{"id":4360,"date":"2020-06-05T08:39:47","date_gmt":"2020-06-05T01:39:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=4360"},"modified":"2020-06-27T00:50:55","modified_gmt":"2020-06-26T17:50:55","slug":"al-fati%e1%b8%a5ah-the-power-of-conqueror","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/06\/05\/al-fati%e1%b8%a5ah-the-power-of-conqueror\/","title":{"rendered":"Al-Fatihah: The Power of Conqueror"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh: Dr. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M*<\/strong><\/p>\n<p><strong>Banyak<\/strong> hal menarik yang layak diketahui saat membicarakan sebab penamaan surat pertama dalam susunan al-Qur\u2019an dengan al-Fati\u1e25ah.<\/p>\n<p>Pertama, dari segi tertib turun, surat ini bukanlah yang pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam kitab al-Itq\u0101n f\u012b \u2018Ul\u016bm al-Qur\u2019\u0101n karya Al-Suy\u016b\u1e6d\u012b diterangkan bahwa al-F\u0101ti\u1e25a\u1e25 merupakan surat ke-17 yang turun kepada Nabi. Meski begitu surat ini tetap dinamakan al-Fati\u1e25ah (pembuka).<\/p>\n<p>Kedua, nama yang dipilihkan oleh Nabi untuk surat ini adalah al-Fati\u1e25ah, bukan al-Muqaddimah, al-taqd\u012bm, taw\u1e6di\u2019ah atau tam\u1e25\u012bd. Padahal keempat kosakata tersebut yang paling lazim digunakan dalam bahasa Arab untuk menyebut pembuka.<\/p>\n<p>Secara etimologis, kata al-fati\u1e25ah merupakan bentuk ism f\u0101\u2018il mu\u2019annats (subjek feminim) dari asal kata kerja fata\u1e25a (membuka). Dalam makna ini, kata al-f\u0101ti\u1e25ah bermakna dua sekaligus the opener (pembuka) dan to open (untuk membuka).<\/p>\n<p>Dua pemaknaan terhadap kata al-fati\u1e25ah inilah yang akan menjelaskan kepada kita sebab Nabi menamakan surat ini dengan kata al-f\u0101ti\u1e25ah dan bukan menggunakan kata kata sinonim lain yang ada dalam pembendaharaan kosakata Arab.<\/p>\n<p>Dalam sejarah Islam dijelaskan pada tahun 8 Hijriah, Nabi berhasil menaklukan kota Mekkah dimana delapan tahun sebelumnya beliau terusir dari kota tersebut dalam keadaan nelangsa. Peristiwa itu dikenang dalam sejarah Islam sebagai fat\u1e25 al-makkah.<\/p>\n<p>Allah turut mengabadikan peristiwa gemilang tersebut dalam surat al-Na\u1e63r. Pada ayat pertama Allah berfirman \u201cidz\u0101 j\u0101\u2019a na\u1e63rullahi wa al-fat\u1e25 (jika telah datang pertolongan dari Allah dan berkah pertolongan itu kamu berhasil menaklukan kota Mekkah). Sejak peristiwa itu Nabi dikenal seantero Arabia sebagai al-f\u0101ti\u1e25 (the conqueror).<\/p>\n<p>Setelah Nabi wafat perjuangan beliau diteruskan oleh khulaf\u0101\u2019 rasyid\u016bn (the caliphates). Khalifah yang tersohor dengan kegiatan pembebasan wilayah-wilayah non muslim adalah Umar bin Khattab. Usaha Umar tersebut dalam t\u0101r\u012bkh Isl\u0101m (sejarah Islam) dikenal dengan sebutan al-fut\u016bh\u0101t al-Isl\u0101m\u012byyah (pembebasan wilayah-wilayah non Islam).<\/p>\n<p>Pada masa kekuasaannya, wilayah Islam di Timur telah sampai ke anak benua India, sedangkan di Barat telah sampai ke wilayah Maroko. Masyarakat Arab saat itu pun menggelari Umar sebagai al-F\u0101ti\u1e25.<\/p>\n<p>Selanjutnya, pada tahun 1453 M, seorang sultan Dinasti Turki Usmani (Ottoman) yang bernama Sultan Muhammad Salim II berhasil menyeberang selat Bosporus dan menaklukkan kota Konstantinopel yang saat itu menjadi ibu kota Byzantium Timur.<\/p>\n<p>Setelah peristiwa bersejarah itu Sultan Muhammad Salim II lebih dikenal dengan sebutan Sultan Al-Fatih. Seandainya saja Nabi, Umar dan Sultan Muhammad Salim II perempuan, pasti masyarakat Islam saat itu akan menyebut mereka dengan al-f\u0101ti\u1e25a\u1e25 bukan al-f\u0101ti\u1e25.<\/p>\n<p>Fakta-fakta sejarah ini menjelaskan kepada kita the power of conqueror (kekuatan penakluk) yang terkandung dalam surat pertama al-Qur\u2019an itu.<br \/>\nBertolak dari makna pertama ini baru dapat dipahami makna kata al-f\u0101ti\u1e25a\u1e25 yang kedua, yaitu to open (untuk membuka). Idealnya setiap kegiatan manusia itu dimulai dengan membaca al-Qur\u2019an secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Tetapi bukankah membaca 114 surat al-Qur\u2019an sebelum memulai aktivitas itu merepotkan. Maka kemudian dipersingkatkan menjadi membaca al-F\u0101ti\u1e25ah. Dengan kata lain, intisari al-Qur\u2019an terletak pada pembukanya (al-F\u0101ti\u1e25ah) sebagaimana inti dari sebuah buku terletak pada mukadimahnya.