{"id":54854,"date":"2023-02-24T21:22:17","date_gmt":"2023-02-24T14:22:17","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=54854"},"modified":"2023-02-24T21:22:17","modified_gmt":"2023-02-24T14:22:17","slug":"pemerintah-aceh-penanganan-rohingya-tidak-cukup-hanya-dengan-spirit-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/02\/24\/pemerintah-aceh-penanganan-rohingya-tidak-cukup-hanya-dengan-spirit-hati\/","title":{"rendered":"Pemerintah Aceh: Penanganan Rohingya tidak Cukup Hanya dengan Spirit Hati"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Atas dasar rasa kemanusiaan dan hati nurani, Pemerintah dan masyarakat Aceh akan menampung dan menangani setiap ada pengungsi yang terdampar di perairan Aceh.<\/p>\n<p>Namun, spirit hati dan nurani saja tidaklah cukup, karena penanganan Rohingya menyentuh banyak aspek, yaitu kemanusiaan, regulasi, kewenangan dan keuangan.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Aceh Dr Iskandar AP, saat menerima kunjungan Senior Protection Officer United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia Julia Zajkowski, di ruang rapat Sekda Aceh, Jum\u2019at (24\/2\/2023).<\/p>\n<p>\u201cSebagai sesama manusia dan atas dasar rasa kemanusiaan, kami Pemerintah dan masyarakat Aceh, tentu akan menyambut dan menangani saudara-saudara Rohingya yang datang, karena sebagai manusia kita tentu memiliki hati nurani dan akan terenyuh dengan kondisi saudara kita. Namun, penanganan Rohingya tentu tidak cukup dengan spirit hati. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan dan ditaati,\u201d ujar Iskandar.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah Aceh tentu akan menampung dan menangani setiap pengungsi Rohingya yang datang. Namun di sisi lain yang mesti diingat dan dipahami semua pihak, sebagai Pemerintah Daerah, kami juga memiliki keterbatasan yaitu dalam hal regulasi dan kewenangan. Karena, terkait pengungsi lintas negara, hal ini tentu menjadi kewenangan Pemerintah Pusat,\u201d terang Iskandar.<\/p>\n<p>Selain itu, sambung Iskandar, Pemerintah Aceh juga memiliki keterbatasan dana dalam menangani eskalasi pengungsi Rohingya yang terus datang ke Aceh.<\/p>\n<p>\u201cKami harus benar-benar hati-hati dalam menggunakan dana untuk pengungsi Rohingya. Saat ini, untuk menangani Rohingya kita menggunakan dana sosial dan donasi dari masyarakat. Kita tentu tidak ingin ada aparatur kita yang harus berurusan dengan hukum atas kegiatan kemanusiaan yang mereka lakukan,\u201d kata Iskandar.<\/p>\n<p>Iskandar juga menjelaskan, terkait penanganan Rohingya sebenarnya merupakan kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Pemerintah Aceh tentunya berada pada situasi yang sulit.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak memiliki kewenangan, namun ini menyangkut hajat hidup umat manusia. Sebenarnya hal ini di luar kewenangan kami, maka secara anggaran dan upaya menyediakan tempat yang layak bagi saudara-saudara Rohingya tentu tidak bisa kita berikan secara maksimal,\u201d imbuh Iskandar.<\/p>\n<p>Selain itu, Iskandar juga mengingatkan UNHCR untuk melakukan penyelidikan terkait beberapa kasus perdagangan manusia yang melibatkan pengungsi Rohingya.<\/p>\n<p>\u201cAparat kepolisian kita beberapa waktu lalu menangkap beberapa orang yang diduga melakukan perdagangan manusia. UNHCR tentu harus memperhatikan hal ini lebih jauh dan melakukan penyelidikan lebih dalam.<\/p>\n<p>Jangan sampai saudara-saudara kita menjadi korban untuk kedua kalinya, terusir dari negerinya dan diperjualbelikan di pengungsian,\u201d kata Iskandar berpesan.<\/p>\n<p>Beberapa hal dibahas dalam pertemuan ini, termasuk mempersiapkan lokasi penampungan sementara yang lebih layak karena beberapa lokasi penampungan saat ini penuh atau akan digunakan untuk kegiatan lain.<\/p>\n<p>UNHCR Apresiasi Pemerintah Aceh dalam Penanganan Rohingya<\/p>\n<p>Sementara Senior Protection Officer UNHCR Indonesia Julia Zajkowski dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Gubernur dan seluruh masyarakat Aceh, atas keberlanjutan dukungan kemanusiaan kepada Rohingya.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih atas segala dukungan yang telah diberikan Gubernur dan seluruh masyarakat Aceh terhadap penanganan Rohingya. Kami percaya, apa yang telah dilakukan Pemerintah dan masyarakat Aceh akan menginspirasi banyak orang di luar sana,\u201d ujar Julia.<\/p>\n<p>Julia juga mengapresiasi atas dibentuknya Satgas Pemerintah Aceh untuk Penanganan Rohingya.<\/p>\n<p>UNHCR berjanji akan terus berkoordinasi dengan Satgas ini dan akan terus bekerjasama seperti yang telah berlangsung selama ini. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/54854?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Atas dasar rasa kemanusiaan dan hati nurani, Pemerintah dan masyarakat Aceh akan menampung dan menangani setiap ada pengungsi yang terdampar di perairan Aceh. Namun, spirit hati dan nurani saja tidaklah cukup, karena penanganan Rohingya menyentuh banyak aspek, yaitu kemanusiaan, regulasi, kewenangan dan keuangan. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Aceh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54855,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[252,1571,449,1020,1570,378,1397,840,1569,438],"class_list":["post-54854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-cukup","tag-dengan","tag-hanya","tag-hati","tag-pemerintah","tag-penanganan","tag-rohingya","tag-spirit","tag-tidak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/02\/WhatsApp-Image-2023-02-24-at-21.02.17.jpeg?fit=1024%2C683&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/54854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=54854"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/54854\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/54855"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=54854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=54854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=54854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}