{"id":69372,"date":"2023-12-30T20:34:35","date_gmt":"2023-12-30T13:34:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=69372"},"modified":"2023-12-30T20:34:35","modified_gmt":"2023-12-30T13:34:35","slug":"dirjen-ham-alasan-kemanusiaan-pengungsi-rohingya-ditampung-sementara-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2023\/12\/30\/dirjen-ham-alasan-kemanusiaan-pengungsi-rohingya-ditampung-sementara-di-aceh\/","title":{"rendered":"Dirjen HAM: Alasan Kemanusiaan Pengungsi Rohingya Ditampung Sementara di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA<\/b> \u2013 Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Dhahana Putra memandang penanganan pengungsi<\/p>\n<p>Rohingya memiliki kompleksitas yang tinggi.<\/p>\n<p>Namun, bagaimanapun aspek kemanusiaan yang bersifat universal ini harus dikedepankan dengan tetap mempertimbangkan<br \/>\nkepentingan masyarakat lokal.<\/p>\n<p>\u201cMelihat resistensi yang terjadi terhadap pengungsi Rohingya, perlu diintensifkan komunikasi<br \/>\ndengan IOM, UNHCR, dan negara-negara tetangga agar penanganan pengungsi tidak<br \/>\nmenimbulkan dampak negatif terhadap masyarakat lokal khususnya dalam konteks ini di<br \/>\nAceh,\u201d kata Dhahana dalam keterangannya, Sabtu (30\/12).<\/p>\n<p>Kendati pemerintah Indonesia belum meratifikasi Konvensi Jenewa 1951 tentang pengungsi,<br \/>\nnamun Dhahana berpandangan atas dasar kemanusiaan kita tetap harus menampung<br \/>\nsementara para pengungsi Rohingya.<\/p>\n<p>Pasalnya, ada prinsip non-refoulment yang sudah<br \/>\ndiakui sebagai hukum kebiasaan internasional.<\/p>\n<p>\u201cPrinsip non refoulment ini melarang negara untuk mengembalikan atau mengusir orang-orang ke negara asal atau negara lain yang berpotensi mendapat tindak persekusi,<br \/>\npenyiksaan, pelanggaran HAM yang berat,\u201d jelas Dhahana.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Dhahana mengungkapkan para pengungsi Rohingya ini bersifat sementara di Aceh.<\/p>\n<p>\u201cYang perlu digarisbawahi, keberadaan mereka di sini adalah sementara hingga nanti UNHCR menentukan status sebagai pengungsi dan penempatan negara ketiga atau negara penerima para pengungsi Rohingya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di satu sisi, sambung Dhahana, selama para pengungsi Rohingya berada di Indonesia tetap<br \/>\ndiwajibkan untuk menaati peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai kearifan lokal yang<br \/>\nada di Indonesia agar tidak memunculkan masalah-masalah sosial yang membuat gaduh.<\/p>\n<p>\u201cDi sisi lain, kami berharap semua pihak dapat menahan diri dari tindakan-tindakan provokatif<br \/>\nagar tidak menimbulkan kondisi yang tidak kondusif di Aceh dalam penanganan para<br \/>\npengungsi Rohingya,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Tindakan kekerasan terhadap para pengungsi tempo lalu telah menjadi sorotan masyarakat<br \/>\ninternasional.<\/p>\n<p>Sejumlah media internasional telah mewartakan insiden di Gedung Balee Meuseuraya Aceh pada Rabu (27\/12\/2023).<\/p>\n<p>\u201cHarapannya tentu kejadian serupa yang memberikan<br \/>\ncitra negatif semacam itu tidak terjadi lagi ke depan,\u201d pungkas Dhahana. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/69372?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2013 Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Dhahana Putra memandang penanganan pengungsi Rohingya memiliki kompleksitas yang tinggi. Namun, bagaimanapun aspek kemanusiaan yang bersifat universal ini harus dikedepankan dengan tetap mempertimbangkan kepentingan masyarakat lokal. \u201cMelihat resistensi yang terjadi terhadap pengungsi Rohingya, perlu diintensifkan komunikasi dengan IOM, UNHCR, dan negara-negara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":69374,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[252,3783,1658,9534,933,1058,837,840,3234,274],"class_list":["post-69372","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-aceh","tag-alasan","tag-dirjen","tag-ditampung","tag-ham","tag-kemanusiaan","tag-pengungsi","tag-rohingya","tag-sementara","tag-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2023\/12\/IMG-20231230-WA0091.jpg?fit=973%2C606&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/69372","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=69372"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/69372\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/69374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=69372"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=69372"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=69372"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}