{"id":4615,"date":"2020-06-12T10:14:25","date_gmt":"2020-06-12T03:14:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=4615"},"modified":"2020-06-12T10:14:25","modified_gmt":"2020-06-12T03:14:25","slug":"basmalah-mantra-manusia-dalam-beramal-saleh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/06\/12\/basmalah-mantra-manusia-dalam-beramal-saleh\/","title":{"rendered":"Basmalah: &#8216;Mantra&#8217; Manusia Dalam Beramal Saleh"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh: Dr. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M*<\/strong><\/h6>\n<p><strong>Dalam<\/strong> menafsirkan <em>Basmalah, <\/em>perhatian mufassirin klasik tersita membicarakannya dari aspek fiqh, apakah <em>basmalah <\/em>ayat atau bukan ayat dari surat al-F\u0101ti\u1e25ah. Pembahasan <em>basmalah <\/em>yang fiqh sentris tentu mereduksi makna <em>basmalah <\/em>yang begitu luas dan dalam. Dalam seri ini, saya tidak hanya membicarakan status fiqh <em>basmalah<\/em>. Namun lebih dari pada itu juga akan dibincangkan mengenai khasiat yang terkandung dalam <em>basmalah<\/em>.<\/p>\n<p>Terdapat 114 kali penulisan <em>basmalah <\/em>dalam al-Qur\u2019an. 113 tertulis di awal surat dan satu tertulis dipertengahan surat Q.S al-Naml: 30. Hanya satu surat dalam al-Qur\u2019an yang tidak diawali dengan <em>basmalah, <\/em>yaitu surat al-Tawbah (al-Bar\u0101\u2019ah). Menurut mufassirin tidak patut menulis <em>basmalah <\/em>pada surat yang memuat banyak kecaman dan celaan kepada orang musyrik. Selanjutnya mufassirin sepakat mengatakan <em>basmalah <\/em>pada Q.S al-Naml: 30 merupakan ayat al-Qur\u2019an dan <em>basmalah <\/em>yang terletak di awal surat selain al-F\u0101ti\u1e25ah merupakan pagar pemisah antar surat (<em>fa<\/em><em>\u1e63<\/em><em>l al-suw<\/em><em>\u0101<\/em><em>r<\/em>) dan bukanlah ayat dari al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Namun mufassirin memperdebatkan status <em>basmalah <\/em>yang terletak di awal al-F\u0101ti\u1e25ah. Menurut mayoritas ulama <em>basmalah <\/em>di awal al-F\u0101ti\u1e25ah bukanlah ayat al-Qur\u2019an, statusnya sama sebagaimana <em>basmalah <\/em>dipermulaan surat-surat lain. Mereka berhujjah dengan hadis qudsi yang menjelaskan bahwa Allah membagi shalat seseorang kepada dua bagian, jika seseorang mulai shalat dan membaca <em>al<\/em><em>\u1e25<\/em><em>amdulill<\/em><em>\u0101<\/em><em>hirabbil \u2018<\/em><em>\u0101<\/em><em>l<\/em><em>am\u012bn, <\/em>Allah akan menjawab <em>\u201chamidan\u012b \u2018abd\u012b<\/em>\u201d (hamba-Ku telah memuji-Ku). Dalam hadis tersebut diterangkan bahwa ayat pertama yang dibaca dalam al-F\u0101ti\u1e25ah bukanlah <em>basmalah, <\/em>tetapi <em>\u201cal\u1e25amdulill\u0101hirabbil \u2018\u0101lam\u012bn\u201d<\/em>. Meski demikian, mereka berbeda-beda dalam teknis membaca <em>basmalah <\/em>dalam shalat. Karena bukan ayat al-Qur\u2019an <em>basmalah <\/em>tidak boleh dibaca dalam shalat menurut Hanafi dan Maliki. Sedangkan menurut Hanbali tetap dibaca meskipun secara pelan (<em>sirr<\/em>).<\/p>\n<p>Berbeda dengan mayoritas ulama, menurut Syafi\u2018\u012b <em>basmalah <\/em>merupakan ayat dari surat al-F\u0101ti\u1e25ah sehingga wajib dibaca dalam shalat. Syafi\u2018\u012b berargumentasi dengan hadis Ab\u016b Daw\u016bd <em>\u201canna nabiya qara\u2019a f\u012b al-\u1e62al\u0101ti bismill\u0101hirra\u1e25m\u0101nirra\u1e25\u012bm wa \u2018addah\u0101 \u0101yatan\u201d <\/em>(Nabi membaca <em>basmalah <\/em>dalam shalatnya, dan menggabnya ayat al-Qur\u2019an).