{"id":77102,"date":"2024-05-10T16:15:59","date_gmt":"2024-05-10T09:15:59","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=77102"},"modified":"2024-05-10T16:15:59","modified_gmt":"2024-05-10T09:15:59","slug":"empat-mutiara-bisa-menghilang-dalam-jiwa-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/05\/10\/empat-mutiara-bisa-menghilang-dalam-jiwa-manusia\/","title":{"rendered":"Empat Mutiara Bisa Menghilang dalam Jiwa Manusia"},"content":{"rendered":"<p><strong>INFOACEH.NET<\/strong>, <b>ACEH BESAR<\/b>\u00a0&#8212; Ada empat mutiara yang dapat menghilang dari dalam jiwa manusia akibat faktor-faktor tertentu.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Tgk Ibnu Sakdan, pengajar pada Dayah Darul Aman Lubok Sukon, mengawali khutbah Jum&#8217;at di Masjid Baitul Makmur Sibreh, 10 Mei 2024, bertepatan 2 Zulqa&#8217;dah 1445 Hijriah.<\/p>\n<p>Manusia, menurut Tgk Ibnu Sakdan, sebagai makhluk yang diciptakan Allah dengan kekhususan, diberikan kemuliaan dalam berbagai aspek kehidupannya.<\/p>\n<p>&#8220;Mulai dari keindahan fisik hingga kebijaksanaan akal yang mampu membedakan hak dan batil,&#8221; sebutnya.<\/p>\n<p>Firman Allah dalam Al-Qur&#8217;an Surah At-Tin ayat 4 menyatakan, &#8220;Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.&#8221;<\/p>\n<p>Selain itu, lanjut Tgk Ibnu Sakdan, berdasarkan nukilan hadis dari kitab &#8216;Nasaihul Ibad&#8217; karya Sheikh Imam Nawawi Al-Bantani, Bab 4, Makalah 11, terdapat empat perkara mutiara dalam jiwa manusia.<\/p>\n<p>Pertama, akal. Sebagai kemuliaan yang terdapat dalam diri seseorang untuk membedakan yang benar dan yang salah. Namun, akal dapat hilang saat terpancing emosi marah.<\/p>\n<p>Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Baihaqi, &#8220;Marah dapat merusak iman seseorang seperti pahitnya jadam merusak madu.&#8221; Beliau juga menyarankan untuk berwudhu saat marah untuk menghilangkan emosi tersebut.<\/p>\n<p>Berikutnya, agama. Dalam ulasannya Tgk Ibnu Sakdan menambahkan, agama sebagai kemuliaan yang Allah berikan sebagai aturan dalam kehidupan. Agama dapat hilang oleh sifat hasud, iri, dan dengki terhadap sesama.<\/p>\n<p>Rasul mengingatkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, &#8220;Penyakit hasud akan menghabiskan amalan baik seseorang sebagaimana api memakan ranting yang kering.&#8221;<\/p>\n<p>Selanjutnya Haya&#8217;. Tgk Ibnu menyebut Haya&#8217; sebagai sifat malu yang membesarkan kemuliaannya. Dalam hadits disebutkan, &#8220;Malu adalah sebagian dari iman.&#8221; Namun, sifat malu dapat hilang oleh sifat tamak atau loba, yang menginginkan lebih pada diri sendiri tanpa memperhatikan orang lain.<\/p>\n<p>Terakhir, Tgk Ibnu Sakdan menyebutkan, mutiara keempat pada diri kita yaitu amal saleh. Mutiara ini dilakukan atas perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.<\/p>\n<p>&#8220;Namun, amal shaleh dapat hilang oleh perbuatan ghibah, yaitu membuka aib orang lain yang seiman,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Rasulullah Saw bersabda, &#8220;Orang yang bangkrut adalah dia yang beramal shaleh, tetapi di sisi lain, dia menzalimi orang lain dengan ghibah dan sebagainya.\u201d<\/p>\n<p>\u201cMari kita menjaga dan memelihara empat kemuliaan dalam jiwa manusia demi kebahagiaan di dunia dan akhirat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Ditulis oleh:<br \/>\nSayed Muhammad Husen<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/77102?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INFOACEH.NET, ACEH BESAR\u00a0&#8212; Ada empat mutiara yang dapat menghilang dari dalam jiwa manusia akibat faktor-faktor tertentu. Hal itu disampaikan Tgk Ibnu Sakdan, pengajar pada Dayah Darul Aman Lubok Sukon, mengawali khutbah Jum&#8217;at di Masjid Baitul Makmur Sibreh, 10 Mei 2024, bertepatan 2 Zulqa&#8217;dah 1445 Hijriah. Manusia, menurut Tgk Ibnu Sakdan, sebagai makhluk yang diciptakan Allah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":77104,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-77102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/05\/IMG-20240510-WA0020-e1715332510620.jpg?fit=345%2C300&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/77102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=77102"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/77102\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/77104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=77102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=77102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=77102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}