{"id":68171,"date":"2023-12-10T17:34:54","date_gmt":"2023-12-10T10:34:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=68171"},"modified":"2023-12-10T17:34:54","modified_gmt":"2023-12-10T10:34:54","slug":"ratusan-pengungsi-rohingya-kembali-masuk-aceh-mendarat-di-pidie-dan-aceh-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/12\/10\/ratusan-pengungsi-rohingya-kembali-masuk-aceh-mendarat-di-pidie-dan-aceh-besar\/","title":{"rendered":"Ratusan Pengungsi Rohingya Kembali Masuk Aceh, Mendarat di Pidie dan Aceh Besar"},"content":{"rendered":"<p><b>PIDIE<\/b> &#8212; Ratusan pengungsi warga Rohingya kembali masuk ke Aceh pada Ahad (10\/12\/2023). Mereka mendarat di Kabupaten Pidie dan Aceh Besar setelah diangkut dengan kapal dari Bangladesh.<\/p>\n<p>Sekitar 200-an pengungsi Rohingya mendarat di Pantai Desa Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, pada Ahad (10\/12) dini hari.<\/p>\n<p>Pada hari yang sama sebanyak 135 pengungsi Rohingya juga mendarat di Dusun Blang Ulam, Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.<\/p>\n<p>Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, membenarkan adanya pengungsi Rohingya yang kembali datang ke Pidie. Pengungsi itu berlabuh tengah malam tadi.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka mendarat pukul 03.30 WIB tadi. Jumlahnya sekitar 200-an,&#8221; kata Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek.<\/p>\n<p>Ini merupakan kapal ketujuh sejak pertama kali datang pada pertengahan November 2023.<\/p>\n<p>Pejabat UNHCR Indonesia, Munawaratul Makhya, memastikan ratusan etnis Rohingya itu sudah mendarat di Kabupaten Pidie. Saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Pidie untuk tindak lanjut ke depannya.<\/p>\n<p>&#8220;Sedang kita koordinasikan dengan Pemda,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara Kapolsek Krueng Raya Ipda Rolly Yuiza Away membenarkan sebanyak 135 pengungsi Rohingya mendarat di Dusun Blang Ulam, Desa Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.<\/p>\n<p>&#8220;Mereka mendarat tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Jumlahnya 135 orang,&#8221; kata Kapolsek Krueng Raya Ipda Rolly Yuiza Away.<\/p>\n<p>Mereka terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak itu saat ini masih berada di pantai setempat. Polisi dan TNI telah meluncur ke lokasi untuk melakukan pengamanan.<\/p>\n<p>Menurut Rolly, di sekitar lokasi tempat mereka mendarat tidak ditemukan kapal. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan kapal tersebut jauh dari lokasi.<\/p>\n<p>&#8220;Kapalnya sudah ditemukan tapi jaraknya jauh dari tempat Rohingya sekarang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Dengan mendaratnya Rohingya di Aceh Besar hingga kini sudah ada sembilan gelombang kedatangan pengungsi ke Aceh. Gelombang pertama datang pada 14 November lalu.<\/p>\n<p>Pengungsi Rohingya yang melakukan perjalanan dari Bangladesh menuju Indonesia, khususnya ke Aceh, disebut harus mengeluarkan biaya. Tak sedikit juga mereka harus menjual barang berharga untuk bisa berlayar meninggalkan Kamp Cox&#8217;s Bazar, Bangladesh.<\/p>\n<p>Harga yang ditawarkan oleh para agen perjalanan bervariasi, mulai dari 20.000 &#8211; 100.000 taka Bangladesh per orang. Jika dirupiahkan menjadi mulai dari Rpb2,8 juta hingga Rp 14 juta. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/68171?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PIDIE &#8212; Ratusan pengungsi warga Rohingya kembali masuk ke Aceh pada Ahad (10\/12\/2023). Mereka mendarat di Kabupaten Pidie dan Aceh Besar setelah diangkut dengan kapal dari Bangladesh. Sekitar 200-an pengungsi Rohingya mendarat di Pantai Desa Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, pada Ahad (10\/12) dini hari. Pada hari yang sama sebanyak 135 pengungsi Rohingya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68173,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[252,260,349,972,315,2561,837,426,710,840],"class_list":["post-68171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-besar","tag-dan","tag-kembali","tag-masuk","tag-mendarat","tag-pengungsi","tag-pidie","tag-ratusan","tag-rohingya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/12\/IMG-20231210-WA0072.jpg?fit=576%2C651&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/68171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=68171"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/68171\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/68173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=68171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=68171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=68171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}