{"id":5093,"date":"2020-06-26T06:48:03","date_gmt":"2020-06-25T23:48:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=5093"},"modified":"2020-06-26T01:53:11","modified_gmt":"2020-06-25T18:53:11","slug":"sang-murabbi-semesta-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/06\/26\/sang-murabbi-semesta-alam\/","title":{"rendered":"Sang Murabbi Semesta Alam"},"content":{"rendered":"<h6><strong>Oleh: Dr. H. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M*<\/strong><\/h6>\n<p><strong>Pada<\/strong> bagian kedua dari surat al-F\u0101ti\u1e25ah, Allah memperkenalkan dirinya sebagai rabbul \u2018\u0101lam\u012bn (Pencipta Semesta Alam). Dalam bahasa Arab kata rabb seakar kata dengan tarbiyah yang dimaknakan sebagai pendidikan dalam bahasa Indonesia. Sedangakan pendidik dalam bahasa Arab disebut murabb\u012b.<\/p>\n<p>Pendidik tidak saja bertugas mengasuh anak didiknya sedari awal, tetapi ia juga bertanggungjawab menjaga dan mengembangkan anak didikannya sehingga ia melebur menjadi manusia paripurna (ins\u0101n k\u0101mil). Ibarat petani menanam padi, tugasnya belum selesai dengan menyemai benih ke dalam tanah.<\/p>\n<p>Karena peminat padi tidak saja manusia, hama juga berminat pada padi. Maka petani kemudian wajib menjaga tanamannya hingga tumbuh berkembang sehingga siap untuk dipanen.<\/p>\n<p>Dalam Islam, tugas Allah sebagai pencipta, pemelihara dan pelebur alam semesta terakumulasi dalam kata rabb atau murabb\u012b.<\/p>\n<p>Kesatuan fungsi ketuhanan ini dalam ajaran Hindu dikenal dengan trimurti. Suatu konsep pembagian kuasa rabb ke dalam tiga kekuatan dewa. Brahma bertugas sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Siwa sebagai pelebur.<\/p>\n<p>Dalam Islam, konsep trimurti dilebur dalam konsep tauhid (keesaan Tuhan dalam setiap aspek tindakan-Nya).<br \/>\nMenurut teolog sunni (ahl al-kal\u0101m). Alam semesta ini \u1e25\u0101dits. Dalam pengertian teologis, \u1e25\u0101dits adalah segala sesuatu yang terjadi dalam waktu, sesuatu yang temporal, yang memiliki tempo.<\/p>\n<p>Segala sesuatu yang terjadi dalam waktu memiliki watak khas; ada permulaan ada akhir. Start and finish adalah ciri-ciri sesuatu yang temporal. Salah satu premis yang dikemukakan ahli ilmu kalam adalah \u201ckullu \u2018\u0101lam\u012bn \u1e25\u0101ditsun\u201d (seluruh alam raya temporal).<\/p>\n<p>Ini berarti alam raya bermula di titik waktu tertentu di masa lampau dan akan berakhir di titik tertentu pula di masa depan.<\/p>\n<p>Penjelasan di atas setali tiga uang dengan ilmu astronomi modern. Ilmu astronomi menengarai permulaan munculnya alam raya dengan momen singularitas yang disebut big bang (ledakan besar). Secara empiris penemuan ini terbukti pada tahun 1927 dengan teleskop Edwin Hubble.<\/p>\n<p>Penemuan ini sekaligus mematahkan pandangan Ibn Rusyd dalam Tah\u0101futul Tah\u0101fut (incoherence of incoherence) yang mendukung ide para filosof Yunani tentang qidam al-\u2018\u0101lam (alam raya yang abadi di masa lampau, tidak bermula pada satu titik waktu). Konsekuensi qidam-nya Alam adalah kekal abadinya Alam semesta (baq\u0101\u2019).<\/p>\n<p>Sebaliknya pandangan al-Ghaz\u0101l\u012b dalam Tah\u0101futul Fal\u0101sifah (incoherence of philosophers) sebagai lawan debat Ibn Rusyd terbukti benar. Alam raya adalah \u1e25\u0101dits, bermula dalam waktu (temporally created).<\/p>\n<p>Perdebatan antara dua ulama beda generasi (al-Ghaz\u0101l\u012b w. 1111 dan Ibn Rusyd w.1198 M) terjadi saat al-Ghaz\u0101l\u012b berusaha menangkal argumentasi filsafat dalam menjelaskan hubungan tuhan dengan alam semesta.