{"id":57040,"date":"2023-04-17T23:46:04","date_gmt":"2023-04-17T16:46:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=57040"},"modified":"2023-04-17T23:46:04","modified_gmt":"2023-04-17T16:46:04","slug":"bsi-aceh-diskriminatif-dan-persulit-nasabah-setoran-tunai-ke-teller-ditolak-dan-wajib-ke-atm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/04\/17\/bsi-aceh-diskriminatif-dan-persulit-nasabah-setoran-tunai-ke-teller-ditolak-dan-wajib-ke-atm\/","title":{"rendered":"BSI Aceh Diskriminatif dan Persulit Nasabah, Setoran Tunai ke Teller Ditolak dan Wajib ke ATM"},"content":{"rendered":"<p>Pada Senin siang (17\/4\/2023) saya pergi ke Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh Cabang Universitas Syiah Kuala (USK) yang berada di depan Fakultas MIPA USK.<\/p>\n<p>Saya sudah bertahun-tahun pindah ke Mandiri Syariah (kini BSI) setelah sebelumnya menjadi nasabah setia BCA.<\/p>\n<p>Saya termasuk jarang pergi ke bank, dan begitu kaget dengan aturan baru di BSI yang saya nilai mempersulit nasabah saat melakukan transaksi setoran tunai.<\/p>\n<p>Kejadiannya bermula saat mulai mengambil nomor antrian, saya dicegat dengan cara yang agak kurang nyaman oleh petugas security dengan menanyakan &#8220;Ada yang bisa dibantu pak&#8221;.<\/p>\n<p>&#8220;Saya mau setor,&#8221; jawab saya. Lalu muncul pertanyaan yang saya nilai tidak etis karena bagi saya itu bagian privasi.<\/p>\n<p>Pertanyaannya : &#8220;Berapa nilai setorannya pak?.&#8221; Lalu saya jawab : &#8220;Untuk apa tanya nilai setoran?&#8221;. &#8220;Jika nilai setoran di bawah Rp 5 juta tidak bisa di teller, pak tapi harus di ATM Setoran Tunai,&#8221; jawab security itu.<\/p>\n<p>Saya pun dengan sedikit kesal dan merasa dipersulit hanya untuk &#8220;Ingin kasih duit&#8221; ke Bank harus pergi ke ATM yang jaraknya sekitar 20 meter dalam panas terik dan masalah lain menanti di ATM.<\/p>\n<p>Saya harus mengantri, kebayang jika panjang antriannya, berdiri lama, tidak nyaman dan saya baru ingat lupa bawa kartu ATM, tapi saya bawa ponsel yang sudah terinstal aplikasi BSI Mobile Banking.<\/p>\n<p>Saya tanya ke adik mahasiswi, apakah harus pakai kartu ATM untuk setor? Iya pak, kata mahasiswi itu.<\/p>\n<p>Hal ini bagi saya aneh, karena ATM bisa tarik tunai pakai Aplikasi Mobile Banking tapi nggak bisa setor pakai aplikasi.<\/p>\n<p>Bagi saya, agak idiot sistem seperti ini. Katanya digitalisasi, tapi masih pakai kartu-kartuan. Tidak bisa setor pakai aplikasi.<\/p>\n<p>Apalagi saya sudah bertahun-tahun memiliki gaya hidup cardless (tanpa kartu), kemana-mana sering nggak bawa kartu ATM, kecuali mendesak.<\/p>\n<p>Bahkan dulu saya jika ingin setor tak perlu bawa kartu dan buku rekening, cukup tulis dan isi nomor rekening saja. Simpel, praktis.<\/p>\n<p>Saya pun terpaksa kembali lagi ke dalam Bank untuk konfirmasi ke Satpam yang merangkap mobile customer service ini.<\/p>\n<p>&#8220;Saya lupa bawa kartu ATM, apakah masih bisa setor?. &#8220;Maaf pak tidak bisa&#8221;, jawabnya.<\/p>\n<p>Saya pun langsung keluar dan pulang dengan perasaan yang sangat kecewa. Tidak ada solusi apapun dari manajemen, dan tidak ada satupun yang peduli inisiatif membantu.<\/p>\n<p>Saya membayangkan bagaimana jika rakyat kecil lain jika diperlakukan semena-mena dan diskriminatif seperti ini.<\/p>\n<p>Bahkan terkesan menghina. Hanya orang kaya yang boleh mendapatkan layanan &#8220;manusia&#8221; dan nyaman, rakyat kecil dilarang. Rakyat kecil cukup dilayani &#8220;mesin&#8221; dan antri panjang habis waktu karena ATM setor cuma satu unit.<\/p>\n<p>Ini bukanlah syariat Islam yang kita kenal dimana agama ini menyuruh umatnya untuk mempermudah bukan mempersulit.<\/p>\n<p>Bahkan jika ada umat yang mempersulit, ancamannya sangat besar di akhirat kelak.<\/p>\n<p>Saya meminta Pimpinan BSI di Aceh untuk adil jangan menggunakan cara-cara kapitalis dan tidak bersyariah dalam melayani nasabah dengan memprioritaskan orang berduit saja.<\/p>\n<p>Coba anda bayangkan, jika ada rakyat kecil yang ingin menyetor sedikit keuntungan usahanya harus rela antri panjang berpanas-panasan di luar sementara orang kaya, pajabat, elit anda muliakan di ruang ber-AC.<\/p>\n<p>Kami minta hapus aturan wajib setoran mesin untuk setoran di bawah Rp 5 juta karena mempersulit rakyat.<\/p>\n<p>Jangan sembarang menetapkan aturan pusat yang mungkin sesuai digunakan di kota-kota besar yang sudah maju ekonominya lalu serta merta diterapkan di Aceh yang masih termiskin di Sumatera ini.<\/p>\n<p>Pertimbangkan segala aturan di Aceh dengan bijaksana sesuai kearifan lokal dan kondisi di Aceh. (*)<\/p>\n<p><strong>Penulis:\u00a0<\/strong><br \/>\nTeuku Farhan, Pengurus MES Aceh<br \/>\n(Anggota Departemen Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Keuangan Inklusi Syariah)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/57040?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada Senin siang (17\/4\/2023) saya pergi ke Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh Cabang Universitas Syiah Kuala (USK) yang berada di depan Fakultas MIPA USK. Saya sudah bertahun-tahun pindah ke Mandiri Syariah (kini BSI) setelah sebelumnya menjadi nasabah setia BCA. Saya termasuk jarang pergi ke bank, dan begitu kaget dengan aturan baru di BSI yang saya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57039,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[252,3157,582,349,3289,2822,322,2676,3287,3286,3288,3040,1123],"class_list":["post-57040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-aceh","tag-atm","tag-bsi","tag-dan","tag-diskriminatif","tag-ditolak","tag-ekonomi","tag-nasabah","tag-persulit","tag-setoran","tag-teller","tag-tunai","tag-wajib"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/04\/IMG_20230417_233950_694.jpg?fit=893%2C736&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/57040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=57040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/57040\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/57039"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=57040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=57040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=57040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}