{"id":82702,"date":"2024-08-24T03:11:19","date_gmt":"2024-08-23T20:11:19","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=82702"},"modified":"2024-08-24T03:11:19","modified_gmt":"2024-08-23T20:11:19","slug":"nasir-djamil-minta-bebaskan-pengunjuk-rasa-yang-ditangkap-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/08\/24\/nasir-djamil-minta-bebaskan-pengunjuk-rasa-yang-ditangkap-polisi\/","title":{"rendered":"Nasir Djamil Minta Bebaskan Pengunjuk Rasa yang Ditangkap Polisi"},"content":{"rendered":"<p><strong>INFOACEH.NET, BANDA ACEH<\/strong> &#8212; Anggota Komisi Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia DPR RI M Nasir Djamil meminta kepada DPR RI dan Pemerintah agar segera membebaskan para pengunjuk rasa yang diamankan di seluruh kantor kepolisian di Indonesia.<\/p>\n<p>&#8220;Agar para pengunjuk rasa yang ditahan oleh polisi segera dibebaskan,&#8221; ujar Nasir Djamil, dalam keterangannya, Jum&#8217;at malam (23\/8).<\/p>\n<p>Kemudian memfasilitasi pengobatan mereka yang terluka, baik ringan maupun berat.<\/p>\n<p>Jika ada di antara pengunjuk rasa yang meninggal dunia agar disantuni melalui keluarga korban.<\/p>\n<p>Legislator asal Aceh itu juga mendesak Komnas HAM, Kompolnas RI, KPAI, Ombudsman RI dan Komnas Perempuan segera turun melakukan pemantauan di lapangan maupun di kantor-kantor kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda lainnya di sejumlah provinsi.<\/p>\n<p>\u201cSeruan ini tak lain karena saya meyakini bahwa negara wajib melindungi warganya,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Terakhir, Nasir juga meminta agar aparat kepolisian dan aparat keamanan lainnya yang mengamankan unjuk rasa dan mengalami luka-luka berat dan ringan segera mendapat pengobatan dan perhatian lainnya.<\/p>\n<p>\u201cSelain melindungi warga negara, aparat negara, baik anggota polisi dan aparat keamanan lainnya juga berhak dilindungi. Jika mereka terluka atau meninggal wajib mendapat pengobatan dan santunan,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Seperti diketahui, saat ini seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Aceh melakukan aksi unjuk rasa &#8216;Kawal Putusan Mahkamah Konstitusi&#8217; dan menolak RUU Pilkada.<\/p>\n<p>Bahkan, demo mahasiswa dari berbagai kampus di gedung DPRA di Banda Aceh berakhir ricuh. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.<\/p>\n<p>Polisi membubarkan massa yang bertahan di halaman DPRA mulai pukul 20.30 WIB, Jum&#8217;at (23\/8\/2024). Sejumlah personel polisi menembakkan gas air mata agar mahasiswa bubar.<\/p>\n<p>Namun mereka membalasnya dengan lemparan ke arah polisi. Polisi juga sempat menyiram mahasiswa dengan mobil water canon.<\/p>\n<p>Sejumlah pengunjuk rasa ditangkap oleh polisi. &#8220;Ada lima orang saat ini kami amankan dan kami mintai keterangan,&#8221; kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli kepada wartawan di Gedung DPRA, Jum&#8217;at malam (23\/8\/2024).<\/p>\n<p>Para pendemo itu diamankan di sejumlah titik saat polisi melakukan pembubaran paksa. Mereka langsung dibawa masuk ke pekarangan gedung DPRA.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82702?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INFOACEH.NET, BANDA ACEH &#8212; Anggota Komisi Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia DPR RI M Nasir Djamil meminta kepada DPR RI dan Pemerintah agar segera membebaskan para pengunjuk rasa yang diamankan di seluruh kantor kepolisian di Indonesia. &#8220;Agar para pengunjuk rasa yang ditahan oleh polisi segera dibebaskan,&#8221; ujar Nasir Djamil, dalam keterangannya, Jum&#8217;at malam (23\/8). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":82703,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-82702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/08\/IMG-20240824-WA0007.jpg?fit=848%2C480&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=82702"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/82702\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/82703"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=82702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=82702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=82702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}