{"id":36954,"date":"2022-03-23T19:37:14","date_gmt":"2022-03-23T12:37:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=36954"},"modified":"2022-03-23T20:03:19","modified_gmt":"2022-03-23T13:03:19","slug":"banyak-isi-perjanjian-damai-belum-dipenuhi-tim-mou-helsinki-minta-dukungan-uni-eropa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/03\/23\/banyak-isi-perjanjian-damai-belum-dipenuhi-tim-mou-helsinki-minta-dukungan-uni-eropa\/","title":{"rendered":"Banyak Isi Perjanjian Damai Belum Dipenuhi, Tim MoU Helsinki Minta Dukungan Uni Eropa"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2013 Tim MoU Helsinki yang dibentuk oleh Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar menyampaikan ke Dubes Uni Eropa tentang pentingnya upaya percepatan implementasi seluruh butir perjanjian damai antara Pemerintah RI dengan GAM, dan pasal-pasal dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Pasalnya, usia perdamaian Aceh hampir 17 tahun.<\/p>\n<p>Kabag Humas dan Kerja Sama Wali Nanggroe M Nasir Syamaun menyebutkan, hal itu disampaikan Tim MoU Helsinki saat pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) Uni Eropa Vincent Piket, di Jakarta, Rabu pekan lalu.<\/p>\n<p>\u201cDari Aceh hadir langsung Wali Nanggroe bersama Tim MoU Helsinki. Sementara Dubes Uni Eropa didampingi Laura Beke selaku Penasihat Politik Kedubes Uni Eropa,\u201d kata M Nasir Syamaun, Rabu (23\/3).<\/p>\n<p>Pada pertemuan kesekian kali dengan Dubes Uni Eropa, Wali Nanggroe menyampaikan pihaknya akan terus mengupayakan berbagai langkah agar MoU Helsinki dan UUPA dapat segera diimplementasikan secara menyeluruh.<\/p>\n<p>\u201cMasih ada banyak yang belum dipenuhi oleh Pemerintah,\u201d kata Wali Nanggroe.<\/p>\n<p>Selaku pihak yang terlibat langsung menengahi konflik Aceh dengan Pemerintah Indonesia, hingga lahirnya MoU Helsinki di Finlandia 2005 silam, Wali Nanggroe meminta dukungan penuh dari Uni Eropa agar kesepahaman-kesepahaman yang belum diimplementasikan dapat segera dipenuhi oleh Pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cTermasuk terpenting dukungan dari Uni Eropa dalam upaya pembangunan lewat investasi-investasi di berbagai bidang,\u201d kata Wali Nanggroe.<\/p>\n<p>Ketua Tim MoU Helsinki Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak menyampaikan perkembangan terkini implementasi MoU Helsinki dan UUPA. \u201cAda yang belum maksimal (implementasinya), bahkan ada yang belum terimplementasi sama sekali,\u201d kata Abu Razak yang juga Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA).<\/p>\n<p>Abu Razak menambahkan tim yang dipimpinya akan terus menempuh berbagai upaya untuk percepatan implementasi perjanjian damai Aceh. \u201cSudah 17 tahun usia perdamaian Aceh. Tahun ini harus sudah ada kemajuan,\u201d kata Abu Razak.<\/p>\n<p>Menurut Abu Razak, implementasi hasil perjanjian damai Aceh merupakan tanggung jawab semua pihak, baik dari Aceh, Pemerintah Indonesia, dan pihak-pihak yang terlibat pada proses perundingan hingga penandatanganan MoU Helsinki.<\/p>\n<p>Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua Tim MoU Helsinki Muhammad Raviq (Staf Khusus Wali Nanggroe), Sekretaris Tim Zainal Abidin (Universitas Syiah Kuala) dan sejumlah anggota tim lainnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/36954?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Tim MoU Helsinki yang dibentuk oleh Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar menyampaikan ke Dubes Uni Eropa tentang pentingnya upaya percepatan implementasi seluruh butir perjanjian damai antara Pemerintah RI dengan GAM, dan pasal-pasal dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Pasalnya, usia perdamaian Aceh hampir 17 tahun. Kabag Humas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":36955,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-36954","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/03\/IMG-20220323-WA0084.jpg?fit=696%2C477&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/36954","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=36954"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/36954\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/36955"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=36954"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=36954"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=36954"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}