{"id":4533,"date":"2020-06-09T18:02:22","date_gmt":"2020-06-09T11:02:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=4533"},"modified":"2020-06-09T18:02:22","modified_gmt":"2020-06-09T11:02:22","slug":"pasar-samudera-kutaraja-gemilang-pengganti-pasar-peunayong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/06\/09\/pasar-samudera-kutaraja-gemilang-pengganti-pasar-peunayong\/","title":{"rendered":"Pasar Samudera Kutaraja Gemilang, Pengganti Pasar Peunayong"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Pasar Samudera Kutaraja Gemilang di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam<\/strong><\/h6>\n<p><strong>Banda Aceh<\/strong> \u2013 Akhirnya, setelah menerima masukan dari berbagai pihak, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh memberi nama pasar baru di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam yakni &#8216;Pasar Samudera Kutaraja Gemilang&#8217; atau disingkat PSKG.<\/p>\n<p>Nama relokasi Pasar Peunayong tersebut diputuskan dalam rapat Forkopimda, Senin 8 Juni 2020 di pendopo. Hadir pada kesempatan itu, Wakil Wali Kota Zainal Arifin, Ketua DPRK Farid Nyak Umar, Kapolresta Kombes Pol Trisno Riyanto, Dandim 0101\/BS Kolonel Hasandi Lubis, Kajari Erwin Desman, Ketua MPU Damanhuri Basyir, dan unsur Forkopimda lainnya.<\/p>\n<p>Awalnya ada sejumlah nama yang mencuat, di antaranya Pasar Samudera Kutaraja Lamdingin. Namun kata terakhir disepakati diganti dengan \u201cgemilang\u201d.<\/p>\n<p>\u201cSama seperti namanya, kita berharap pasar yang berada di pinggir Samudera Hindia ini akan gemilang dan menjadi ikon baru Banda Aceh,\u201d kata Wali Kota Aminullah Usman, Selasa (9\/6).<\/p>\n<p>Katanya, kompleks pasar baru yang dibangun di atas lahan seluas dua hektar itu memiliki enam bangunan utama yakni pasar ikan, unggas, daging, sayur, dan bumbu, serta musala.<\/p>\n<p>\u201cJuga didukung dengan tempat parkir yang cukup luas serta sarana dan prasarana yang memadai. Sangat representatif untuk menggantikan Pasar Peunayong,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dan jika tak ada aral melintang, relokasi Pasar Peunayong akan dikakukan pada 15 Juni 2020. \u201cAlasan utama karena pasar lama di sudah tidak layak lagi, begitu semrawut, sempit, macet dan kotor. Nanti di situ akan kita tata ulang sebagai kawan heritage berkonsep waterfront city,\u201d ungkap Aminullah.<\/p>\n<p>Adapun alokasi kios dan lapak di PSKG akan diprioritaskan bagi pedagang lama di Pasar Peunayong. \u201cTotal ada 282 pedagang lama yang sudah kita data. Sebagai stimulus, untuk dua bulan pertama akan kita gratiskan biaya sewa di pasar baru. Pasar Peunayong close total mulai 14 Juni malam,\u201d ujarnya lagi.<\/p>\n<p>Wali kota juga mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat termasuk para pedagang agar proses relokasi berjalan lancar.<\/p>\n<p>\u201cMari sama-sama kita alihkan aktivitas jual-beli dari Pasar Peunayong ke PSKG di Lamdingin. Insyaallah ikhtiar kita semua akan tercatat sebagai sejarah besar bagi Kota Banda Aceh tercinta,\u201d pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4533?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasar Samudera Kutaraja Gemilang di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh \u2013 Akhirnya, setelah menerima masukan dari berbagai pihak, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh memberi nama pasar baru di Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam yakni &#8216;Pasar Samudera Kutaraja Gemilang&#8217; atau disingkat PSKG. Nama relokasi Pasar Peunayong tersebut diputuskan dalam rapat Forkopimda, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4534,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-4533","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/06\/IMG-20200609-WA0028.jpg?fit=768%2C363&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4533","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=4533"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4533\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/4534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=4533"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=4533"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=4533"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}