{"id":40237,"date":"2022-06-12T00:17:12","date_gmt":"2022-06-11T17:17:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=40237"},"modified":"2022-06-12T00:17:12","modified_gmt":"2022-06-11T17:17:12","slug":"diyakini-sembuhkan-hewan-terjangkit-pmk-masyarakat-aceh-dapat-aplikasikan-eco-enzyme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/06\/12\/diyakini-sembuhkan-hewan-terjangkit-pmk-masyarakat-aceh-dapat-aplikasikan-eco-enzyme\/","title":{"rendered":"Diyakini Sembuhkan Hewan Terjangkit PMK, Masyarakat Aceh Dapat Aplikasikan Eco Enzyme"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi.<\/p>\n<p>Penyakit dengan istilah &#8216;Foot and Mouth Disease&#8217; tersebut menyerang hewan ternak, seperti sapi dan kerbau.<\/p>\n<p>Bila hewan ternaknya terjangkit PMK, masyarakat dapat mengatasinya dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan mempedomani aplikasi Eco Enzyme.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, dalam keterangannya, Sabtu (11\/6\/2022).<\/p>\n<p>Winardy menyampaikan, ada tiga aplikasi Eco Enzyme yang bisa diterapkan pada hewan terjangkit PMK, yakni<\/p>\n<p>1. Aplikasi untuk Luka Kuku, Badan dan Mulut<\/p>\n<p>Cara mengaplikasikannya adalah dengan menggunakan Eco Enzyme murni tanpa perlu pencampuran air, yang kemudian disemprotkan sesering mungkin di bagian luka dengan mengunakan alat semprot tanaman.<\/p>\n<p>Cara ini juga bisa dikatakan terapi bagi hewan terjangkit PMK dan boleh dilakukan beberapa kali dalam sehari.<\/p>\n<p>2. Aplikasi untuk Konsumsi<\/p>\n<p>Pemilik hewan ternak juga dapat mengaplikasikan Eco Enzyme dengan mencampur ke dalam air minum hewan yang terhangkit PMK. Takarannya adalah satu liter Eco Enzyme untuk seribu liter air.<\/p>\n<p>3. Aplikasi untuk Pembersihan Kandang.<\/p>\n<p>Pemilik hewan ternak terjangkit PMK dapat menggunakan Eco Enzyme untuk membersihkan kandang.<\/p>\n<p>Selain itu juga dapat dialiri ke lingkungan sekitar kandang untuk membantu memurnikan eko sistem tanah sekitar kandang.<\/p>\n<p>Untuk mensterilkan kandang atau kotoran hewan terjangkit PMK, dapat menggunakan satu liter Eco Enzyme yang dicampur dengan seribu liter air.<\/p>\n<p>&#8220;Itulah beberapa aplikasi atau tips bagi masyarakat yang hewan ternaknya terjangkit PMK. Semoga bermanfaat,&#8221; kata Winardy. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40237?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi. Penyakit dengan istilah &#8216;Foot and Mouth Disease&#8217; tersebut menyerang hewan ternak, seperti sapi dan kerbau. Bila hewan ternaknya terjangkit PMK, masyarakat dapat mengatasinya dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan mempedomani aplikasi Eco [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":40238,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-40237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/06\/IMG-20220612-WA0002.jpg?fit=1080%2C1080&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=40237"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/40237\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/40238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=40237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=40237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=40237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}