{"id":37812,"date":"2022-04-15T11:45:43","date_gmt":"2022-04-15T04:45:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=37812"},"modified":"2022-04-15T11:45:43","modified_gmt":"2022-04-15T04:45:43","slug":"demo-di-kantor-gubernur-aceh-mahasiswa-jadi-korban-tindakan-represif-aparat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/04\/15\/demo-di-kantor-gubernur-aceh-mahasiswa-jadi-korban-tindakan-represif-aparat\/","title":{"rendered":"Demo di Kantor Gubernur Aceh, Mahasiswa Jadi Korban Tindakan Represif Aparat"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Aceh mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian saat melakukan pengamanan demonstrasi Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat di depan Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 14 April 2022.<\/p>\n<p>Ketua EW LMND Aceh Martha Beruh, mengatakan unjuk rasa digelar Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat tersebut lanjutan dari aksi 11 April 2022.<\/p>\n<p>Martha Beruh menyebut awalnya aksi tersebut berjalan damai. Pengunjuk rasa melakukan orasi secara bergantian.<\/p>\n<p>&#8220;Setelah kawan-kawan meminta agar Gurbernur Aceh keluar untuk menerima petisi mereka, tetapi Gurbernur Nova enggan menemui mereka, dan massa aksi pun mencoba untuk masuk tetapi langsung dihadang pihak kepolisian yang sedang bertugas\u201d.<\/p>\n<p>\u201cSaling dorong pun terjadi, hingga kawan-kawan mendapatkan tindakan represif dari pihak kepolisian,\u201d kata Martha dalam keterangan persnya, Kamis malam (14\/4).<\/p>\n<p>Menurut Martha, dalam aksi tersebut lima orang sempat ditahan oleh pihak kepolisian. Dua di antaranya, Iswandi Ketua Departemen Kajian dan Bacaan LMND Aceh dan Eri Ezi Departemen Agitasi dan Propaganda Politik LMND Aceh. \u201cNamun tidak berselang lama massa yang ditahan dibebaskan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cDalam aksi tersebut banyak kawan-kawan yang terluka akibat tindakan represif dari pihak kepolisian, dan pemukulan pun sempat terjadi kepada kawan-kawan yang sempat ditahan pada saat diinterogasi oleh pihak kepolisian,\u201d ungkap Martha.<\/p>\n<p>Martha menyatakan kejadian seperti ini bukan yang pertama di Aceh. \u201cSering terjadi tindakan arogansi dan represif dari pihak kepolisian kepada massa aksi di Aceh. Ini menunjukkan telah terjadi krisis demokrasi di Aceh. Menyampaikan pendapat di muka umum bukanlah suatu tindakan kriminal, menyampaikan pendapat di muka umum jelas dilindungi undang-undang\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKami meminta Propam Polri untuk menindak tegas oknum polisi yang melakukan tindakan represif terhadap massa aksi yang tergabung dalam Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat pada 14 April kemarin,\u201d ujar Martha.<\/p>\n<p>LMND juga meminta Gurbernur Aceh untuk merespon tuntutan Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat.<\/p>\n<p>\u201cJika tidak maka LMND Aceh akan menginisiasi gerakan yang lebih besar lagi,\u201d pungkas Martha. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37812?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW LMND) Aceh mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian saat melakukan pengamanan demonstrasi Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat di depan Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 14 April 2022. Ketua EW LMND Aceh Martha Beruh, mengatakan unjuk rasa digelar Front Mahasiswa dan Rakyat Aceh Menggugat tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":37813,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-37812","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/04\/IMG-20220415-WA0013.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37812","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=37812"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/37812\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/37813"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=37812"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=37812"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=37812"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}