{"id":43515,"date":"2022-08-08T11:36:55","date_gmt":"2022-08-08T04:36:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=43515"},"modified":"2022-08-08T11:36:55","modified_gmt":"2022-08-08T04:36:55","slug":"aceh-culinary-festival-ditutup-kadisbudpar-sebut-perputaran-uang-rp-6-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/08\/08\/aceh-culinary-festival-ditutup-kadisbudpar-sebut-perputaran-uang-rp-6-miliar\/","title":{"rendered":"Aceh Culinary Festival Ditutup, Kadisbudpar Sebut Perputaran Uang Rp 6 Miliar"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Aceh Culinary Festival 2022 (ACF22) yang digelar sejak Jum&#8217;at hingga Ahad, 5-7 Agustus 2022 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh telah berakhir.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Gelaran yang sudah berusia sewindu inipun akhirnya ditutup, Ahad (7\/8). Kehadiran ACF22 menjawab tantangan sekaligus gempuran arus globalisasi yang mulai menggerus kuliner tradisi disetiap wilayah di Aceh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hal itu yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal di sela-sela berakhirnya ACF22 yang juga masuk dalam top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cFestival kuliner Aceh sejak tahun 2014 bertujuan melestarikan kuliner tradisional serta mempertunjukkan keragaman sekaligus turut berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan pelaku industri kuliner sehingga Aceh masuk dalam salah satu destinasi wisata kuliner unggulan Indonesia,\u201d terang Almuniza.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selama pandemi, tambah Almuniza, pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman masih dapat tumbuh positif walaupun produk domestik bruto (PDB) negara mengalami kontraksi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), runut Almuniza, pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman pada tahun 2020 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni 7,78% pada 2019 menjadi 1,58% pada imunitas bisnis kuliner juga terbukti tangguh di saat krisis, setidaknya di tengah pandemi Covid-19.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPada kuartal I-2021 pertumbuhan industri kuliner mencapai 2,45 persen, salah satu yang tertinggi di sektor industri pengolahan,\u201d rinci Almuniza.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Almuniza dalam laporannya juga menyebutkan, di ACF22 lebih kurang 700 menu kuliner tradisional Aceh dan nusantara khususnya tersaji dan diminati oleh para pengunjung, dengan transaksi berkisar pada angka Rp 6 miliar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSecara transaksi dari laporan yang direkap panitia hingga Ahad sore, pukul 16.00 WIB mencapai angka Rp 6 miliar dengan jumlah pengunjung yang hadir tercatat <a href=\"tel:96000\">96.000<\/a> orang pukul 15.00 WIB,\u201d sebut Almuniza.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Almuniza mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan even ini sehingga dapat berakhir dengan sukses.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201dTerima kasih untuk semua pihak, dan selamat juga bagi seluruh pemenang pada kategori perlombaan yang telah dinilai oleh dewan juri selama acara ini berlangsung,\u201d tutup Almuniza. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/43515?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Aceh Culinary Festival 2022 (ACF22) yang digelar sejak Jum&#8217;at hingga Ahad, 5-7 Agustus 2022 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh telah berakhir. Gelaran yang sudah berusia sewindu inipun akhirnya ditutup, Ahad (7\/8). Kehadiran ACF22 menjawab tantangan sekaligus gempuran arus globalisasi yang mulai menggerus kuliner tradisi disetiap wilayah di Aceh. Hal itu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":43516,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-43515","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/08\/IMG-20220808-WA0003-1.jpg?fit=1280%2C853&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/43515","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=43515"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/43515\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/43516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=43515"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=43515"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=43515"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}