{"id":68865,"date":"2023-12-21T00:19:32","date_gmt":"2023-12-20T17:19:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=68865"},"modified":"2023-12-21T00:19:32","modified_gmt":"2023-12-20T17:19:32","slug":"hasil-pantauan-tni-au-lima-kapal-imigran-rohingya-masuki-perairan-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/12\/21\/hasil-pantauan-tni-au-lima-kapal-imigran-rohingya-masuki-perairan-aceh\/","title":{"rendered":"Hasil Pantauan TNI AU, Lima Kapal Imigran Rohingya Masuki Perairan Aceh"},"content":{"rendered":"<p><b>ACEH BESAR<\/b> &#8212; Hasil pantauan dari patroli udara TNI AU mendeteksi adanya lima kapal imigran Rohingya yang sedang memasuki wilayah perairan Aceh.<\/p>\n<p>Dari intaian dilakukan, Selasa (19\/12\/2023) lima kapal itu berada di perairan kawasan Lhokseumawe, Aceh Timur, Pidie, Aceh Besar dan kota Sabang.<\/p>\n<p>&#8220;Ada sekitar 5 titik (kapal Rohingya) yang pertama di perairan wilayah Lhokseumawe, kemudian ada di Aceh Timur, kemudian juga ada di Pidie, Aceh Besar dan Sabang,&#8221; kata Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Sultan Iskandar Muda, Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono, Rabu (20\/12\/2023).<\/p>\n<p>Menurut Yoyon, pengintaian itu dilakukan menggunakan Pesawat TNI AU, CN 295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta dengan captain pilot Kapten Pnb Rafo.<\/p>\n<p>Yoyon Kuscahyono selaku Komandan Satuan Tugas Udara (Dansatgasud) menyampaikan, hasil pengamatan Pesawat CN 295 dalam operasi Mata Elang 23 itu dilaporkan ke komando atas.<\/p>\n<p>\u201cJuga kita koordinasikan dengan satuan samping, baik kepolisian maupun pemda dan instansi terkait termasuk koordinasi dengan TNI AL,\u201d kata Yoyon.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Yoyon juga mengatakan, pesawat TNI AL Casa NC-212, No Reg P-8203 dan Heli AS 565 MBe Panther HS-1309 dengan misi Dukungan Operasi Tombak Segara-23.<\/p>\n<p>Juga melaksanakan operasi terpadu mengamankan wilayah perairan Timur Aceh dari pelanggaran batas wilayah dari gangguan kedaulatan seperti masuknya pengungsi Rohingya dari Myanmar yang menggunakan transportasi laut.<\/p>\n<p>Dia menambahkan letak geografis Provinsi Aceh di sebelah barat berbatasan langsung dengan Samudera Hindia serta sebelah timur berbatasan dengan Selat Malaka menyebabkan Provinsi Aceh sering terdampar pengungsi Etnis Rohingya.<\/p>\n<p>Negara-negara yang berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia seperti Singapura, Thailand, Malaysia memperketat masuknya para pencari suaka dan pengungsi dari Myanmar.<\/p>\n<p>&#8220;Hidup dalam kondisi Apartheid di Myanmar dan terhambat oleh kurangnya peluang mata pencaharian di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, Etnis Rohingya berupaya mencapai Malaysia, Thailand, Indonesia, dan negara-negara lain. Tidak adanya visa, dokumen perjalanan seringkali menjadikan kapal laut sebagai pilihan terbaik,&#8221; pungkasnya. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/68865?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH BESAR &#8212; Hasil pantauan dari patroli udara TNI AU mendeteksi adanya lima kapal imigran Rohingya yang sedang memasuki wilayah perairan Aceh. Dari intaian dilakukan, Selasa (19\/12\/2023) lima kapal itu berada di perairan kawasan Lhokseumawe, Aceh Timur, Pidie, Aceh Besar dan kota Sabang. &#8220;Ada sekitar 5 titik (kapal Rohingya) yang pertama di perairan wilayah Lhokseumawe, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":68867,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[252,9800,673,1098,363,1373,1327,9799,1297,840,79],"class_list":["post-68865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh","tag-aceh","tag-au","tag-hasil","tag-imigran","tag-kapal","tag-lima","tag-masuki","tag-pantauan","tag-perairan","tag-rohingya","tag-tni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/12\/IMG-20231221-WA0000.jpg?fit=883%2C670&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/68865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=68865"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/68865\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/68867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=68865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=68865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=68865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}