{"id":66396,"date":"2023-11-13T08:12:19","date_gmt":"2023-11-13T01:12:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=66396"},"modified":"2023-11-13T08:12:19","modified_gmt":"2023-11-13T01:12:19","slug":"kupiah-meukutop-kerajinan-tangan-dari-pidie-laris-manis-di-pka-8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/11\/13\/kupiah-meukutop-kerajinan-tangan-dari-pidie-laris-manis-di-pka-8\/","title":{"rendered":"Kupiah Meukutop, Kerajinan Tangan dari Pidie Laris Manis di PKA-8"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDA ACEH<\/strong> \u2013 Kupiah Meukeutop kini telah menjadi identitas yang melekat bagi masyarakat Aceh. Sebagian orang bahkan menjadikan kupiah tersebut bagian dari fashion dalam aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Kopiah Meukutop yang identik dengan sosok Teuku Umar itu merupakan karya budaya khas masyarakat Pidie. Produksi terbesarnya ada di Desa Garot.<\/p>\n<p>Kupiah ini juga dikenal sebagai kupiah kop atau kupiah dari Tungkop. Salah satu Desa di Pidie yang menjadi sentra industri kupiah meukeutop.<\/p>\n<p>Kerajinan tangan masyarakat inilah yang turut dipamerkan dan menjadi daya tarik pengunjung Pekan Kebudayaan Aceh (PKA)-8 di Anjungan Kabupaten Pidie.<\/p>\n<p>Penjaga anjungan Pidie, Sakdiah mengatakan, kupiah meukutop memiliki motif khas terdiri dari empat warna yaitu merah, kuning, hijau dan hitam. Masing-masing warna itu memiliki filosofi tersendiri.<\/p>\n<p>Merah melambangkan keberanian, kuning simbol kebangsawanan, hijau adalah kemakmuran dan agama, warna hitam simbol kepahlawanan, serta warna putih sebagai simbol kesucian.<\/p>\n<p>Kemudian juga ada motif 4 anak tangga yang mengandung makna tersendiri. Anak tangga pertama bermakna hukum, anak tangga kedua bermakna adat, anak tangga ketiga bermakna qanun, dan tangga keempat bermakna resam.<\/p>\n<p>\u201cUntuk proses pembuatannya sampai dua minggu, karena kupiah meukutop ini murni dibuat dengan tangan dan tanpa mesin,\u201d katanya, Ahad, 12 November 2023.<\/p>\n<p>Sakdiah menceritakan, kupiah meukutop diproduksi di Garot lantaran masyarakat di sana rata-tata usahanya kerajinan tangannya adalah membuat kupiah meukeutop.<\/p>\n<p>\u201cKarena memang orang daerah situ yang bisa, walaupun kupiah meukeutop dipakai sama Tengku Umar di Meulaboh, tapi yang buat dari Garot,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Untuk tetap melestarikan ciri khas ikonik kupiah meukeutop, masyarakat di Pidie saat ini telah memproduksi dalam bentuk ragam variasi. Mulai dari kopiah syam, peci, baju, hingga tas.<\/p>\n<p>Selama perhelatan PKA berlangsung, kata Sakdiah, peci motif kopiah meukutop itu paling banyak dibeli oleh pengunjung. Sementara kopiah meukutop sendiri hanya orang-orang tertentu saja.<\/p>\n<p>\u201cSelama momen PKA, peci paling laris manis. Harganya kita jual 60 ribu, sementara kopiah meukutop sendiri Rp 350 ribu,\u201d tuturnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/66396?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDA ACEH \u2013 Kupiah Meukeutop kini telah menjadi identitas yang melekat bagi masyarakat Aceh. Sebagian orang bahkan menjadikan kupiah tersebut bagian dari fashion dalam aktivitas sehari-hari. Kopiah Meukutop yang identik dengan sosok Teuku Umar itu merupakan karya budaya khas masyarakat Pidie. Produksi terbesarnya ada di Desa Garot. Kupiah ini juga dikenal sebagai kupiah kop atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66397,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[791,322,1699,9042,9041,8973,8975,9043,426,3584,2226],"class_list":["post-66396","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","tag-dari","tag-ekonomi","tag-kerajinan","tag-kupiah","tag-kupiah-meukutop","tag-laris","tag-manis","tag-meukutop","tag-pidie","tag-pka-8","tag-tangan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/11\/WhatsApp-Image-2023-11-13-at-00.54.13-e1699837908628.jpeg?fit=500%2C375&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/66396","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=66396"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/66396\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/66397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=66396"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=66396"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=66396"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}