{"id":46851,"date":"2022-10-04T17:23:54","date_gmt":"2022-10-04T10:23:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=46851"},"modified":"2022-10-04T17:23:54","modified_gmt":"2022-10-04T10:23:54","slug":"sekolah-jurnalistik-pwi-aceh-direstrukturisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/10\/04\/sekolah-jurnalistik-pwi-aceh-direstrukturisasi\/","title":{"rendered":"Sekolah Jurnalistik PWI Aceh Direstrukturisasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh yang dibuka sejak 2013 dan sempat melaksanakan dua gelombang pendidikan, kini direstrukturisasi yang diharapkan bisa kembali melaksanakan fungsinya sebagai lembaga yang mendidik calon wartawan, dan wartawan anggota PWI Aceh pada khususnya menjadi sosok-sosok profesional, berwawasan dan beretika di bidang jurnalistik.<\/p>\n<p>Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin mengatakan, restrukturisasi tersebut disepakati melalui rapat Pengurus PWI Aceh, di Banda Aceh, Selasa, 4 Oktober 2022.<\/p>\n<p>Mengacu pada SK yang diterbitkan pada 19 Agustus 2013, struktur SJI Aceh terdiri atas Pembina, Pengawas dan Pengelola.<\/p>\n<p>\u201cFormatnya tetap mengacu pada SK sebelumnya, namun ada perubahan pada Dewan Pembina, Pengawas, dan Pengelola. Komposisinya lebih ramping, namun kaya fungsi,\u201d kata Nasir Nurdin.<\/p>\n<p>Pada struktur baru yang segera akan di-SK-kan oleh Pengurus PWI Aceh\u2014dengan mengetahui Direktur Badan Eksekutif SJI Pusat\u2014jabatan Kepala Sekolah SJI Aceh dipercayakan kepada Asnawi Kumar (Wakil Ketua PWI Aceh Bidang Pendidikan).<\/p>\n<p>Asnawi menggantikan Iranda Novandi, yang telah mengelola SJI Aceh sejak awal terbentuk tahun 2013.<\/p>\n<p>\u201cKami mengucapkan terima kasih atas pengabdian Kepala SJI PWI Aceh sebelumnya, Iranda Novandi bersama kawan-kawan yang telah meletakkan fondasi pada lembaga ini sehingga keberadaannya masih bertahan hingga sekarang. Kami masih berharap sumbangan tenaga dan pikirannya untuk kita kembangkan terus lembaga ini guna mencetak wartawan professional, berwawasan, dan beretika,\u201d ujar Ketua PWI Aceh.<\/p>\n<p>Sekretaris PWI Aceh Muhammad Zairin menambahkan, nama-nama calon yang akan duduk sebagai Pembina, Pengawas, dan Pengelola sudah terjaring pada rapat pengurus, namun akan digodok lagi\u2014termasuk mengonfirmasikan kesediaan\u2014sebelum diterbitkan SK-nya.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya nanti, pengelola SJI bertugas menyiapkan program pendidikan dan pelatihan kewartawanan kepada anggota PWI, rekrutmen tenaga pengajar dan siswa, peningkatan SDM bidang kehumasan di lingkungan pemerintahan, BUMD, BUMN, dunia usaha, dan membangun kerja sama dengan pihak ketiga dan bertanggung jawab sepenuhnya kepada Pengurus PWI Aceh.<\/p>\n<p>Untuk duketahui, SJI Aceh diresmikan 19 Agustus 2013 oleh Wagub Aceh saat itu Muzakir Manaf bersama Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman, dan PWI Pusat Marah Sakti Siregar. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/46851?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh yang dibuka sejak 2013 dan sempat melaksanakan dua gelombang pendidikan, kini direstrukturisasi yang diharapkan bisa kembali melaksanakan fungsinya sebagai lembaga yang mendidik calon wartawan, dan wartawan anggota PWI Aceh pada khususnya menjadi sosok-sosok profesional, berwawasan dan beretika di bidang jurnalistik. Ketua PWI Aceh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":46852,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-46851","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/10\/IMG-20221004-WA0048.jpg?fit=1600%2C1200&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/46851","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=46851"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/46851\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/46852"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=46851"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=46851"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=46851"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}