{"id":39002,"date":"2022-05-19T07:52:51","date_gmt":"2022-05-19T00:52:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=39002"},"modified":"2022-05-19T07:55:47","modified_gmt":"2022-05-19T00:55:47","slug":"manusia-berubah-jadi-hewan-jika-hal-ini-terjadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/05\/19\/manusia-berubah-jadi-hewan-jika-hal-ini-terjadi\/","title":{"rendered":"Manusia Berubah Jadi Hewan Jika Hal Ini Terjadi"},"content":{"rendered":"<p>Oleh : Teuku Farhan<\/p>\n<p>\u201cJika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya juga akan rusak, akhirnya ia akan berubah menjadi seperti hewan.&#8221; -Ibnu Khaldun<\/p>\n<p>Menurut Ibnu Khaldun, faktor-faktor penyebab runtuhnya sebuah peradaban lebih bersifat internal daripada eksternal.<\/p>\n<p>Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap bermewah-mewah.<\/p>\n<p>Tindakan amoral, pelanggaran hukum dan penipuan, demi tujuan mencari nafkah meningkat di kalangan mereka.<\/p>\n<p>Jiwa manusia dikerahkan untuk berpikir dan mengkaji cara-cara mencari nafkah, dan menggunakan segala bentuk penipuan untuk tujuan tersebut.<\/p>\n<p>Masyarakat lebih suka berbohong, berjudi, menipu, menggelapkan, mencuri, melanggar sumpah dan memakan riba.<\/p>\n<p>Sikap ini tidak hanya negatif tapi juga mendorong tindak korupsi dan dekadensi moral. Dalam perabadan yang telah hancur, masyarakat hanya memfokuskan pada pencarian kekayaan yang secepat-cepatnya dengan cara-cara yang tidak benar.<\/p>\n<p>Sikap malas masyarakat yang telah di warnai oleh materialisme pada akhirnya mendorong orang mencari harta tanpa berusaha.<\/p>\n<p>Mehdi, Soltanzadeh dalam presentasinya &#8220;<em>Factor Affecting a Society Life Span, According to Ibn Khaldun<\/em>&#8221; menyimpulkan faktor-faktor jatuhnya Peradaban menurut Ibnu Khaldun :<\/p>\n<p>1. Rusaknya moralitas penguasa<br \/>\n2. Penindasan penguasa dan ketidak adilan<br \/>\n3. Despotisme atau kezaliman<br \/>\n4. Orientasi kemewahan masyarakat<br \/>\n5. Egoisme<br \/>\n6. Opportunisme<br \/>\n7. Penarikan pajak secara berlebihan<br \/>\n8. Keikutsertaan penguasa dalam kegiatan ekonomi rakyat<br \/>\n9. Rendahnya komitmen masyarakat terhadap agama<br \/>\n10. Penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat<\/p>\n<p>Tindakan-tindakan amoral di atas menunjukkan hilangnya keadilan di masyarakat yang akibatnya merembes kepada elit penguasa dan sistem politik.<\/p>\n<p>Kerusakan moral dan penguasa dan sistem politik mengakibatkan berpindahnya Sumber Daya Manusia (SDM) ke negara lain (<em>braindrain<\/em>) dan berkurangnya pekerja terampil karena mekanisme rekrutmen yang terganggu.<\/p>\n<p>Semua itu bermuara pada turunnya produktivitas pekerja dan di sisi lain menurunnya sistem pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan.<\/p>\n<p><em>Referensi<\/em>:<br \/>\n&#8211; Hamid Fahmi Zarkasyi, Perabadan Islam-Makna dan Strategi Pembangunannya<br \/>\n&#8211; Ibnu Khaldun, Muqaddimah, Terjm. F.rosenthal<br \/>\n&#8211; Ibnu Khaldun, Economic of Ibn Khaldun<\/p>\n<p>*<strong>Penulis Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT)<\/strong><\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/39002?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Teuku Farhan \u201cJika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya juga akan rusak, akhirnya ia akan berubah menjadi seperti hewan.&#8221; -Ibnu Khaldun Menurut Ibnu Khaldun, faktor-faktor penyebab runtuhnya sebuah peradaban lebih bersifat internal daripada eksternal. Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialisme, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":39003,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-39002","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/05\/IMG-20220519-WA0003-1.jpg?fit=351%2C436&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/39002","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=39002"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/39002\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/39003"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=39002"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=39002"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=39002"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}