{"id":40157,"date":"2022-06-10T16:00:31","date_gmt":"2022-06-10T09:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=40157"},"modified":"2022-06-10T16:00:31","modified_gmt":"2022-06-10T09:00:31","slug":"tiga-kali-perkosa-anak-kandung-ayah-bejat-di-aceh-besar-ditangkap-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/06\/10\/tiga-kali-perkosa-anak-kandung-ayah-bejat-di-aceh-besar-ditangkap-polisi\/","title":{"rendered":"Tiga Kali Perkosa Anak Kandung, Ayah Bejat di Aceh Besar Ditangkap Polisi"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Pria berinisial AK (37) warga salah satu gampong di Kabupaten Aceh Besar diringkus Tim Rimueng dan personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh, Kamis malam (9\/6\/2022) di rumahnya.<\/p>\n<p>Pasalnya, AK telah melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya, sebut saja Kembang (14), di dalam kamar korban pada November 2021.<\/p>\n<p>Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, Jum&#8217;at (10\/6) menjelaskan, penangkapan terhadap AK sesuai laporan polisi di Polresta Banda Aceh.<\/p>\n<p>Sang ayah, AK diringkus polisi karena telah mencabuli anak kandungnya sejak Februari hingga November 2021. Dalam kasus ini, AK telah melakukan pencabulan sebanyak tiga kali.<\/p>\n<p>Kemudian, kata Kompol Ryan, AK dilaporkan isterinya berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP.B\/179\/IV\/2022\/SPKT\/POLRESTA BANDA ACEH\/POLDA ACEH, tanggal 07 April 2022.<\/p>\n<p>AK dipersangkakan melanggar pasal 49 Jo pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.<\/p>\n<p>Kompol Ryan menjelaskan, AK pada mulanya mengalami permasalahan dengan istrinya atau ibu korban yang sudah lama berselisih paham masalah keluarga. Kemudian AK selama ini tidur bersama korban (kembang).<\/p>\n<p>\u201cPermasalahan keluarga yang dialami oleh AK dan isterinya menjadikan kembang sebagai korban pelampiasan nafsu birahinya,\u201d kata Kasat Reskrim.<\/p>\n<p>AK melampiaskan nafsu birahinya kepada korban pada saat malam hari ketika korban sudah terlelap dalam tidurnya.<\/p>\n<p>Kemudian perlahan \u2013 lahan pelaku melakukan perbuatan bejatnya sehingga diketahui oleh korban serta pelaku mengancam korban untuk tidak memberitahukan kepada ibunya.<\/p>\n<p>Seiring waktu berjalan, pelaku pun melakukan perbuatannya lagi dan pada awal April 2022, kembang memberitahukan kepada ibunya apa yang telah dilakukan oleh sang ayahnya.<\/p>\n<p>\u201cKami melakukan penangkapan sesuai dengan laporan ibu korban, dan kini AK mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,\u201d kata Kompol Ryan.<\/p>\n<p>Dengan adanya kejadian ini menyebabkan korban mengalami trauma psikis dan mental dan untuk korban.<\/p>\n<p>&#8220;Kami melakukan konseling rutin dengan pihak terkait guna menghilangkan trauma yang menimpa dirinya selama ini. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pengawasan terhadap anak-anak,\u201d pungkas Kompol Ryan. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40157?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Pria berinisial AK (37) warga salah satu gampong di Kabupaten Aceh Besar diringkus Tim Rimueng dan personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh, Kamis malam (9\/6\/2022) di rumahnya. Pasalnya, AK telah melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya, sebut saja Kembang (14), di dalam kamar korban pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40158,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[98],"tags":[],"class_list":["post-40157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hukum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/06\/IMG-20220610-WA0032.jpg?fit=1080%2C1301&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=40157"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40157\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/40158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=40157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=40157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=40157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}