{"id":75431,"date":"2024-04-09T22:58:12","date_gmt":"2024-04-09T15:58:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=75431"},"modified":"2024-04-09T22:58:12","modified_gmt":"2024-04-09T15:58:12","slug":"hilal-sudah-terlihat-1-syawal-1445-h-jatuh-pada-rabu-10-april-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/04\/09\/hilal-sudah-terlihat-1-syawal-1445-h-jatuh-pada-rabu-10-april-2024\/","title":{"rendered":"Hilal Sudah Terlihat, 1 Syawal 1445 H Jatuh Pada Rabu 10 April 2024"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> \u2014 Hilal 1 Syawal 1445 Hijriah yang menjadi tolok ukur penetapan Lebaran atau Idulfitri dilaporkan dapat terlihat di seluruh wilayah Indonesia.<\/p>\n<p>Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama RI Cecep Nurwendaya menyebutkan posisi hilal awal Syawal 1445 Hijriah di seluruh wilayah Indonesia berada di antara 4\u00b0 52\u2018 43\u201c sampai dengan 7\u00b0 37\u2018 50\u201c, dan elongasi antara 8\u00b0 23\u2018 41\u201c sampai 10\u00b0 12\u2018 56\u201c.<\/p>\n<p>Berdasarkan data tersebut, maka menurut Cecep, posisi hilal sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) sehingga diprediksi dapat dilihat.<\/p>\n<p>Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan posisi hilal jelang Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1445 H\/2024 M di Gedung Kementerian Agama, Jakarta., Selasa sore (9\/4).<\/p>\n<p>Secara hisab, Cecep menyebutkan 1 Syawal 1445 H jatuh pada Rabu besok, 10 April 2024.<\/p>\n<p>\u201cDari data tersebut, hilal kemungkinan dapat dirukyat pada hari ini, karena tinggi hilal seluruh wilayah Indonesia sudah memenuhi kriteria visibilitas hilal atau imkan rukyat menurut kriteria MABIMS,\u201d ungkap Cecep, dalam keterangan resmi, Selasa (9\/4\/2024).<\/p>\n<p>Pemaparan posisi hilal turut dihadiri Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua MUI Asrorun Ni&#8217;am Sholeh, para Staf Khusus Menag, para Staf Ahli dan Tenaga Ahli Menag, para pejabat eselon I dan II Kemenag, serta perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Cecep Nurwendaya menjelaskan, negara-negara anggota MABIMS telah merumuskan kriteria baru visibilitas hilal, yaitu ketinggian hilal minimal 3\u00b0 dengan sudut elongasi 6,4\u00b0.<\/p>\n<p>&#8220;Kriteria itu diputuskan pada 8 Desember 2021 dan telah diterapkan di Indonesia pada awal Ramadan 1443 H\/2022 M,&#8221; ungkap pakar astronomi tersebut.<\/p>\n<p>Meski begitu, Cecep menjelaskan, sebelum menetapkan 1 Syawal, pemerintah perlu melihat hasil pengamatan langsung (rukyatul hilal) untuk mengonfirmasi hasil hisab.<\/p>\n<p>Pada 2024, Kemenag menetapkan 127 titik lokasi rukyatul hilal awal Syawal 1445 Hijriah. Data rukyatul hilal ini selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat (penetapan) 1 Syawal yang digelar Selasa sore.<\/p>\n<p>Sidang Isbat akan dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan dihadiri Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/75431?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA \u2014 Hilal 1 Syawal 1445 Hijriah yang menjadi tolok ukur penetapan Lebaran atau Idulfitri dilaporkan dapat terlihat di seluruh wilayah Indonesia. Anggota Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama RI Cecep Nurwendaya menyebutkan posisi hilal awal Syawal 1445 Hijriah di seluruh wilayah Indonesia berada di antara 4\u00b0 52\u2018 43\u201c sampai dengan 7\u00b0 37\u2018 50\u201c, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":75433,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[5872,340,2008,2700,578,873,2043,668,3381,2732,274],"class_list":["post-75431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum","tag-5872","tag-340","tag-april","tag-hilal","tag-jatuh","tag-pada","tag-rabu","tag-sudah","tag-syawal","tag-terlihat","tag-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/04\/WhatsApp-Image-2024-04-09-at-19.55.45-e1712678258250.jpeg?fit=533%2C300&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/75431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=75431"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/75431\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/75433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=75431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=75431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=75431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}