{"id":82590,"date":"2024-08-22T13:00:43","date_gmt":"2024-08-22T06:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=82590"},"modified":"2024-08-22T13:00:43","modified_gmt":"2024-08-22T06:00:43","slug":"muhammadiyah-kritik-dpr-anulir-putusan-mk-seharusnya-jadi-teladan-dan-patuhi-undang-undang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/08\/22\/muhammadiyah-kritik-dpr-anulir-putusan-mk-seharusnya-jadi-teladan-dan-patuhi-undang-undang\/","title":{"rendered":"Muhammadiyah Kritik DPR Anulir Putusan MK, Seharusnya Jadi Teladan dan Patuhi Undang-undang"},"content":{"rendered":"<p><strong>INFOACEH.NET, JAKARTA<\/strong> &#8212; Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu\u2019ti mengaku sulit memahami langkah dan keputusan DPR yang bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan persyaratan calon kepala daerah dan ambang batas pencalonan kepala daerah.<\/p>\n<p>\u201cSebagai lembaga legislatif, DPR seharusnya menjadi teladan dan mematuhi undang-undang,\u201d tegas Mu\u2019ti pada Kamis (22\/8).<\/p>\n<p>Mu\u2019ti juga menekankan DPR sebagai lembaga negara yang merepresentasikan kehendak rakyat semestinya menghayati betul dasar-dasar bernegara yang mengedepankan kebenaran, kebaikan, dan kepentingan negara dan rakyat dibanding dengan kepentingan politik kekuasaan semata.<\/p>\n<p>\u201cDPR sebagai pilar legislatif hendaknya menghormati setinggi-tingginya lembaga Yudikatif, termasuk Mahkamah Konstitusi,\u201d jelas Mu\u2019ti.<\/p>\n<p>Sehingga menurut Mu\u2019ti DPR tidak semestinya berseberangan, berbeda, dan menyalahi keputusan MK dalam masalah persyaratan calon kepala daerah dan ambang batas pencalonan kepala daerah dengan melakukan pembahasan RUU Pilkada 2024.<\/p>\n<p>\u201cLangkah DPR tersebut selain dapat menimbulkan masalah disharmoni dalam hubungan sistem ketatanegaraan, juga akan menjadi benih permasalahan serius dalam Pilkada 2024. Selain itu akan menimbulkan reaksi publik yang dapat mengakibatkan suasana tidak kondusif dalam kehidupan kebangsaan,\u201d jelas Mu\u2019ti.<\/p>\n<p>DPR dan Pemerintah hendaknya sensitif dan tidak menganggap sederhana terhadap arus massa, akademisi, dan mahasiswa yang turun ke jalan menyampaikan aspirasi penegakan hukum dan perundang-undangan.<\/p>\n<p>\u201cPerlu sikap arif dan bijaksana agar arus massa tidak menimbulkan masalah kebangsaan dan kenegaraan yang semakin meluas,\u201d pungkas Mu\u2019ti.<\/p>\n<p>Sebelumnya, MK telah mengetok palu dua gugatan terkait Pilkada 2024 yaitu gugatan dengan perkara nomor 60\/PUU-XXII\/2024 dan nomor 70\/PUU-XXII\/2024.<\/p>\n<p>Melalui kedua putusan tersebut, MK memutuskan partai atau gabungan partai politik peserta Pemilu bisa mengajukan calon kepala daerah meski tidak punya kursi DPRD dan syarat usia cagub harus berumur 30 tahun saat penetapan calon.<\/p>\n<p>Menindaklanjuti itu, Panitia Kerja RUU Pilkada DPR RI malah menyepakati perubahan syarat ambang batas pencalonan pilkada dari jalur partai hanya berlaku untuk partai yang tidak punya kursi di DPRD.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Baleg DPR Achmad Baidowi alias Awiek pun mengatakan pihaknya sudah menyurati pimpinan DPR. Baleg berharap pengesahan RUU ini bisa masuk dalam rapat paripurna hari ini.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82590?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INFOACEH.NET, JAKARTA &#8212; Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu\u2019ti mengaku sulit memahami langkah dan keputusan DPR yang bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan persyaratan calon kepala daerah dan ambang batas pencalonan kepala daerah. \u201cSebagai lembaga legislatif, DPR seharusnya menjadi teladan dan mematuhi undang-undang,\u201d tegas Mu\u2019ti pada Kamis (22\/8). Mu\u2019ti juga menekankan DPR [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":82591,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-82590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/08\/IMG-20240822-WA0023.jpg?fit=750%2C536&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=82590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/82591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=82590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=82590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=82590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}