{"id":51845,"date":"2022-12-29T00:52:39","date_gmt":"2022-12-28T17:52:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=51845"},"modified":"2022-12-29T00:52:39","modified_gmt":"2022-12-28T17:52:39","slug":"banda-aceh-mulai-terapkan-parkir-non-tunai-di-tiga-ruas-jalan-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2022\/12\/29\/banda-aceh-mulai-terapkan-parkir-non-tunai-di-tiga-ruas-jalan-ini\/","title":{"rendered":"Banda Aceh Mulai Terapkan Parkir Non Tunai di Tiga Ruas Jalan Ini"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan mulai memberlakukan E-Parking alias mesin parkir elektronik dengan pembayaran non tunai.<\/p>\n<p>Tiga kawasan parkir non tunai atau elektronik diluncurkan Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq, Rabu (28\/12\/2022) di Jalan T. Panglima Nyak Makam, Gampong Lambhuk.<\/p>\n<p>Launching kawasan parkir elektronik non tunai ini ditandai dengan penabuhan rapa&#8217;i oleh Bakri Siddiq bersama Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Usman, Ketua Komisi III DPRK Irwansyah Deputi Kepala BI Perwakilan Aceh T Amir Hamzah, Kadishub Wahyudi, dan para pimpinan perbankan yang ikut hadir pada acara ini.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, hari ini kita meluncurkan tiga kawasan parkir elektronik, yakni di Jalan T Panglima Nyak Makam, Jalan Prof Ali Hasjmy, dan Jalan Sri Ratu Safiatuddin,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cProgram ini kita luncurkan untuk mengoptimalkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir jalan umum, agar dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya bagi masyarakat kota,\u201d ujarnya lagi.<\/p>\n<p>Bukan hanya di tiga kawasan tersebut, Pemko kata Bakri Siddiq akan terus memperluas kawasan E-Parking tersebut secara bertahap di berbagai lokasi di Banda Aceh.<\/p>\n<p>\u201dSelain peningkatan PAD, tujuan kita menjadikan Banda Aceh Smart City sebagai kota modern, selain itu juga dapat mengurangi kemacetan dan kesemrawutan kendaraan yang tidak beraturan. Dan juga menciptakan masyarakat kota yang tertib berlalu lintas,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kata Bakri, salah satu tugas pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan ekonomi yang diambil oleh Pemko juga terus berupaya mengikuti perkembangan zaman dan dinamika ekonomi global.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, kemajuan teknologi dan era digitalisasi menawarkan cara untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor dan memperluas partisipasi semua segmen masyarakat dalam mendorong geliat ekonomi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Namun, lanjutnya, untuk dapat bersaing dan menjadi pemenang di era ekonomi digital perlu menangkap peluang inovasi yang dapat dilakukan baik dari sektor pemerintah maupun pelaku bisnis.<\/p>\n<p>\u201cAdanya program parkir non-tunai ini juga mendukung kebijakan pemerintah untuk mempercepat pembayaran non-tunai pada masyarakat. Hal ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo, untuk mempercepat pembayaran non-tunai pada masyarakat,\u201d kata Bakri Siddiq.<\/p>\n<p>Ia kemudian mengungkapkan dampak positif dari inovasi tersebut, diantaranya dapat meminimalisir bocornya PAD dari sektor pembayaran retribusi parkir dan membuat masyarakat terhindar dari praktik juru parkir liar.<\/p>\n<p>\u201cPembayaran parkir nontunai akan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam transaksi parkir di badan jalan. Apalagi transaksi secara elektronik juga lebih efisien sekaligus menahan laju inflasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Launching kawasan parkir elektronik ini menuai apresiasi dari Deputi Kepala BI Perwakilan Aceh, T Amir Hamzah. Ia mengatakan pemberlakukan kawasan E-Parking ini bentuk komitmen dari Pemko Banda Aceh mendukung program pembayaran non tunai.<\/p>\n<p>\u201cDan ini juga salah-satu tugas BI sebagaimana pembayaran non tunai ini semakin hari semakin tumbuh dan diterima oleh masyarakat,\u201d kata T Amir Hamzah.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, program E-Parking memiliki banyak keuntungan. \u201cBagi pemerintah tentu saja bisa hindari kebocoran, tingkatkan efisiensi dan peningkatan PAD,\u201d kata Amir Hamzah.<\/p>\n<p>Ia berharap, program ini dapat diikuti oleh daerah lainnya di Aceh. &#8220;Kita sangat bersyukur, semoga ini bisa dicontoh oleh daerah lain di Aceh. Karena ini akan jadi indeks salah satu kota digital dari sisi program elektronifikasi transaksi pemerintah,\u201d tutup Amir Hamzah.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kadishub Wahyudi dalam laporannya mengatakan penerapan tahap awal kawasan parkir non tunai yang sudah dilengkapi barier gate ada tiga lokasi, yakni di Jalan T Panglima Nyak Makam, Jalan Prof Ali Hasjmy dan di Jalan Sri Ratu Safiatuddin.<\/p>\n<p>Penerapan kawasan E-Parking ini mendapat dukungan dari PT Moduleb Intracs Yasatama sebagai pemegang hak atas aplikasi parking. Untuk program ini, Pemko juga mendapatkan dukungan dari DPRK, Bank Mandiri, BRI selaku pemegang HAK atas SAM Development Kartu Elektronik sebagai alat bayar parkir non tunai, dan juga dari Bank Aceh Syariah dan BSI. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/51845?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Perhubungan mulai memberlakukan E-Parking alias mesin parkir elektronik dengan pembayaran non tunai. Tiga kawasan parkir non tunai atau elektronik diluncurkan Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq, Rabu (28\/12\/2022) di Jalan T. Panglima Nyak Makam, Gampong Lambhuk. Launching kawasan parkir elektronik non tunai ini ditandai dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":51846,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-51845","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2022\/12\/IMG-20221229-WA0004.jpg?fit=1280%2C853&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/51845","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=51845"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/51845\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/51846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=51845"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=51845"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=51845"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}