<\/p>\n<p>Untuk tujuan ini, al-Ghaz\u0101l\u012b mengarang kitab Tah\u0101futul Fal\u0101sifah yang berisi enam belas argumentasi kekeliruan filsafat dalam menjelaskan korelasi antara tuhan dan alam semesta.<\/p>\n<p>Namun tiga diantaranya yang terpenting adalah: Pertama, kaum filosof mengatakan bahwa alam adalah eternal (azal\u012b). Tidak berawal (qidam), konsekuensi mengatakan alam semesta qidam adalah kekalnya alam semesta.<\/p>\n<p>Sehingga mengimplikasikan ada dualisme tuhan; Allah dan alam semesta (universe). Kedua, karena menolak kebangkitan jasmani, berarti kaum filosof meremehkan kemahakuasaan Allah.<\/p>\n<p>Padahal terdapat banyak sekali ayat al-Qur\u2019an yang menegaskan kemungkinan kebangkitan raga manusia. Seperti diterangkan Allah dalam Surat Y\u0101sin ayat 79.<\/p>\n<p>Ketiga, kaum filosof berpendapat Allah tidak mengetahui hal-hal partikular. Pandangan ini, kata al-Ghaz\u0101l\u012b, menentang kemahatahuan Allah. Dalam Surat al-An\u2018\u0101m ayat 59 Allah menegaskan mulai dedaunan yang jatuh dari pohon sampai kerikil hitam, di atas batu hitam dan dalam kepekatan malam pasti diketahui Allah \u201cwa m\u0101 tasqu\u1e6du min waraqatin ill\u0101 ya\u2018lamuh\u0101 wa l\u0101 \u1e25abbatin f\u012b \u1e93ulum\u0101til ar\u1e0di wa l\u0101 ra\u1e6dbin wa l\u0101 y\u0101bisin ill\u0101 f\u012b kit\u0101bin mub\u012bn.<\/p>\n<p>Lima belas tahun setelah wafatnya al-Ghaz\u0101l\u012b, lahir seorang filosof Islam yang bernama Ibn Rusyd (Averroes). Ia berusaha membela para filosof yang dikritik al-Ghaz\u0101l\u012b dengan menulis kitab Tah\u0101futul Tah\u0101fut.<\/p>\n<p>Sebenarnya al-Ghaz\u0101l\u012b tidaklah total anti filsafat, yang pada waktu itu merupakan \u201cinduk pengetahuan\u201d dalam pengertian mencangkup metafisik dan fisik. Itulah mengapa karyanya itu tidak dinamakan dengan Tah\u0101futul Falsafah (Inkohensi Filsafat), tetapi ia menamakan karyanya Tah\u0101futul Fal\u0101sifah (Inkoherinsi Filosof).<\/p>\n<p>Yang rancu, bagi al-Ghaz\u0101l\u012b, bukanlah filsafat tetapi kaum filosof (fal\u0101sifah), dalam hal ini yang ia maksudkan dengan kaum filosof adalah al-Farab\u012b dan Ibn Sin\u0101. Penekanan al-Ghaz\u0101l\u012b sebenarnya adalah umat Islam tidak boleh menggantikan metafisika al-Qur\u2019an dan Sunnah dengan metafisika Yunani. Wahyu monotisme tidak boleh ditukar dengan mitos politeis.<\/p>\n<p><em><strong>*Penulis adalah Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry<\/strong><\/em><\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5093?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Dr. H. Mizaj Iskandar Usman, Lc LL.M* Pada bagian kedua dari surat al-F\u0101ti\u1e25ah, Allah memperkenalkan dirinya sebagai rabbul \u2018\u0101lam\u012bn (Pencipta Semesta Alam). Dalam bahasa Arab kata rabb seakar kata dengan tarbiyah yang dimaknakan sebagai pendidikan dalam bahasa Indonesia. Sedangakan pendidik dalam bahasa Arab disebut murabb\u012b. Pendidik tidak saja bertugas mengasuh anak didiknya sedari awal, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5094,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-5093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/06\/13-4.jpg?fit=699%2C989&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=5093"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5093\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/5094"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=5093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=5093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=5093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}