{"id":52912,"date":"2023-01-20T20:06:33","date_gmt":"2023-01-20T13:06:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=52912"},"modified":"2023-01-20T20:06:33","modified_gmt":"2023-01-20T13:06:33","slug":"kembalikan-uang-panjar-saham-rp-350-juta-ke-zulfikar-sby-persiraja-kembali-milik-dek-gam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/01\/20\/kembalikan-uang-panjar-saham-rp-350-juta-ke-zulfikar-sby-persiraja-kembali-milik-dek-gam\/","title":{"rendered":"Kembalikan Uang Panjar Saham Rp 350 Juta ke Zulfikar SBY, Persiraja Kembali Milik Dek Gam"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> \u2013 Mantan Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam sudah mengembalikan uang panjar pembelian saham PT Lantak Laju Persiraja kepada Presiden Persiraja Zulfikar SBY.<\/p>\n<p>Uang itu dikirim langsung ke rekening Zulfikar SBY sebesar Rp 350 juta, pada Jum&#8217;at (20\/1\/2023). Uang itu merupakan uang muka yang sudah pernah diserahkan Zulfikar kepada Dek Gam\u2013sapaan Nazaruddin\u2013pada saat pembelian saham klub Liga 2 tersebut.<\/p>\n<p>Kuasa Hukum Nazaruddin Dek Gam, Askhalani mengatakan kalau klienya memiliki 80 persen saham PT Lantak Laju Persiraja, yang kemudian dijual kepada Zulfikar.<\/p>\n<p>\u201cSaham yang dijual itu dibeli oleh Zulfikar sebesar Rp 1 miliar, pada tahap pertama Zulfikar sudah membayar uang muka sebesar Rp 350 juta,\u201d kata Askhalani.<\/p>\n<p>Kemudian, kata Askhalani, sisa yang belum dilunasi oleh Zulfikar sebesar Rp 650 juta, diikat dalam perjanjian akta notaris bernomor 108\/S\/L\/VIII\/BA\/2022 tertanggal 22 Agustus 2022.<\/p>\n<p>\u201cDimana Zulfikar menyerahkan selembar cek BSI Nomor: CB 415051, akan dibayar tertanggal 22 November 2022, dengan dengan total Rp 650 juta. Tapi hingga tanggal tersebut, uang tidak ada di rekening yang tercantum dalam cek yang diserahkan Zulfikar kepada klien kami,\u201d ungkap Askhalani, Jum&#8217;at (20\/1).<\/p>\n<p>Selanjutnya, kata Askhalani, karena Zulfikar tidak mampu melunasi sisa pembayaran pembelian saham sebesar Rp 650 juta, maka berlaku pasal 3 yang tercantum dalam perjanjian akta notaris.<\/p>\n<p>\u201cMakanya klien kami tadi sudah mengirimkan uang ke rekening Zulfikar Rp 350 juta. Karena dalam akta itu ditulis bahwa perjanjian itu batal dengan kesepakatan uang yang telah diserahkan pihak kedua kepada pihak pertama akan dikembalikan seluruhnya oleh pihak pertama kepada pihak kedua,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Dengan sudah diserahkannya uang Rp 350 juta kepada Zulfikar, kata Askhalani, perjanjian yang sudah dibuat dalam akta notaris itu menjadi batal, sehingga saham PT Lantak Laju Persiraja resmi kembali kepada Dek Gam.<\/p>\n<p>\u201cSebagai warga taat hukum, klien kami patuh pada perjanjian itu, sehingga klien kami mengembalikan Rp 350 juta. Pengembalian itu merupakan akibat dari Zulfikar tidak bisa membayar sisa pembayaran yang tertuang dalam perjanjian itu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, kata Askhalani, dengan sudah dikembalikannya uang tersebut, polemik kepemilikan saham PT Lantak Laju Persiraja sudah selesai, dimana Persiraja sudah sah kembali menjadi milik klien kami Nazaruddin Dek Gam.<\/p>\n<p>\u201cSaham PT Persiraja Lantak Laju sudah sah milik klien kami Nazaruddin Dek Gam,\u201d pungkas Askhalani. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/52912?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Mantan Presiden Persiraja Banda Aceh Nazaruddin Dek Gam sudah mengembalikan uang panjar pembelian saham PT Lantak Laju Persiraja kepada Presiden Persiraja Zulfikar SBY. Uang itu dikirim langsung ke rekening Zulfikar SBY sebesar Rp 350 juta, pada Jum&#8217;at (20\/1\/2023). Uang itu merupakan uang muka yang sudah pernah diserahkan Zulfikar kepada Dek Gam\u2013sapaan Nazaruddin\u2013pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-52912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/01\/IMG-20230120-WA0018.jpg?fit=803%2C774&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/52912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=52912"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/52912\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/52913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=52912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=52912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=52912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}