{"id":56369,"date":"2023-03-28T14:52:51","date_gmt":"2023-03-28T07:52:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=56369"},"modified":"2023-03-28T14:52:51","modified_gmt":"2023-03-28T07:52:51","slug":"ketua-dprk-sebut-penegakan-syariat-islam-di-banda-aceh-mulai-longgar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/03\/28\/ketua-dprk-sebut-penegakan-syariat-islam-di-banda-aceh-mulai-longgar\/","title":{"rendered":"Ketua DPRK Sebut Penegakan Syariat Islam di Banda Aceh Mulai Longgar"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar menilai, selama ini penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh mulai longgar dan kendor.<\/p>\n<p>Hal itu dapat dilihat dari informasi maupun perkembangan kegiatan penegakan syariat Islam oleh pemerintah kota yang kurang diketahui oleh masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Penguatan syariat Islam tidak boleh kendor sedikit pun, apalagi Banda Aceh yang menjadi wajah Aceh sebagai provinsi yang dijuluki Serambi Makkah sudah menerapkan syariat Islam dan memiliki kewenangan khusus,&#8221; ujar Farid Nyak Umar, Selasa (28\/3).<\/p>\n<p>Farid menilai Tim Terpadu Penegakan Syariat Islam (T2PSI) yang sudah dibentuk fungsinya belum dioptimalkan. Padahal kehadiran T2PSI yang dibentuk pada 16 Maret 2021 bertujuan untuk mengintegrasikan penegakan syariat Islam yang selama ini terkesan kurang komprehensif dan hanya menjadi dibebankan pada OPD tertentu saja.<\/p>\n<p>\u201cPadahal tujuan awal kami mendorong pembentukan T2PSI untuk memaksimalkan dan mengintegrasikan penegakan syariat. Artinya, kewajiban pengawasan syariat Islam bukan hanya tanggung jawab OPD tertentu saja, tetapi harus melibatkan lintas sektoral dan juga stakeholder di Banda Aceh, dan kepala daerah harus berada di garda terdepan sebagai panglimanya,\u201d ujar Farid.<\/p>\n<p>Di samping itu Farid juga meminta agar muhtasib gampong yang tersebar di 90 gampong benar-benar difungsikan, sebab para muhtasib sangat berperan dalam penegakan syariat.<\/p>\n<p>\u201cPeran muhtasib sebagai pageu gampong harus diperkuat, tidak boleh longgar. Mereka harus terus diberdayakan untuk memantau rumah kos, kafe, dan tempat yang terindikasi adanya pelanggaran syariat Islam,\u201d tegas Farid yang juga Ketua DPD PKS Banda Aceh.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Farid meminta Pemko Banda Aceh agar memperkuat pengawasan syariat Islam khususnya nahi mungkar di Banda Aceh.<\/p>\n<p>Selain itu, Farid juga terus meminta pihak Dinas Syariat Islam untuk terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi melalui dakwah yang persuasif. Terutama sosialisasi terhadap tempat-tempat yang rawan terjadi maksiat serta tempat keramaian lainnya.<\/p>\n<p>Dia menambahkan, DPRK akan mengundang pimpinan T2PSI untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas atau kendala yang dihadapi dalam pengawasan dan penegakan syariat Islam selama ini.<\/p>\n<p>\u201cDi samping dakwah persuasif yang dilakukan para da\u2019i DSI, kita juga meminta adanya penempatan petugas dari Satpol PP-WH untuk kawasan atau lokasi yang sudah dipetakan rawan terjadinya maksiat,\u201d pintanya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar menggelar pertemuan khusus dengan Satpol PP-WH dan Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh di ruang kerjanya, Senin (27\/3\/2023).<\/p>\n<p>Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Isnaini Husda, Kasatpol PP-WH Banda Aceh Muhammad Rizal dan Kabid Roslina Djalil, Sekretaris Dinas Syariat Islam Banda Aceh Herri, Kabid Dakwah DSI Irwanda dan Kabag Persidangan Hukum dan Risalah, DPRK Banda Aceh, Yusnardi.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan itu, Farid turut berdiskusi terkait isu penegakan syariat Islam, serta merespons keluhan masyarakat terhadap belum optimalnya pelaksanaan pengawasan syariat Islam di Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>Farid mengapresiasi upaya Kapolresta Banda Aceh dan jajarannya yang telah menangkap para pedagang dan pengonsumsi minuman keras (miras) serta menyita ratusan botol miras dalam beberapa pekan terakhir.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Kapolresta dan jajarannya. Ini untuk menegaskan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap para pelanggar syariat, seperti pedagang dan pengguna miras, pelaku judi dan pergaulan bebas,\u201d tegas Farid.<\/p>\n<p>Kasatpol PP-WH Banda Aceh, Muhammad Rizal mengatakan, selama ini pihaknya aktif melakukan patroli dan operasional kegiatan dalam penegakan syariat Islam.<\/p>\n<p>\u201cKami aktif melakukan patroli ke warung kopi, hotel, dan tempat yang terindikasi maksiat, termasuk pelaksanaan cambuk masih dilakukan, hanya saja tidak terekpos ke media,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Sedangkan Sekretaris Dinas Syariat Islam Kota Herri, mengatakan bahwa pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan para muhtasib gampong dan meningkatkan sosialisasi qanun syariat di gampong-gampong.<\/p>\n<p>\u201cKami akan segera berkoordinasi dengan para muhtasib gampong dan para da\u2019i perkotaan, agar saran dan masukan yang disampaikan oleh Pak Ketua DPRK dapat untuk pengawasan syariat Islam yang maksimal di Banda Aceh,\u201d imbuhnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/56369?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar menilai, selama ini penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh mulai longgar dan kendor. Hal itu dapat dilihat dari informasi maupun perkembangan kegiatan penegakan syariat Islam oleh pemerintah kota yang kurang diketahui oleh masyarakat. &#8220;Penguatan syariat Islam tidak boleh kendor sedikit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56370,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[252,296,524,1624,523,2856,458,2450,1200,573,274],"class_list":["post-56369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-aceh","tag-banda","tag-dprk","tag-islam","tag-ketua","tag-longgar","tag-mulai","tag-penegakan","tag-sebut","tag-syariat","tag-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/03\/WhatsApp-Image-2023-03-28-at-14.48.43.jpeg?fit=1024%2C683&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/56369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=56369"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/56369\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/56370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=56369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=56369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=56369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}