{"id":66337,"date":"2023-11-11T23:38:36","date_gmt":"2023-11-11T16:38:36","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=66337"},"modified":"2023-11-11T23:38:36","modified_gmt":"2023-11-11T16:38:36","slug":"anjungan-sabang-pamerkan-kapal-belanda-pengangkut-jamaah-haji-tahun-1924","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/11\/11\/anjungan-sabang-pamerkan-kapal-belanda-pengangkut-jamaah-haji-tahun-1924\/","title":{"rendered":"Anjungan Sabang Pamerkan Kapal Belanda Pengangkut Jamaah Haji Tahun 1924"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Anjungan Kota Sabang menampilkan kapal penumpang jamaah haji zaman dulu dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.<\/p>\n<p>Koordinator Anjungan Sabang Evan Boy Foreman mengatakan, pihaknya menampilkan partisi sejarah yang menyinggung langsung tema PKA-8.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah bekerja sama dengan Museum Sabang BPKS, hampir 85 persen koleksi by Sabang Museum BPKS,\u201d kata Evan, Sabtu, 11 November 2023.<\/p>\n<p>Dia menyebutkan, salah satunya adalah miniatur kapal kolonial Belanda saat itu dan sekaligus tipe kapal yang membawa jemaah haji ke Tanah Suci.<\/p>\n<p>Selain itu, kata Evan, di Anjungan Kota Sabang juga ditampilkan foto-foto aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan Sabang pada zaman dahulu.<\/p>\n<p>Menurutnya, kapal kolonial Belanda itu pada 1924 merupakan transportasi jamaah haji menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Bahkan embarkasi pertama haji itu berada di Pulau Rubiah, Sabang.<\/p>\n<p>Evan menjelaskan, jamaah yang berangkat ke Makkah dengan menggunakan kapal ini membutuhkan waktu 6 bulan pergi dan kembali lagi ke Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSetelah itu mereka dikumpulkan di pelabuhan Sabang dan mereka diangkut ke Pulau Rubiah, di sana ada bangunan yang namanya embarkasi haji,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Dia menyebut, sepulang dari ibadah haji, para jamaah tersebut akan didata oleh pihak Belanda, agar tahu jumlah pribumi yang kembali ke Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cLalu semuanya dikarantina untuk menghindari penyakit-penyakit yang dibawa di sana, karena saat itu Belanda begitu ketatnya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Evan menyampaikan, pada 1924 pelabuhan bebas Sabang sudah menjadi salah satu jalur perdagangan yang paling padat di dunia lantaran adanya pertemuan jalur internasional<\/p>\n<p>Dia menambahkan, adanya Selat Malaka berseberangan dengan Pulau Sabang, sehingga seluruh kapal-kapal yang lewat pasti akan singgah di Sabang.<\/p>\n<p>\u201cSeluruh kapal-kapal saat singgah di Sabang mereka loading barang, mengisi bahan bakar, air dan nginap. Sewaktu singgah itu disitulah mereka melakukan jual beli, atau barter barang,\u201d pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/66337?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Anjungan Kota Sabang menampilkan kapal penumpang jamaah haji zaman dulu dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8, di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Koordinator Anjungan Sabang Evan Boy Foreman mengatakan, pihaknya menampilkan partisi sejarah yang menyinggung langsung tema PKA-8. \u201cAlhamdulillah bekerja sama dengan Museum Sabang BPKS, hampir 85 persen koleksi by Sabang Museum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66338,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[9006,252,4649,9005,2789,461,1794,363,4983,6793,655,721],"class_list":["post-66337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-9006","tag-aceh","tag-anjungan","tag-anjungan-sabang-pamerkan-kapal-belanda-pengangkut-jamaah-haji-tahun-1924","tag-belanda","tag-haji","tag-jamaah","tag-kapal","tag-pamerkan","tag-pengangkut","tag-sabang","tag-tahun"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/11\/WhatsApp-Image-2023-11-11-at-23.29.32-e1699720538443.jpeg?fit=500%2C375&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/66337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=66337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/66337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/66338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=66337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=66337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=66337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}