{"id":38767,"date":"2022-05-14T22:15:02","date_gmt":"2022-05-14T15:15:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=38767"},"modified":"2022-05-14T22:15:02","modified_gmt":"2022-05-14T15:15:02","slug":"aceh-lokomotif-literasi-di-nusantara-sejak-900-tahun-silam-bukunya-tersimpan-di-perpustakaan-leiden","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/05\/14\/aceh-lokomotif-literasi-di-nusantara-sejak-900-tahun-silam-bukunya-tersimpan-di-perpustakaan-leiden\/","title":{"rendered":"Aceh Lokomotif Literasi di Nusantara Sejak 900 Tahun Silam, Bukunya Tersimpan di Perpustakaan Leiden"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Dunia literasi di Aceh sudah memiliki jejak yang sangat panjang. Bahkan, untuk kawasan Nusantara, Aceh bisa dikatakan lokomotifnya karena lebih dahulu memulai dunia literasi. Itu karena dunia kepenulisan di Aceh jejaknya sudah jauh ke belakang, sejak 900 tahun lalu.<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, saat menyampaikan sambutan pada pelantikan Satupena Aceh, Sabtu (14\/5\/2022) sore, di Caf\u00e9 Rumah Senja, Lampriet, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Pada sambutan yang dibacakan oleh Anwar Putra Bayu, Korwil Satupena Sumatera, Denny meretas jejak buku yang tersimpan dalam perpustakaan Leiden, Belanda, yang diterbitkan pada abad ke-13, sekitar sembilan ratus tahun lalu.<\/p>\n<p>Dia mengungkapkan, tak banyak yang tahu, mungkin juga tak banyak penduduk Aceh sendiri yang menyadari, di abad ke-13, sembilan ratus tahun lalu, seorang penulis Aceh sudah menerbitkan buku. Kini buku itu tersimpan dalam perpustakaan Leiden, Belanda.<\/p>\n<p>Buku berjudul \u201cThe Muhimmat Al Nafa\u2019is\u2019 itu merupakan kumpulan fatwa Mekkah untuk orang Indonesia. Pengarangnya Abdul Salam Bin Idris, asal Aceh.<\/p>\n<p>\u201cIni menjadi petunjuk, betapa dunia literasi di Aceh sudah memiliki jejak yang sangat panjang. Bahkan, di kawasan Nusantara, Aceh bisa dikatakan lokomotifnya, yang lebih dahulu memulai dunia literasi,\u201d ungkap Denny.<\/p>\n<p>Kata dia, buku yang aslinya berbahasa Arab-Melayu itu mengupas ihwal hukum Islam. Kemudian buku tersebut ditulis kembali oleh Prof Dr Nico Kaptein, Guru Besar Studi Islam Asia Tenggara dari Universitas Lieden, Belanda, ke dalam Bahasa Inggris.<\/p>\n<p>\u201cKarena itulah, saya Denny JA, selaku Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, sangat senang dan bangga mengukuhkan pengurus Satupena Aceh. Itu karena dunia kepenulisan di Aceh jejaknya sudah jauh ke belakang, sejak 900 tahun lalu.<\/p>\n<p>Untuk membentuk Satupena Aceh, Denny mempercayakan kepada Deknong Keumalawati sebagai Ketua. Kepengurusan Satupena Aceh juga dibantu lima wakil ketua, yakni Mahdalena, Azwani Awi, Nurdin F Joes, Mutia Erawati dan Muchlis A.Md.<\/p>\n<p>Sementara itu, untuk Sekretaris, didapuk Saiful Bahri, dibantu oleh Surya Kanta sebagai Wakil Sekretaris. Sedangkan Bendahara dijabat Delia Rawanita.<\/p>\n<p>\u201cSaya mengenal dan pernah bekerja sama dengan Deknong Keumalawati. Ia memiliki passion dan dedikasi yang panjang untuk dunia literasi. Karena itulah, Deknong Kemalawati dipercaya memimpin Satupena Aceh,\u201d ungkap Denny.<\/p>\n<p>Dia berharap, pengurus Satupena Aceh dapat memperkaya Aceh sebagai kota literasi. Apalagi, Aceh memiliki warisan budaya yang khas dan unik, yang bahkan sejak abad ke-13, karya putra Aceh kini disimpan di perpustakaan Leiden.<\/p>\n<p>\u201cHari ini, saya Denny JA, selaku Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, resmi mengukuhkan pengurus Satupena Aceh, di bawah kepemimpinan Deknong Keumalawati. Selamat bertugas buat para pengurus. Selamat pula untuk para anggota Satupena Aceh,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Sekadar gambaran, Satupena adalah Lembaga tempat berkumpulnya para penulis untuk berkarya dan memberikan kontribusi pada dunia literasi. Pengurus Satupena di seluruh provinsi di Indonesia diberikan kewenangan merancang dan menyelenggarakan berbagai program Satupena di wilayah masing-masing dan berwenang menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di wilayahnya, termasuk dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait, dalam upaya menyukseskan berbagai program literasi.<\/p>\n<p>Untuk Aceh, lembaga ini dibina oleh Dr Ishak Hasan MSi, Saifuddin Bantasyam SH MHum, Helmi Hass SH dan Amri M Ali. Selain itu, pada jajaran penasehat, terdiri atas Prof Siti Zainon Ismail, Anwar Putra Bayu, H Sjamsul Kahar, Ir Razuardi Essek, Rosni Idham SE, Dr Taufiq Abdil Gani SKom MEng.Sc, dan Zulkifly Abdy. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/38767?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Dunia literasi di Aceh sudah memiliki jejak yang sangat panjang. Bahkan, untuk kawasan Nusantara, Aceh bisa dikatakan lokomotifnya karena lebih dahulu memulai dunia literasi. Itu karena dunia kepenulisan di Aceh jejaknya sudah jauh ke belakang, sejak 900 tahun lalu. Pernyataan itu disampaikan Denny JA, Ketua Umum Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena, saat menyampaikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":38768,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-38767","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/05\/IMG-20220514-WA0040.jpg?fit=1094%2C672&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/38767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=38767"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/38767\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/38768"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=38767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=38767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=38767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}