<\/p>\n<p>Hal ini membuat surat al-Fa\u1e6di\u1e25ah menjadi surat padat makna sehingga Nabi menyebutnya sebagai induk al-Qur\u2019an (umm al-kit\u0101b). Induk al-Qur\u2019an yang berjumlah tujuh ayat inilah yang diperintahkan untuk dibaca secara berulang-ulang (sab\u2018\u0101n al-mats\u0101n\u012b) dalam shalat.<\/p>\n<p>Sehingga Nabi bersabda dalam sebuah hadis \u201cl\u0101 \u1e63al\u0101ta liman lam yaqra\u2019 bif\u0101ti\u1e25atil al-kit\u0101b (tidak ada shalat yang sah tanpa membaca al-F\u0101ti\u1e25ah). Sehingga seorang ulama Syiah terkemuka yang bernama Muhammad Husain Tabataba\u2019i mengarang kitab tafsir al-M\u012bz\u0101n f\u012b Tafs\u012br al-Qur\u2019\u0101n secara khusus membahas tafsir surat al-F\u0101ti\u1e25ah dalam satu jilid setengah dari 20 jilid keseluruhan kitab tafsirnya tersebut. Inilah fungsi teologis dari surat al-F\u0101ti\u1e25ah.<\/p>\n<p>Sedangkan dari dimensi budaya dan kultur, al-F\u0101ti\u1e25ah juga memiliki peran strategis dalam semua sendi kehidupan muslim. Membuka dan mengakhiri pengajian, pembacaan tahlilan (Aceh: Samadiyah), membuka acara, kendurian dan lain sebagianya pasti dibuka dengan membaca al-Fati\u1e25ah.<\/p>\n<p>Selain ngalap barokah (mencari barakah), semua mengalfatihahkan semua rutinitas ternyata memiliki basis tuntunan dari sunnah Nabi. Dalam \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim diceritakan bahwa suatu hari saat Jibril sedang bersama Nabi, tiba-tiba terdengar suara seperti pintu yang terbuka dari arah atas langit.<\/p>\n<p>Jibril menjelaskan kepada Nabi jika itu merupakan suara dari pintu langit yang hari itu terbuka dan pintu tersebut belum pernah dibukakan sebelumnya. Kemudian turunlah sesosok malaikat yang sebelumnya belum pernah turun ke bumi.<\/p>\n<p>Lalu Malaikat tersebut berkata \u201cAbsyir bi n\u016braini \u016bt\u012btahum\u0101 lam yu\u2019tahuma nabiyun qablaka f\u0101ti\u1e25atul al-kit\u0101b wa khaw\u0101timu s\u016bratil al-baqarah lan taqra\u2019 minhum\u0101 ill\u0101 u\u2018\u1e6d\u012btahu (bergembiralah atas dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang nabipun sebelummu, yaitu pembuka al-Qur\u2019an dan penutup surat al-Baqarah. Tidaklah kamu membaca satu huruf dari kedua surat itu kecuali akan diberikan kepadamu).<\/p>\n<p>Al-Fati\u1e25ah sebagai rangkuman al-Qur\u2019an, surat padat makna, induk al-Qur\u2019an, dibaca berulang-ulang dalam shalat maupun di luar shalat menghasilkan energi menaklukkan (the power of conqueror) dalam diri seorang muslim.<\/p>\n<p>Sesulit apapun permasalahan yang dihadapi pasti bisa ditaklukkan asal seorang muslim masih membaca al-F\u0101ti\u1e25ah. Pada akhirnya ini menjelaskan kenapa Nabi jika menghadapi masalah pelarian beliau adalah mengerjakan shalat. Dalam sebuah hadis Nabi berkata \u201cwa ju\u2018ilat qurrata \u2018ain\u012b f\u012b al-\u1e63al\u0101h\u201d (Allah menjadikan ketenangan hidupku dalam shalat). Wallahu a\u2018lam bil \u1e25aq\u012bqah wa \u1e63aw\u0101b.<\/p>\n<h6><strong><em>*Penulis adalah Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Ar-Raniry Banda Aceh<\/em><\/strong><\/h6>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4360?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M* Banyak hal menarik yang layak diketahui saat membicarakan sebab penamaan surat pertama dalam susunan al-Qur\u2019an dengan al-Fati\u1e25ah. Pertama, dari segi tertib turun, surat ini bukanlah yang pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam kitab al-Itq\u0101n f\u012b \u2018Ul\u016bm al-Qur\u2019\u0101n karya Al-Suy\u016b\u1e6d\u012b diterangkan bahwa al-F\u0101ti\u1e25a\u1e25 merupakan surat ke-17 yang turun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4361,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-4360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/06\/Dr.-Mizaj-Iskandar-Usman-Lc-LL.M.jpg?fit=504%2C608&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=4360"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4360\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/4361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=4360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=4360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=4360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}