{"id":3875,"date":"2020-05-18T10:52:50","date_gmt":"2020-05-18T03:52:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=3875"},"modified":"2020-05-18T10:52:50","modified_gmt":"2020-05-18T03:52:50","slug":"11-gampong-di-aceh-timur-dilanda-banjir-36-kk-mengungsi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/05\/18\/11-gampong-di-aceh-timur-dilanda-banjir-36-kk-mengungsi\/","title":{"rendered":"11 Gampong di Aceh Timur Dilanda Banjir, 36 KK Mengungsi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Idi Rayeuk<\/strong> &#8212; Sebanyak 11 desa di lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur dilanda banjir akibat luapan sungai.<\/p>\n<p>Musibah banjir tersebut terjadi pada Minggu (17\/5) dinihari, sejak pukul 04.00 WIB. Akibatnya, puluhan kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi.<\/p>\n<p>Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Pusdalops BPBD Kabupaten Aceh Timur desa-desa yang dilanda banjir di Kecamatan Peunaron adalah Gampong Sri Mulya dan Gampong Peunaron Baru.<\/p>\n<p>Kecamatan Indra Makmur di Gampong Alue Mirah, Gampong Julok Rayeuk Utara, Gampong Jambo Lubok. Kecamatan Simpang jernih di Gampong Pante Kera.<\/p>\n<p>Kecamatan Ranto Peureulak di Gampong Seumanah Jaya dan di Kecamatan Pante Bidari yakni Gampong Pante Labu, Gampong Blang Seunong, Gampong Sah Raja dan Gampong Sijudo<\/p>\n<p>&#8220;Banjir ini akibat cuaca buruk dan hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Aceh Timur, sehingga sungai di masing-masing kecamatan meluap,&#8221; ungkap Sunawardi, Minggu (17\/5) malam.<\/p>\n<p>Dampak banjir di Kecamatan Peunaron, Gampong Sri Mulya badan jalan terendam dengan ketinggian air berkisar 50-100 cm. Gampong Peunaron Baru 18 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian air 50-100 cm.<\/p>\n<p>Di Kecamatan Indra Makmur, rumah warga Gampong Alue Mirah terendam, dengan ketinggian air berkisar 30-60 cm. Untuk jumlahnya, masih dalam pendataan.<\/p>\n<p>Korban banjir di Kecamatan Peunaron 5 KK \/18 jiwa, Gampong Peunaron Baru 20 KK\/95 jiwa.<br \/>\nKecamatan Indra Makmur, Gampong Alue Mirah : 25 KK\/100 jiwa.<\/p>\n<p>Gampong Julok Rayeuk Utara : masih dalam pendataan, Gampong Jambo Lubok 200 KK\/ 765 jiwa.<\/p>\n<p>Di Kecamatan Simpang Jernih, Gampong Pante Kera masih dalam pendataan, Kecamatan Ranto Peureulak Gampong Seumanah Jaya 6 KK \/ 25 jiwa.<\/p>\n<p>Sedangkan pengungsi di Kecamatan Peunaron, Gampong Peunaron Baru : 5 KK, 18 jiwa. Kecamatan Indra Makmur, Gampong Alue Mirah 25 KK\/100 jiwa dan Kecamatan Ranto Peureulak, Gampong Seumanah Jaya 6 KK \/ 25 jiwa.<\/p>\n<p>&#8220;Tinggi muka air banjir terus naik di masing-masing kecamatan, dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi masih terus berlangsung. Saat ini korban terdampak banjir yang memilih mengungsi, berada di rumah tetangga yang aman,&#8221; ungkap Sunawardi.<\/p>\n<p>Sementara di Kecamatan Simpang Jernih kembali terendam banjir dikarenakan kiriman dari lesten (Gayo Lues). Sedangkan banjir yang menggenangi rumah warga Gampong Indra Makmur dilaporkan sudah mulai surut. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3875?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Idi Rayeuk &#8212; Sebanyak 11 desa di lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur dilanda banjir akibat luapan sungai. Musibah banjir tersebut terjadi pada Minggu (17\/5) dinihari, sejak pukul 04.00 WIB. Akibatnya, puluhan kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Pusdalops BPBD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3876,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/05\/1-13.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=3875"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/3875\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/3876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=3875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=3875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=3875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}