<\/p>\n<p>Menurut Rasyad Khalifah, seorang cendikiawan Mesir yang bermukim di Amerika, <em>basmalah <\/em>terdiri dari sembilan belas huruf. Angka sembilan merupakan bilangan primer dalam matematika. Semua hal dalam al-Qur\u2019an bisa dibagi dengan angka sembilan belas. Misalnya surat dalam al-Qur\u2019an berjumlah 114 dibagi 19 hasilnya 6. Kata Allah disebut sebanyak 2698 jika dibagikan 19 hasilnya 142. Surat Y\u0101sin dimulai dengan dua huruf <em>y<\/em><em>\u0101<\/em><em>\u2019 <\/em>dan <em>sin<\/em>. Huruf <em>y<\/em><em>\u0101<\/em><em>\u2019 <\/em>dan <em>sin <\/em>dalam surat ini berjumlah 285 yang jika dibagikan 19 hasilnya 15. Bagi yang berminat dengan pemodelan matematis dalam al-Qur\u2019an saya merekomendasi <em>Miracle of <\/em><em>The<\/em><em> Quran <\/em>karya Rasyad Khalifah untuk dibaca.<\/p>\n<p>Dalam tafsir isy\u0101r\u012b (<em>mystical interpretation<\/em>) dijelaskan bahwa seluruh makna al-Qur\u2019an dikumpulkan pada al-F\u0101ti\u1e25ah dan makna al-F\u0101ti\u1e25ah dikumpulkan pada <em>basmalah<\/em>. Dan makna <em>basmalah <\/em>dikumpulkan pada titiknya huruf <em>ba\u2019<\/em>. Karena titik dari huruf <em>ba\u2019<\/em> itu bermakna <em>\u201cb<\/em><em>\u012b<\/em><em> k<\/em><em>\u0101<\/em><em>na m<\/em><em>\u0101<\/em><em> k<\/em><em>\u0101<\/em><em>na wa b<\/em><em>\u012b<\/em><em> yak<\/em><em>\u016b<\/em><em>nu m<\/em><em>\u0101<\/em><em> yak<\/em><em>\u016b<\/em><em>n\u201d. <\/em>Dalam bahasa Indonesia kalimat ini berarti \u201csebab Aku (Allah), semua yang ada jadi ada\u201d. Karena Allah, apa yang telah terjadi pasti terjadi dan apa yang akan terjadi pasti juga akan terjadi. Kakek yang telah meninggal maupun anak kita yang akan lahir semuanya terjadi atas kuasanya Allah. Sebab itu, titik dalam huruf <em>ba\u2019<\/em> di awal <em>basmalah<\/em> dalam khazanah tasawuf disebut <em>nuq<\/em><em>\u1e6d<\/em><em>ah al-wuj<\/em><em>\u016b<\/em><em>d<\/em> (titik wujud). Maknanya, semua wujud di alam raya tercipta berkat titik wujud ini. Titik wujud yang tunggal adalah Allah Swt. Kaum spiritualis yang punya hubungan erat dengan Allah (baca: <em>waliyull<\/em><em>\u0101<\/em><em>h<\/em>) bisa membuktikan fungsionalnya <em>basmalah <\/em>dalam aktivitas mereka sehari-hari.<\/p>\n<p>Dalam Surat Hud: 41 dikisahkan sebelum Nabi Nuh pergi meninggalkan kaumnya dengan menaiki bahtera besar ia mengucapkan <em>bismill<\/em><em>\u0101<\/em><em>hi majreh<\/em><em>\u0101<\/em><em> wa murs<\/em><em>\u0101<\/em><em>h<\/em><em>\u0101<\/em> (dengan nama Allah maka berlayar dan berlabuhlah). Ucapan <em>basmalah <\/em>Nuh membinasakan kaum kafir dengan banjir dan menyelamatkan kaum beriman dengan bahtera. Dalam kitab <em>Tadzk<\/em><em>\u012b<\/em><em>ratul Awliy<\/em><em>\u0101<\/em><em>\u2019, <\/em>Syaikh Far\u012bdudd\u012bn al-\u2018A\u1e6d\u1e6d\u0101r menceritakan kisah taubatnya ulama sufi besar Bisyr bin Ab\u016b Na\u1e63r dari kejahilannya. Di masa mudanya Bisyr merupakan alkoholik berat. Suatu malam sepulang mabuk-mabukan Bisyr menemukan secarik kertas yang tertulis <em>basmalah. <\/em>Ia pun mengutip dan meminyaki wangi-wangian kertas itu. Pada saat yang sama seorang wali