{"id":37447,"date":"2022-04-04T20:42:27","date_gmt":"2022-04-04T13:42:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=37447"},"modified":"2022-04-04T20:42:27","modified_gmt":"2022-04-04T13:42:27","slug":"kpi-aceh-ingatkan-lembaga-penyiaran-utamakan-konten-edukatif-dan-syariat-islam-selama-ramadhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/04\/04\/kpi-aceh-ingatkan-lembaga-penyiaran-utamakan-konten-edukatif-dan-syariat-islam-selama-ramadhan\/","title":{"rendered":"KPI Aceh Ingatkan Lembaga Penyiaran Utamakan Konten Edukatif dan Syari\u2019at Islam Selama Ramadhan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh meminta lembaga penyiaran di Aceh agar selama bulan Ramadhan mengutamakan konten-konten isi siaran yang bersifat edukatif serta memperhatikan kearifan lokal.<\/p>\n<p>Hal ini bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai syari\u2019at Islam yang berlaku di Aceh.<\/p>\n<p>Untuk tujuan ini, Ketua KPI Aceh, Faisal Ilyas mengatakan pihaknya sudah menyurati lembaga-lembaga penyiaran yang ada di Aceh.<\/p>\n<p>KPI Aceh, tambah Faisal Ilyas, juga akan memperkuat peran pengawasan yang menjadi tanggung jawab lembaganya selama bulan suci Ramadhan.<\/p>\n<p>\u201cKomisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh dalam rangka menjalankan kewenangan pengawasan tehadap Lembaga Penyiaran berdasarkan Undang \u2013 undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, berwenang melakukan pengawasan program siaran dalam hal ini siaran televisi berjaringan terutama sekali terkait dengan konten lokal,&#8221; ujar Faisal Ilyas dalam keterangannya, di Banda Aceh, Senin (4\/4)<\/p>\n<p>Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Ahyar mengatakan, pihaknya telah meneruskan surat edaran Nomor 2 Tahun 2021 yang dikeluarkan oleh KPI Pusat tertanggal 15 Maret 2021 dengan Nomor Surat 144\/K\/KPI\/31.2\/03\/2022 tentang Pelaksanaan Siaran Pada Bulan Ramadhan sebagai rujukan dalam produksi Program Siaran Ramadhan Tahun 2022 oleh lembaga penyiaran yang ada di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu KPI Aceh melayangkan surat pengantar serta lampiran surat edaran KPI Pusat Nomor 2 Tahun 2022 kepada Lembaga Penyiaran yang beroperasi di daerah Aceh,&#8221; ujar Ahyar.<\/p>\n<p>KPI Aceh, sebut Ahyar, meminta agar Lembaga Penyiaran di Aceh dapat menyesuaikan diri di bulan suci Ramadhan agar konten-konten isi siaran dapat bersifat edukatif serta memperhatikan kearifan lokal atau berkeacehan, yakni dengan menjunjung tinggi nilai-nilai syari\u2019at Islam yang berlaku di Aceh.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, lanjut Ahyar lagi, KPI Aceh meminta kerja sama Lembaga Penyiaran di Aceh agar sepenuhnya melaksanakan isi dari surat edaran KPI Pusat tersebut, dan untuk hal ini KPI Aceh akan melaksanakan fungsi pengawasannya semaksimal mungkin.<\/p>\n<p>\u201cKita akan berikan apresiasi kepada setiap lembaga penyiaran yang mau memperbanyak sajian siaran yang edukatif dan mengedepan kearifan lokal atau nilai-nilai keacehan. Serta sajian-sajian yang menjunjung tinggi nilai-nilai syari\u2019at Islam di Aceh. Lebih-lebih lagi di bulan suci Ramadhan ini,&#8221; pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37447?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh meminta lembaga penyiaran di Aceh agar selama bulan Ramadhan mengutamakan konten-konten isi siaran yang bersifat edukatif serta memperhatikan kearifan lokal. Hal ini bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai syari\u2019at Islam yang berlaku di Aceh. Untuk tujuan ini, Ketua KPI Aceh, Faisal Ilyas mengatakan pihaknya sudah menyurati lembaga-lembaga penyiaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37448,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-37447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/04\/IMG-20220404-WA0016.jpg?fit=848%2C657&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=37447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/37448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=37447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=37447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=37447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}