{"id":52896,"date":"2023-01-20T07:49:14","date_gmt":"2023-01-20T00:49:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=52896"},"modified":"2023-01-20T07:49:14","modified_gmt":"2023-01-20T00:49:14","slug":"dek-gam-somasi-presiden-persiraja-terkait-cek-kosong-pembelian-saham-klub","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/01\/20\/dek-gam-somasi-presiden-persiraja-terkait-cek-kosong-pembelian-saham-klub\/","title":{"rendered":"Dek Gam Somasi Presiden Persiraja Terkait Cek Kosong Pembelian Saham Klub"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Mantan Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam mengirimkan somasi kepada Presiden Persiraja Zulfikar SBY karena belum melunasi sisa pembayaran pembelian saham klub, dan hanya menyerahkan cek kosong yang tidak cukup.<\/p>\n<p>Somasi itu dikirimkan oleh Kuasa Hukum Dek Gam yakni Askhalani, Zulkifli dan Pujiaman dari kantor hukum ARZ dan Rekan yang diterima langsung oleh Presiden Persiraja Banda Aceh, Zulfikar, Kamis (19\/1\/2023).<\/p>\n<p>Askhalani mengatakan, somasi itu dikirimkan karena Zulfikar SBY tidak melunasi sisa pembayaran pembelian saham Persiraja sebesar Rp 650 juta hingga batas waktu yang ditentukan.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan kalau kepemilikan saham kliennya dijual sebesar 80 persen dengan total biaya yang harus dibayar oleh Zulfikar SBY sebesar Rp 1 miliar.<\/p>\n<p>\u201cPada tahap pertama, Zulfikar SBY sudah membayar Rp 350 juta,\u201d kata Askhalani didampingi Zulkifli dan Pujiaman saat konferensi pers, Kamis (19\/1).<\/p>\n<p>Sisa selanjutnya, kata Askhalani, Zulfikar menyerahkan satu lembar cek kepada kliennya sebesar Rp 650 juta, dimana diikat dalam perjanjian akta notaris.<\/p>\n<p>\u201cDalam akta itu juga dicantumkan kalau sisa pembayaran akan dilunasi dengan tenggang waktu hingga 22 November 2022,\u201d jelas Askhalani.<\/p>\n<p>Namun, kata Askhalani, hingga batas yang sudah dicantumkan itu, Zulfikar belum melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 650 juta.<\/p>\n<p>\u201cSejak jatuh tempo 22 November 2022 sampai 18 Januari 2023, cek yang sudah diserahkan ke klien kami tidaklah bisa dicairkan dan ditolak oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan alasan dana tidak cukup,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, ia mengingatkan kepada Zulfikar untuk segera melakukan sisa pelunasan itu.<\/p>\n<p>\u201cKami memberikan waktu selama 2 x 24 jam semenjak Surat Somasi ini diterima untuk segera melunasi sisa pembayaran itu,\u201d tegas Askhalani.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, apabila sisa pembayaran juga tidak dilunasi hingga batas waktu yang diberikan, maka pihaknya akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.<\/p>\n<p>\u201cKalau dalam waktu yang telah diberikan juga tidak melaksanakan kewajibannya, sehingga secara mutatis mutadis berlaku Pasal 3 sebagaimana telah dituangkan dalam Perjanjian Tanggal 22 Agustus 2022,\u201d kata Askhalani.<\/p>\n<p>&#8220;Apabila Zulfikar tidak mengindahkan somasi, maka klien kami akan menempuh jalur hukum,\u201d pungkas Askhalani. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/52896?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Mantan Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam mengirimkan somasi kepada Presiden Persiraja Zulfikar SBY karena belum melunasi sisa pembayaran pembelian saham klub, dan hanya menyerahkan cek kosong yang tidak cukup. Somasi itu dikirimkan oleh Kuasa Hukum Dek Gam yakni Askhalani, Zulkifli dan Pujiaman dari kantor hukum ARZ dan Rekan yang diterima [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52897,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-52896","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/01\/IMG-20230120-WA0007.jpg?fit=1080%2C506&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/52896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=52896"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/52896\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/52897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=52896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=52896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=52896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}