Allah yang sedang tidur bermimpi dan diperintahkan dalam mimpinya untuk mencari orang yang bernama Bisyr bin Ab\u016b Na\u1e63r. Awalnya si wali ini mengabaikan mimpinya. Namun, mimpi itu datang berturut-turut setiap malam. Si wali pun mengalah dengan mimpinya dan mendatangi Bisyr untuk menyampaikan pesan dalam mimpinya. Pesan itu berbunyi \u201ckamu telah mengharumkan nama-Ku, dan Aku pun akan mengharumkan namamu\u201d. Kejadian itu menjadi momentum hijrahnya sufi besar Bisyr bin Ab\u016b Na\u1e63r.<\/p>\n<p>Kisah yang sama juga diceritakan oleh Syaikh Y\u016bsuf al-Nabh\u0101n\u012b dalam <em>J<\/em><em>\u0101<\/em><em>mi\u2018 Kar<\/em><em>\u0101<\/em><em>matil<\/em><em> \u0100wliy\u0101\u2019<\/em>. Dikisahkan ada seorang wali bernama Hafiz Usman Efendi (w. 1698 M), penulis al-Qur\u2019an Istanbul (disebut al-Qur\u2019an Istanbul atau stanbul karena awalnya dicetak di Turki, meskipun sekarang banyak negara turut mencetaknya juga. Berbentuk mushaf kecil, diminyaki dengan wewangian dan disimpan dalam sebuah kota. Mushaf ini dibaca terus-menerus oleh pemiliknya dan diwariskan secara turun-menurun sehingga menjadi semacam pusaka keluarga). Hafiz Usman jika datang ke acara tahlilan (Aceh: Samadiyah), tuan rumah yang mengundang pasti menyembelih sapi. Mereka merasa terhormat dan senang majlis mereka dikunjungi oleh Hafiz Usman. Tetapi dalam membaca tahlilan, Hafiz Usman cuma membaca <em>bismill<\/em><em>\u0101<\/em><em>hirra<\/em><em>\u1e25<\/em><em>m<\/em><em>\u0101<\/em><em>nirra<\/em><em>\u1e25\u012b<\/em><em>m<\/em>. Setalah itu ia pamitan dan berkata kepada tuan rumah \u201csudah ya, saya masih banyak urusan\u201d. Tuan ruma merasa kesal dan dilecehkan oleh sikap Hafiz Usman. Teryata kekesalan tuan rumah ini sampai juga ditelinga wali tersebut. Hafiz Osman kemudian gantian mengundang tuan rumah itu ke rumahnya. Ia meminta tuan rumah itu menebang sebuah pohon besar. Ia juga meminta kepada muridnya untuk mencarikan seekor sapi gemuk. Lalu sapi itu diletakkan pada sisi pohon besar itu dan Hafiz Osman menaiki sisi yang lain. Ternyata timbangan Hafiz Usman lebih berat dibandingkan seeokor sapi gemuk.<\/p>\n<p>Meski membaca <em>basmalah <\/em>tidak wajib secara fiqh, tapi menurut tauhid <em>basmalah <\/em>wajib dibaca. Sebab kalau tidak membaca <em>basmalah<\/em> jangan-jangan kita meyakini kalau makan pasti kenyang, minum pasti segar. Padahal menyematkan kata \u201cpasti\u201d itulah yang menjadikan seseorang syirik. Karena seakan-akan makan itu mempunyai kekuatan yang luar biasa sehingga dapat mengenyangkan. Ini menyebabkan para ulama tauhid memandang membaca <em>basmalah <\/em>sangatlah penting untuk menetralisir adat yang sudah berkerak dan mendarah daging.<\/p>\n<p>Nabi sendiri mengajarkan kita untuk membaca <em>basmalah <\/em>dalam beraktivitas <em>\u201ckullu amrin dz<\/em><em>\u012b<\/em><em> b<\/em><em>\u0101<\/em><em>lin la yaqra\u2019 f<\/em><em>\u012b<\/em><em>hi bibismill<\/em><em>\u0101<\/em><em>hi fahuwa abtar <\/em>(setiap amal saleh yang tidak dibacakan <em>basmalah <\/em>sia-sia lah amalanya itu). Sampai-sampai Nabi mengajarkan jika lupa membaca <em>basmalah <\/em>di awal beraktivitas, bacalah <em>basmalah<\/em> itu kapan saja saat mengingatnya. Dalam sebuah hadis Nabi mengajarkan kalimat <em>\u201cbismill<\/em><em>\u0101<\/em><em>hi awwalahu wa <\/em><em>\u0101<\/em><em>khirahu\u201d<\/em> (dengan nama Allah di awal maupun di akhir). Jika demikian, tidak berlebihan jika Fakhrudd\u012bn al-R\u0101z\u012b dalam kitab <em>Maf<\/em><em>\u0101<\/em><em>ti<\/em><em>\u1e25<\/em><em>ul Ghaib <\/em>mengatakan kedudukan <em>basmalah <\/em>yang diucapkan manusia sama dengan kedudukan <em>kun fayak<\/em><em>\u016b<\/em><em>n <\/em>yang diucapkan Allah. Kata <em>kun fayak<\/em><em>\u016b<\/em><em>n <\/em>menjadi \u201cmantra\u201d Allah dalam menciptakan alam semesta, sedangkan <em>basmalah <\/em>menjadi \u201cmantra\u201d manusia dalam beramal saleh.<\/p>\n<p>Imam al-Dzahab\u012b dalam kitab <em>Siyar A\u2018l<\/em><em>\u0101<\/em><em>m al-Nubal<\/em><em>\u0101<\/em><em>\u2019 <\/em>menyebut biografi seorang perawi hadis bernama Musaddad. Ia lahir di Basrah pada abad ke 3 H. Al-Dzahab\u012b menyebutnya sebagai <em>\u201cminal aimmatil astb<\/em><em>\u0101<\/em><em>t\u201d <\/em>(perawi yang dapat dipercaya). Sehingga hadis yang dirawinya banyak ditemukan dalam <em>\u1e62<\/em><em>a<\/em><em>\u1e25\u012b\u1e25<\/em><em> Bukh<\/em><em>\u0101<\/em><em>r<\/em><em>\u012b<\/em><em>, <\/em><em>\u1e62a\u1e25i\u1e25 Muslim <\/em>dan <em>Sunan Ibn M\u0101jjah<\/em>. Dalam beberapa kitab <em>\u1e6cabaq\u0101t <\/em>(ensiklopedi biografi tokoh) diterangkan nama lengkapnya adalah Musaddad bin Musarhad bin Musarbal bin Mugharbal bin Mura\u2019bal bin Arandal bin Sarandal bin \u2018Arandal bin Masik bin Mustaurad al-Asadi. Terkesima dengan nama-nama dalam silsilah Musaddad, salah seorang ulama berseloroh \u201cAndai nama-nama ini ditulis dengan didahului <em>basmalah<\/em>, ia bisa jadi mantra (<em>ruqyah<\/em>) untuk menangkal bisa kalajengking.\u201d Kisah satir atau bahkan anekdot ini menunjukkan kesaktian <em>basmalah.<\/em> Dalam literatur Inggris disebutkan <em>With men this is possible, with god all things are possible <\/em>(bersama manusia Cuma satu hal yang mungkin, bersama tuhan semuanya jadi mungkin).<\/p>\n<p>Dengan mengucapkan <em>basmalah <\/em>banyak amal saleh bisa kita kerjakan. <em>Wallahu a\u2018lam bilhaq<\/em><em>\u012b<\/em><em>qati wa <\/em><em>\u1e63<\/em><em>aw<\/em><em>\u0101<\/em><em>b<\/em>.<\/p>\n<p><em>*Penulis adalah Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Ar-Raniry<\/em><\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4615?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M* Dalam menafsirkan Basmalah, perhatian mufassirin klasik tersita membicarakannya dari aspek fiqh, apakah basmalah ayat atau bukan ayat dari surat al-F\u0101ti\u1e25ah. Pembahasan basmalah yang fiqh sentris tentu mereduksi makna basmalah yang begitu luas dan dalam. Dalam seri ini, saya tidak hanya membicarakan status fiqh basmalah. Namun lebih dari pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4616,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-4615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/06\/11-1.jpg?fit=506%2C387&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=4615"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4615\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/4616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=4615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=4615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=4615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}