{"id":56801,"date":"2023-04-10T00:04:59","date_gmt":"2023-04-09T17:04:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=56801"},"modified":"2023-04-10T00:04:59","modified_gmt":"2023-04-09T17:04:59","slug":"spanduk-tolak-revisi-uupa-bertebaran-di-banda-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/04\/10\/spanduk-tolak-revisi-uupa-bertebaran-di-banda-aceh\/","title":{"rendered":"Spanduk Tolak Revisi UUPA Bertebaran di Banda Aceh"},"content":{"rendered":"<p><b>BANDA ACEH<\/b> &#8212; Sejumlah spanduk berisikan penolakan revisi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) bertebaran di sejumlah lokasi dalam wilayah kota Banda Aceh, Ahad (9\/4\/2023).<\/p>\n<p>Spanduk berukuran 4&#215;1 meter dari berbagai elemen sipil tersebut terlihat di sejumlah lokasi seperti Simpang BPKP Ulee Kareng, depan Kantor Gubernur Aceh dan di kawasan Darussalam, Banda Aceh.<\/p>\n<p>&#8220;UUPA Bukan Hanya Perkara Simbol atau Otak Atik Struktur Pemerintahan dan Hapus Lembaga Adat, Tapi Persoalan Kesejahteraan Rakyat Jauh Lebih Penting,&#8221; tulis Suara Independen Masyarakat Aceh (SIMA) dalam spanduk berlatar warna biru-putih yang terpajang di depan kantor Gubernur Aceh.<\/p>\n<p>Sementara itu dalam spanduk berlatar orange yang dipasang di kawasan lintas Darussalam, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Untuk Rakyat (GeMPUR) bertuliskan &#8220;Revisi UUPA Terkesan Hanya untuk Legislatif Bukan Untuk Rakyat, #Tolak Revisi UUPA&#8221;.<\/p>\n<p>Tak hanya di situ di kawasan Simpang BPKP juga terlihat sebuah spanduk penolakan terhadap revisi UUPA.<\/p>\n<p>&#8220;UUPA adalah Hasil Perjuangan Darah dan Air Mata Rakyat Aceh.. Jangan Sampai Dimanfaatkan Hanya Untuk Kepentingan Segelintir Elit. #Tolak Revisi UUPA&#8221;.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, sosialisasi draf revisi UUPA yang menelan anggaran hingga Rp 8,4 miliar dari APBA itu sudah dilakukan oleh DPRA ke sejumlah DPRK di Aceh.<\/p>\n<p>Draft revisi UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh tersebut mendapat protes dan kritikan dari berbagai elemen di Aceh karena dinilai janggal dan aneh.<\/p>\n<p>Di antaranya terkait kewenangan DPRA yang dinilai terlalu over, persoalan bendera Aceh yang tak lagi mengacu perundang-undangan, dihapusnya kecamatan pada pasal 2 ayat (3), pemilihan camat melalui pemilihan demokratis, batas Aceh sesuai 1 Juli 1956 yang tak jelas refernsinya pada pasal 3, penghapusan beberapa struktur dalam lembaga adat dan berbagai pasal lainnya yang dinilai tak logis.<\/p>\n<p>Di samping itu, persoalan perpanjangan dana Otonomi khusus (Otsus) yang selalu dijadikan alasan revisi UUPA kepada masyarakat dinilai hanya dalih semata, pasalnya Papua berhasil memperpanjang dan menambah dana otsusnya sebesar 2,5% dari DAU hanya melalui Inpres tanpa mengotak atik UU kekhususannya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/56801?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH &#8212; Sejumlah spanduk berisikan penolakan revisi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) bertebaran di sejumlah lokasi dalam wilayah kota Banda Aceh, Ahad (9\/4\/2023). Spanduk berukuran 4&#215;1 meter dari berbagai elemen sipil tersebut terlihat di sejumlah lokasi seperti Simpang BPKP Ulee Kareng, depan Kantor Gubernur Aceh dan di kawasan Darussalam, Banda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56802,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[92],"tags":[252,296,3128,482,1842,3127,1010,761],"class_list":["post-56801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-aceh","tag-banda","tag-bertebaran","tag-politik","tag-revisi","tag-spanduk","tag-tolak","tag-uupa"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/04\/IMG-20230410-WA0000.jpg?fit=1024%2C768&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/56801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=56801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/56801\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/56802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=56801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=56801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=56801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}