanggapi pertemuan dengan PT PEMA, Wali Nanggroe mengatakan, ia telah memberikan masukan, nasihat agar ekonomi Aceh dapat dijalankan dengan cara benar. \u201cAceh memiliki potensi yang luar biasa,\u201d kata Wali Nanggroe.<\/p>\n<p>Kewenangan yang diberikan kepada PT PEMA, tambah Wali Nanggroe, juga sangat besar. Wali mengingatkan agar kewenangan itu dapat dipergunakan dengan baik, sesuai aturan yang ada.<\/p>\n<p>Wali Nanggroe juga meminta kepada PT PEMA untuk secara rutin melaporkan perkembangan dalam pelaksanaan kewenangan yang telah diberikan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cApa yang menjadi halangan dan tantangan, kita carikan solusinya,\u201d pungkas Wali. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35321?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR \u2013 Jajaran PT Pembangunan Aceh (PEMA) melakukan pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar, untuk menyampaikan laporan program yang telah dikerjakan, dan meminta masukan serta dukungan untuk kegiatan PT PEMA ke depan. Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe M Nasir Syamaun menjelaskan, pada pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35322,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-35321","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/02\/IMG-20220208-WA0032.jpg?fit=679%2C452&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35321","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=35321"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35321\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/35322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=35321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=35321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=35321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}