{"id":83840,"date":"2024-09-11T22:06:58","date_gmt":"2024-09-11T15:06:58","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=83840"},"modified":"2024-09-11T22:06:58","modified_gmt":"2024-09-11T15:06:58","slug":"dinilai-tak-sesuai-spek-penegak-hukum-didesak-usut-anggaran-komsumsi-atlet-pon-rp-425-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/09\/11\/dinilai-tak-sesuai-spek-penegak-hukum-didesak-usut-anggaran-komsumsi-atlet-pon-rp-425-miliar\/","title":{"rendered":"Dinilai Tak Sesuai Spek, Penegak Hukum Didesak Usut Anggaran Komsumsi Atlet PON Rp 42,5 Miliar"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net, Banda Aceh<\/strong> &#8212; Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polda Aceh didesak untuk turun tangan mengusut dugaan penyimpangan anggaran PON XXI\/2024 Aceh &#8211; Sumut terutama untuk komsumsi atlet dan official yang mencapai Rp 42,5 miliar yang pelaksanaannya dikerjakan oleh PT. Aktivitas Atmosfir yang beralamat di Jakarta.<\/p>\n<p>Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI) Nasrudin Bahar, Rabu (11\/9) menjelaskan penunjukan penyedia konsumsi atlet PON dinilai tidak transparan dan tidak terbuka.<\/p>\n<p>Panitia sudah memiliki niat jahat dengan menggabungkan paket katering menjadi satu paket sehingga usaha kecil atau pengusaha lokal tidak mendapat kesempatan.<\/p>\n<p>Idealnya paket komsumsi Rp 42,5 miliar bisa dipecahkan menjadi 10 atau 20 paket pekerjaan sehingga usaha kecil di Aceh semakin banyak kesempatan.<\/p>\n<p>Menurutnya, bisa dibayangkan jika pelaksana pengadaan komsumsi seperti makan dan snack dilaksanakan oleh 20 pengusaha lokal Aceh masing-masing bisa mengerjakan Rp 2 miliar.<\/p>\n<p>Pemerataan ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat akan terbuka secara luas tidak dikuasai oleh satu orang saja.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang dihimpun TTI dari e-Katalog LKPP PT. AKTIFITAS ATMOSFIR terdapat RAB untuk nasi kotak 1 porsi Rp 51.000, untuk snack Rp 19.000.<\/p>\n<p>&#8220;Jika dilihat dari fakta di lapangan isi nasi kotak dan lauk-pauknya tidak sesuai dengan RAB yang diajukan, jika dihitung paling-paling isinya berkisar Rp 20 ribu saja begitu juga dengan kotak snack paling isinya Rp 7 ribu,&#8221; ujar Nasruddin Bahar.<\/p>\n<p>Sebelum terlambat, diminta pihak Polda Aceh segera turun tangan mengingat masalah komsumsi ini sudah masuk dalam tahap meresahkan para peserta PON XXI Aceh &#8211; Sumut.<\/p>\n<p>&#8220;Tindakan Polda Aceh untuk mengusut belum terlambat karena masih ada waktu beberapa hari lagi untuk memulihkan rasa nyaman para tamu yang datang ke Aceh. Jangan gara-gara porsi makan yang tidak sesuai spek, nama Aceh tercemar dan berkesan tidak baik yang dibawa pulang oleh tamu tamu kita,&#8221; kata Nasrudin Bahar.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/83840?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, Banda Aceh &#8212; Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polda Aceh didesak untuk turun tangan mengusut dugaan penyimpangan anggaran PON XXI\/2024 Aceh &#8211; Sumut terutama untuk komsumsi atlet dan official yang mencapai Rp 42,5 miliar yang pelaksanaannya dikerjakan oleh PT. Aktivitas Atmosfir yang beralamat di Jakarta. Koordinator Transparansi Tender Indonesia (TTI) Nasrudin Bahar, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":83841,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-83840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/09\/WhatsApp-Image-2024-09-11-at-22.04.13.jpeg?fit=1599%2C899&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/83840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=83840"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/83840\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/83841"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=83840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=83840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=83840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}