{"id":5426,"date":"2020-07-02T23:50:37","date_gmt":"2020-07-02T16:50:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=5426"},"modified":"2020-07-02T23:50:41","modified_gmt":"2020-07-02T16:50:41","slug":"bank-aceh-pernah-go-public-tahun-1989","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/07\/02\/bank-aceh-pernah-go-public-tahun-1989\/","title":{"rendered":"Bank Aceh Pernah Go Public Tahun 1989"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-small-font-size wp-block-paragraph\">Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Banda Aceh <\/strong>\u2013 Pada 1989 silam, Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh disingkat Bank BPD Aceh -kini Bank Aceh Syariah (BAS)- pernah menjadi perusahaan go public alias masuk ke dalam bursa efek dengan melakukan emisi obligasi yang dijual terbuka\/TBK kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat itu, direktur utama bank milik pemerintah daerah tersebut dijabat oleh Syamsunan Mahmud. \u201cKondisi moneter kala itu sedang tidak stabil sehingga bank mengalami kesulitan likuiditas,\u201d ungkap Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Kamis (2\/7) di pendopo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Aminullah yang saat itu ditunjuk sebagai ketua pelaksana go public tersebut, Bank Aceh melakukan kegiatan go public melalui emisi obligasi yang hanya sebesar Rp 5 miliar. \u201cSaya mengetahui persis karena ditunjuk direksi sebagai ketua pelaksananya,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obligasi yang diterbitkan Bank Aceh berjangka waktu lima tahun. &#8220;Dan laku keras di pasar bursa di bawah dukungan Ficorinvest -perusahaan yang bergerak di pasar efek saat itu,\u201d sebut Aminullah yang menutup karir di Bank Aceh setelah menjabat direktur utama selama 10 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pengalaman tersebut, tambahnya lagi, maka setidaknya Bank Aceh sudah tercatat di pasar bursa saham sebagai bank yang mampu menjalankan amanah dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, Aminullah telah memberi masukan kepada jajaran direksi BAS untuk mengambil kebijakan yang pernah ia lakoni pada 1989 silam. \u201cIni untuk memenuhi modal setor Rp 3 triliun pada 2024 agar tidak turun peringkat menjadi bank BPR atau bank kecil nantinya,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal dimaksud mengingat kemampuan setor modal dari pemilik untuk memenuhi Rp 3 triliun sangat minim. \u201cMasih terjadi kekurangan sebesar Rp 1,9 triliun, atau rata-rata harus disetor oleh PSP maupun pemegang saham lainnya sebesar Rp 500 miliar per tahun,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan berdasarkan pengalaman selama ini, para pemegang saham baru mampu menyetor Rp 100 miliar per tahun. \u201cHal itu sangat dimaklumi karena keuangan daerah juga harus membiayai pembangunan sektor lainnya,\u201d tegas Aminullah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pun seluruh deviden dibayarkan setiap tahunnya, maka baru terhimpun dana lebih kurang Rp 250 miliar, dan itu juga masih belum mampu mencapai modal minimum Rp 3 triliun. \u201cSolusinya, Bank Aceh Syariah perlu berbenah untuk go public atau masuk bursa saham nasional agar ini terpenuhi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di mata Aminullah, penerapan go public oleh BAS sangat mungkin dilakukan. \u201cPertimbangannya, ROE (return on equity) Bank Aceh Syariah sangat menjanjikan yaitu lebih dari 24 persen per tahun. Bank dalam keadaan sehat dan didukung oleh pemda untuk pendanaan ekspansi\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian asetnya kini Rp 25 triliun dan memiliki modal Rp 1,1 triliun. \u201cDan hasil audit akuntan publik terhadap laporan keuangan juga sangat baik dengan meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP),\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cLalu sebagaimana kita maklumi bersama bank ini sekarang telah beroperasi total secara syariah, dan tentu bank syariah telah teruji di masa krisis karena memiliki daya tahan yang lebih baik,\u201d pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5426?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman Banda Aceh \u2013 Pada 1989 silam, Bank Pembangunan Daerah Istimewa Aceh disingkat Bank BPD Aceh -kini Bank Aceh Syariah (BAS)- pernah menjadi perusahaan go public alias masuk ke dalam bursa efek dengan melakukan emisi obligasi yang dijual terbuka\/TBK kepada masyarakat. Saat itu, direktur utama bank milik pemerintah daerah tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5427,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-5426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/07\/Wali-Kota-Banda-Aceh-Aminullah-Usman.jpg?fit=768%2C475&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=5426"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/5426\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/5427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=5426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=5426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=5426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}