{"id":35900,"date":"2022-02-24T08:20:21","date_gmt":"2022-02-24T01:20:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=35900"},"modified":"2022-02-24T08:20:21","modified_gmt":"2022-02-24T01:20:21","slug":"menag-yaqut-bandingkan-suara-azan-masjid-dengan-anjing-menggonggong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/02\/24\/menag-yaqut-bandingkan-suara-azan-masjid-dengan-anjing-menggonggong\/","title":{"rendered":"Menag Yaqut Bandingkan Suara Azan Masjid dengan Anjing Menggonggong"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas baru-baru ini telah menerbitkan Surat Edaran yang mengatur tentang penggunaan pengeras suara (azan) masjid dan musala. Meskipun menuai banyak pro dan kontra, aturan tersebut sifatnya sebatas imbauan.<\/p>\n<p>Yaqut mengatakan, pengeras suara masjid maupun musala apabila volume tinggi, maka akan menimbulkan gangguan kepada masyarakat. Sekali pun yang dikumandangkan itu adalah syiar. Terlebih, dalam satu kampung biasanya terdapat lebih dari satu musala.<\/p>\n<p>\u201cKita bayangkan lagi, saya muslim, saya hidup di lingkungan nonmuslim. Kemudian rumah ibadah saudara-saudara kita nonmuslim menghidupkan Toa sehari 5 kali dengan kenceng-kenceng itu rasanya bagaimana,\u201d ujar Yaqut kepada awak media, Rabu (23\/2\/2022).<\/p>\n<p>Tak hanya di situ, Yaqut juga menambahkan dengan membandingkan suara azan sebagai panggilan ibadah umat islam dengan gonggongan suara hewan (anjing) yang menurutnya sama-sama mengganggu apabila volumenya tidak dibatasi.<\/p>\n<p>\u201cYang paling sederhana lagi, kalau kita hidup dalam satu komplek, misalnya. Kiri, kanan, depan belakang pelihara anjing semua. Misalnya menggonggong dalam waktu bersamaan, kita ini terganggu nggak? Artinya apa? Suara-suara ini, apa pun suara itu harus kita atur supaya tidak jadi gangguan. Speaker di musala, masjid silakan dipakai, tetapi tolong diatur agar tidak ada terganggu,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Karena itu, pihaknya mengaku penting untuk menerbitkan Surat Edaran tersebut. Bukan dalam artian untuk melarang masjid dan musala untuk menyalakan pengeras suara, tetapi itu untuk menjaga keharmonisan Bersama dalam lingkungan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSoal aturan azan kita sudah terbitkan surat edaran pengaturan. Kita tidak melarang masjid, mushala menggunakan Toa tidak, silahkan. Karena itu syiar agama Islam. Tetapi ini harus diatur bagaimana volume speaker tidak boleh kencang-kencang, 100 dB maksimal. Diatur kapan mereka bisa mulai gunakan speaker itu sebelum dan setelah azan. Tidak ada pelarangan,\u201d kata Yaqut menegaskan. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35900?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas baru-baru ini telah menerbitkan Surat Edaran yang mengatur tentang penggunaan pengeras suara (azan) masjid dan musala. Meskipun menuai banyak pro dan kontra, aturan tersebut sifatnya sebatas imbauan. Yaqut mengatakan, pengeras suara masjid maupun musala apabila volume tinggi, maka akan menimbulkan gangguan kepada masyarakat. Sekali pun yang dikumandangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":35901,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-35900","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/02\/IMG-20220224-WA0011.jpg?fit=600%2C338&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35900","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=35900"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/35900\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/35901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=35900"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=35900"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=35900"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}