{"id":48486,"date":"2022-10-28T17:36:51","date_gmt":"2022-10-28T10:36:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=48486"},"modified":"2022-10-28T17:45:02","modified_gmt":"2022-10-28T10:45:02","slug":"nasdem-ingin-kembalikan-bank-konvensional-ke-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/10\/28\/nasdem-ingin-kembalikan-bank-konvensional-ke-aceh\/","title":{"rendered":"Nasdem Ingin Kembalikan Bank Konvensional ke Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Partai NasDem menilai salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi di Aceh terhambat dan tingginya angka kemiskinan adalah akibat tidak adanya lagi bank konvensional di Aceh sejak 4 Januari tahun 2022.<\/p>\n<p>Karenanya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memprakarsai untuk kembali hadirnya bank-bank konvensional ke Provinsi Aceh.<\/p>\n<p>Taufiqulhadi menilai saat ini Aceh masih sangat membutuhkan keberadaan bank konvensional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.<\/p>\n<p>Menurutnya, kekosongan bank konvensional seperti Bank Mandiri, BNI, BRI dan lainnya sangat mengganggu upaya masyarakat Aceh untuk keluar dari permasalahan ekonomi.<\/p>\n<p>&#8220;Dari data statistik, Aceh terbukti menjadi provinsi termiskin di Sumatera. Angka stunting sangat tinggi, inflasi tinggi dan angka pertumbuhan ekonomi masih rendah jika dibandingkan dengan nilai rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional,&#8221; ujar Teuku Taufiqulhadi melalui keterangannya kepada media pada Jum&#8217;at (28\/10\/2022)<\/p>\n<p>Mantan Anggota DPRI RI periode 2014-2019 ini mengungkapkan, tidak adanya Bank konvensional di Aceh telah menyebabkan terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat Aceh, karena kurangnya dukungan modal usaha.<\/p>\n<p>&#8220;Absennya bank konvensional ini, kegiatan ekonomi rakyat terganggu. Para pengusaha lokal gagal merencanakan kegiatan perusahaannya karena dukungan perbankan tidak maksimal,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Taufiqulhadi juga melihat, jika tidak segera ada penyelesaian terhadap masalah ini, ekonomi Aceh akan semakin tenggelam.<\/p>\n<p>&#8220;Lembaga keuangan syariah di Aceh memang makin membaik, tapi belum sepenuhnya mampu menutupi kekosongan yang ditinggalkan bank-bank konvensional,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Demi masyarakat, Taufiqulhadi dalam hal ini meminta agar pemerintah pusat untuk ikut campur tangan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat melihat, jika bank konvensional kembali ke Aceh, maka akan tercipta kompetisi yang sehat dan menguntungkan bagi masyarakat sendiri, bank syariah pun akan cepat belajar dan menjadi lebih baik,&#8221; pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/48486?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banda Aceh &#8212; Partai NasDem menilai salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi di Aceh terhambat dan tingginya angka kemiskinan adalah akibat tidak adanya lagi bank konvensional di Aceh sejak 4 Januari tahun 2022. Karenanya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memprakarsai untuk kembali hadirnya bank-bank konvensional ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":48488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-48486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-28-at-05.40.50.jpeg?fit=1599%2C899&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/48486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=48486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/48486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/48488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=48486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=48486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=48486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}