{"id":53775,"date":"2023-02-05T11:13:53","date_gmt":"2023-02-05T04:13:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=53775"},"modified":"2023-02-05T15:04:50","modified_gmt":"2023-02-05T08:04:50","slug":"wapres-ingatkan-dana-kemiskinan-tak-habis-buat-rapat-perjalanan-dinas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/02\/05\/wapres-ingatkan-dana-kemiskinan-tak-habis-buat-rapat-perjalanan-dinas\/","title":{"rendered":"Wapres Ingatkan Dana Kemiskinan Tak Habis Buat Rapat-Perjalanan Dinas"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA<\/b> &#8212; Wakil Presiden Ma&#8217;ruf Amin mewanti-wanti agar besarnya anggaran penanggulangan kemiskinan tak tersedot banyak untuk rapat-rapat hingga perjalanan dinas. Ia menekankan dana penanggulangan kemiskinan harus tepat sasaran.<\/p>\n<p>Ia merespons pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Azwar Anas yang menyebut anggaran penanggulangan kemiskinan lebih banyak digunakan untuk rapat dan perjalanan dinas.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi mungkin maksudnya itu jangan sampai, imbauan Menteri PAN dan RB itu, terlalu besar kepada anggaran yang sifatnya [untuk] biaya perjalanan studi banding, sehingga menyedot, jangan terlalu besar,&#8221; kata Ma&#8217;ruf di kanal YouTube Wakil Presiden RI, Sabtu (4\/2) seperti dilansir dari CNN Indonesia.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan anggaran penanggulangan kemiskinan digunakan untuk dua program, yaitu perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Dua (anggaran) itu memang besar dan tersebar di berbagai kementerian lembaga,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Ma&#8217;ruf berpendapat anggaran kemiskinan wajar apabila jumlahnya besar. Yang terpenting, bagaimana menggunakan anggaran itu agar tepat sasaran, koordinasi program dan konvergensi anggaran pada tiap kementerian\/lembaga.<\/p>\n<p>&#8220;Anggaran ini jangan sampai masing-masing (kementerian\/lembaga) menjalankan sendiri-sendiri, tapi ada konvergensi sehingga anggaran itu efektif,&#8221; pintanya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Ma&#8217;ruf mengatakan pemerintah memiliki target yang berat yaitu menurunkan angka kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2024. Karena itu, penggunaan anggaran harus lebih efisien.<\/p>\n<p>&#8220;Masalah penanggulangan kemiskinan itu bukan masalah anggaran, karena anggarannya sudah besar. Tapi pada kinerja yang lebih efektif, ini yang harus dibenahi betul,&#8221; pesannya.<\/p>\n<p>Menteri PANRB Azwar Anas sempat mengungkapkan anggaran kemiskinan yang tersebar di kementerian\/lembaga hingga Rp500 triliun habis hanya untuk kegiatan rapat hingga studi banding.<\/p>\n<p>Artinya, anggaran yang harusnya dipergunakan untuk menekan kemiskinan, tidak dilakukan sebagaimana mestinya.<\/p>\n<p>&#8220;Hampir Rp 500 triliun anggaran kita untuk anggaran kemiskinan yang tersebar di kementerian dan lembaga (KL), tapi tidak in line dengan target Pak Presiden karena, K\/L sibuk dengan urusan masing-masing,&#8221; kata Anas, Ahad (29\/1).<\/p>\n<p>&#8220;Programnya kemiskinan, tapi banyak terserap ke studi banding kemiskinan. Banyak rapat-rapat tentang kemiskinan. Ini saya ulangi lagi, menirukan Bapak Presiden, dan banyak program studi dan dokumentasi kemiskinan sehingga dampaknya kurang,&#8221; imbuhnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/53775?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8212; Wakil Presiden Ma&#8217;ruf Amin mewanti-wanti agar besarnya anggaran penanggulangan kemiskinan tak tersedot banyak untuk rapat-rapat hingga perjalanan dinas. Ia menekankan dana penanggulangan kemiskinan harus tepat sasaran. Ia merespons pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Azwar Anas yang menyebut anggaran penanggulangan kemiskinan lebih banyak digunakan untuk rapat dan perjalanan dinas. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53776,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-53775","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/02\/IMG-20230205-WA0008.jpg?fit=632%2C486&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/53775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=53775"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/53775\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/53776"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=53775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=53775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=53775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}