{"id":41813,"date":"2022-07-12T18:33:42","date_gmt":"2022-07-12T11:33:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=41813"},"modified":"2022-07-12T18:33:42","modified_gmt":"2022-07-12T11:33:42","slug":"hakim-tinggi-pt-banda-aceh-membaur-masak-kuah-beulangong-gusrizal-ini-simbol-kekompakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/07\/12\/hakim-tinggi-pt-banda-aceh-membaur-masak-kuah-beulangong-gusrizal-ini-simbol-kekompakan\/","title":{"rendered":"Hakim Tinggi PT Banda Aceh Membaur Masak Kuah Beulangong, Gusrizal: Ini Simbol Kekompakan"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, warga Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh selain melakukan pembagian 240 paket daging kurban kepada kaum duafa, juga mengadakan acara masak dan makan bersama dengan menu utama kuah beulangong.<\/p>\n<p>Kuah beulang\u00f6ng atau sering disebut juga dengan gul\u00e8e sie kam\u00e8ng, adalah masakan khas Aceh, utamanya Aceh Besar, yaitu sejenis gulai berbahan baku utama daging kambing atau sapi yang ditambahi nangka muda.<\/p>\n<p>Setelah diaduk dengan aneka ragam bumbu rempah-rempah, termasuk cabe, bawang, serai dan lain-lain lalu dimasak dalam belanga besar (beulangong) dengan menggunakan kayu.<\/p>\n<p>&#8220;Cara memasaknya cukup sederhana. Meskipun bahan yang digunakan tampak banyak. Tetapi tak memerlukan keahlian khusus untuk memasak kuah ini. Jika bumbu sudah diaduk, silakan semua kita berpartisipasi untuk memasaknya dengan menggunakan alat pengaduk ini,\u201d ujar, Ridwan, selaku chef kali ini, yang sehari-hari menjabat sebagai Panitera Muda Perdata.<\/p>\n<p>Dalam memasak dan mengaduk-aduk kuah beulangong turut terlibat beberapa Hakim Tinggi.<\/p>\n<p>\u201cKalau sudah diaduk seperti ini, saya juga bisa memasaknya&#8230;hehehee,&#8221; canda Sifa Urrosidin, Hakim Tinggi PT Banda Aceh yang berasal dari Jawa Timur, Selasa (12\/7).<\/p>\n<p>Tak mau ketinggalan kesempatan. Haji Makaroda, Hakim Tinggi yang juga putra NTB juga ikut membantu memasak kuah beulangong bersama Taqwaddin, Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor.<\/p>\n<p>Para hakim tinggi, panitera dan kesekretariatan membaur bersama tanpa jarak dalam memasak kuah beulangong.<\/p>\n<p>\u201cSemua gembira dan bahagia dengan kebersamaan seperti ini,\u201d ujar Ainal Mardhiah, Hakim Tinggi yang juga mantan Ketua Pengadilan Negeri Banda Aceh.<\/p>\n<p>Santap bersama ini dihadiri Ketua PT Banda Aceh Dr Gusrizal, Wakil KPT, para Hakim Tinggi, Panitera, para PNS dan honorer. Dalam acara makan bersama kuah beulangong turut dihadiri ibu-ibu Dharmayukti Karini, dokter dan petugas Kesehatan pada PT Banda Aceh.<\/p>\n<p>\u201cTradisi seperti ini bagus dikembangkan untuk membina kekompakan dan semangat kebersamaan.<\/p>\n<p>Bagi saya yang bukan orang Aceh, kuah beulangong bukan hanya sebagai simbol makanan enak yang mengenyangkan, tetapi lebih dari itu, masakan ini bisa menjadi simbol kekompakan kita.<\/p>\n<p>Dan, semangat kekompakan perlu kita optimalkan agar semangat kerja juga ikut meningkat, sehingga kita bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,\u201d pungkas Dr Gusrizal, Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh didampingi Nursyam, Wakil KPT Banda Aceh. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/41813?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, warga Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh selain melakukan pembagian 240 paket daging kurban kepada kaum duafa, juga mengadakan acara masak dan makan bersama dengan menu utama kuah beulangong. Kuah beulang\u00f6ng atau sering disebut juga dengan gul\u00e8e sie kam\u00e8ng, adalah masakan khas Aceh, utamanya Aceh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":41814,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-41813","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/07\/IMG-20220712-WA0061.jpg?fit=1530%2C1304&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/41813","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=41813"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/41813\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/41814"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=41813"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=41813"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=41813"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}