{"id":37384,"date":"2022-04-02T08:37:12","date_gmt":"2022-04-02T01:37:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=37384"},"modified":"2022-04-02T08:37:12","modified_gmt":"2022-04-02T01:37:12","slug":"ketua-mpu-aceh-hargai-perbedaan-awal-ramadhan-1443-hijriah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/04\/02\/ketua-mpu-aceh-hargai-perbedaan-awal-ramadhan-1443-hijriah\/","title":{"rendered":"Ketua MPU Aceh: Hargai Perbedaan Awal Ramadhan 1443 Hijriah"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada Ahad, 3 April 2022.<\/p>\n<p>Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, sepakat dengan keputusan itu karena hilal tidak terlihat di Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah padu, secara ilmiah tidak tampak hilal dan dibuktikan secara rukyat pun tidak tampak. Maka disempurnakan bulan Syakban menjadi 30 hari sehingga jatuh puasanya nanti pada hari Ahad, tanggal 3 April&#8221; kata Tgk Faisal Ali, Jum&#8217;at (1\/4) malam seperti dilansir dari Kumparan.<\/p>\n<p>Ulama yang akrab disapa Lem Faisal tidak mempermasalahkan bila ada sebagian warga Aceh memulai puasa Ramadan pada Sabtu (2\/3).<\/p>\n<p>&#8220;Silakan (puasa Sabtu, yang penting jangan memicu masalah. Tetap jaga ukhuwah, kebersamaan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Tgk Faisal, perbedaan awal Ramadhan bukan sesuatu yang baru di Indonesia. &#8220;Tinggal menghargai saja perbedaan-perbedaan agar kita menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, damai, dan aman,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, MPU Aceh telah mengeluarkan Taushiyah Nomor 2 tahun 2022, tentang pelaksanaan ibadah Bulan Ramadhan dan kegiatan keagamaan lainya tahun 1443 Hijriah.<\/p>\n<p>Taushiyah yang menetapkan 10 keputusan itu ditandatangani oleh Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali bersama dua Wakil Ketua Dr Tgk H Muhibbuththabry MAg dan Tgk H Hasbi Albayuni pada 21 Maret 2022.<\/p>\n<p>Taushiyah tersebut memuat berbagai imbauan, baik kepada pemerintah maupun masyarakat dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan ibadah puasa berjalan dengan tenang dan aman.<\/p>\n<p>Adapun pertimbangan MPU Aceh mengeluarkan tausiah tersebut, setelah mencermati kondisi kehidupan masyarakat yang semakin membaik, aman, nyaman, dan kondusif.<\/p>\n<p>Selain itu, kehidupan keagamaan masyarakat dan syiarnya juga mulai normal dan bergairah kembali, setelah sebelumnya berhadapan dengan gelombang wabah Covid-19.<\/p>\n<p>Tgk Faisal meminta masyarakat, untuk tetap menjaga ukhuwah antar sesama dan mengajak masyarakat menghargai perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan di Aceh.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia menetapkan awal Ramadan pada Ahad, 3 April 2022. Secara hisab, menurut Kementerian Agama, posisi hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk, tepatnya ketinggian hilal pada posisi 1 derajat 6,78 menit sampai 2 derajat 10 menit.<\/p>\n<p>Namun, berdasarkan laporan rukyat, tidak ada seorang pun yang bersaksi telah melihat hilal. Tim Kementerian Agama melakukan rukyatulhilal di 101 titik yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37384?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan 1 Ramadhan 1443 Hijriah jatuh pada Ahad, 3 April 2022. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, sepakat dengan keputusan itu karena hilal tidak terlihat di Aceh. &#8220;Sudah padu, secara ilmiah tidak tampak hilal dan dibuktikan secara rukyat pun tidak tampak. Maka disempurnakan bulan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":34044,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-37384","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/01\/IMG-20220107-WA0068.jpg?fit=304%2C313&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37384","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=37384"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37384\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/34044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=37384"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=37384"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=37384"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}