{"id":82519,"date":"2024-08-21T16:32:25","date_gmt":"2024-08-21T09:32:25","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=82519"},"modified":"2024-08-21T16:32:25","modified_gmt":"2024-08-21T09:32:25","slug":"warga-meuraxa-ditemukan-tewas-tergantung-di-pohon-diduga-bunuh-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/08\/21\/warga-meuraxa-ditemukan-tewas-tergantung-di-pohon-diduga-bunuh-diri\/","title":{"rendered":"Warga Meuraxa Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon, Diduga Bunuh Diri"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net, Banda Aceh<\/strong> &#8212; AF (31), warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung tali nilon di pohon belakang kiosnya, Rabu pagi (21\/8\/2024).<\/p>\n<p>Jasad korban pertama kali ditemukan istrinya, ANS (22), yang mencari keberadaan suaminya itu sekitar pukul 05.10 WIB pagi tadi. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa AF tak tertolong.<\/p>\n<p>Kejadian berawal dari ANS melihat suaminya AF bangun dari tidur dan pergi makan di luar kios yang mereka tempati sekitar pukul 03.30 WIB seperti biasanya.<\/p>\n<p>Beberapa saat kemudian, ANS tak melihat suaminya kembali ke kamar. Padahal, biasanya korban akan kembali beristirahat setelah selesai makan di depan kios.<\/p>\n<p>Pukul 05.10 WIB, ANS terbangun dan mengecek keberadaan suaminya. Saat itu hanya melihat sandal korban. Merasa ada yang aneh, ia mencari suaminya di sekitar kios.<\/p>\n<p>&#8220;Saksi menemukan korban tergantung di pohon yang jaraknya sekitar tiga meter dari kios mereka,&#8221; ujar Kapolresta Banda Aceh KBP Fahmi Irwan Ramli melalui Kapolsek Ulee Lheue AKP Aiyub.<\/p>\n<p>&#8220;Leher korban terikat tali nilon, dengan posisi kaki yang tergantung dari tanah sekitar 20 sentimeter, saat itu posisi tangan juga terikat ke depan dengan tali nilon,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p>Mengetahui hal itu, ANS langsung berusaha memotong tali yang menggantung korban menggunakan sebilah pisau. Setelah terlepas, ia memanggil keluarga untuk meminta pertolongan.<\/p>\n<p>&#8220;Saksi meminta keluarga suaminya yang tinggal berdekatan untuk membawa korban ke rumah sakit, karena saat itu suhu tubuh korban masih panas,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Korban dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh menggunakan becak, namun petugas rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia,&#8221; kata Aiyub.<\/p>\n<p>Dari keterangan pihak keluarga, lima hari sebelumnya AF sempat dirawat di rumah sakit yang sama karena keluhan sakit lambung.<\/p>\n<p>Polisi pun menduga, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi dengan sakit lambung akut yang dideritanya selama ini.<\/p>\n<p>&#8220;Namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Jenazah korban telah dibawa pulang oleh keluarga, sesuai permintaan keluarga,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82519?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, Banda Aceh &#8212; AF (31), warga Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung tali nilon di pohon belakang kiosnya, Rabu pagi (21\/8\/2024). Jasad korban pertama kali ditemukan istrinya, ANS (22), yang mencari keberadaan suaminya itu sekitar pukul 05.10 WIB pagi tadi. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawa AF tak tertolong. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":82521,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-82519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/08\/e35675bb-4fb8-4f30-9afc-3946ace52ad8.jpeg?fit=1599%2C899&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=82519"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82519\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/82521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=82519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=82519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=82519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}