{"id":84183,"date":"2024-09-17T02:38:14","date_gmt":"2024-09-16T19:38:14","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=84183"},"modified":"2024-09-17T02:38:14","modified_gmt":"2024-09-16T19:38:14","slug":"pasang-target-lima-besar-aceh-hanya-berada-di-peringkat-12-mtq-nasional-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/09\/17\/pasang-target-lima-besar-aceh-hanya-berada-di-peringkat-12-mtq-nasional-2024\/","title":{"rendered":"Pasang Target Lima Besar, Aceh Hanya Berada di Peringkat 12 MTQ Nasional 2024"},"content":{"rendered":"<p><strong>INFOACEH.NET, BANDA ACEH<\/strong> &#8212; Kafilah Aceh hanya mampu mencapai peringkat 12 dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX\/2024 tingkat nasional yang diadakan di Samarinda, Kalimantan Timur pada 6-16 September 2024.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam memasang target untuk Kafilah MTQ Aceh masuk peringkat lima besar dalam MTQ Nasional 2024.<\/p>\n<p>Sebelumnya pada MTQ Nasional ke-29 tahun 2022 di Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) berada di peringkat delapan dan masuk posisi 10 besar.<\/p>\n<p>&#8220;Kita berharap di MTQ Nasional 2024 adalah memperbaiki peringkat. Target kami dapat masuk lima besar, dari sebelumnya peringkat delapan,&#8221; kata Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Zahrol Fajri pada Ahad (4\/8\/2024), sebelum Kafilah Aceh berangkat ke Kaltim.<\/p>\n<p>Aceh mengirim sebanyak 54 peserta untuk mengikuti semua cabang perlombaan di MTQ Nasional ke-30 di Samarinda, Kaltim.<\/p>\n<p>Cabang perlombaan itu antara lain Seni Baca Al-Qur&#8217;an (Tilawah), Qira&#8217;at, Hafalan (Tahfizh), Tafsir, Fahmil, Syarhil, Seni Kaligrafi (Khattil) dan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur&#8217;an (KTIQ).<\/p>\n<p>Ketua Kafilah Aceh, H Zahrol Fajri SAg MA menerangkan, pada MTQ Tingkat Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda, Kalimantan Timur, Aceh hanya meraih 11 juara.<\/p>\n<p>Capaian tersebut berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ Nasional ke-30 2024 dengan nomor 04\/KEP.MH\/MTQN|30\/9\/2024 tentang Penetapan Peserta Terbaik 1, 2 dan 3, Harapan 1, 2, dan 3 MTQ Tingkat Nasional ke-30 Tahun 2024 di kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.<\/p>\n<p>Adapun rincian juara yang diperoleh Kafilah Aceh yakni 1 juara pertama yang diraih oleh cabang syarhil putri.<\/p>\n<p>Kemudian sebanyak 1 juara 2 yang dipersembahkan oleh cabang tafsir Bahasa Indonesia golongan putra dan 1 juara 3 dari cabang tahfiz 30 juz putra.<\/p>\n<p>Sementara sisanya sebanyak 8 juara harapan dipersembahkan oleh cabang tahfiz masing-masing golongan 10 juz putra dan 1 juz putri, Tafsir masing-masing golongan Bahasa Arab putri dan Bahasa Indonesia putri, Tartil putri, Khatt Kontemporer Putra, Syarhil putra dan Fahmil putri.<\/p>\n<p>Zahrol Fajri mengakui prestasi yang diraih Kafilah Aceh pada ajang MTQ Nasional tahun 2024 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022.<\/p>\n<p>&#8220;Prestasi Aceh tahun ini agak turun jika dibandingkan dengan MTQN ke-29 di Banjarmasin,&#8221; ujarnya, Senin (16\/9\/2024).<\/p>\n<p>Pada ajang MTQN ke-29 yang berlangsung pada 2022, Aceh berhasil mengumpulkan sebanyak 19 juara dan berada di peringkat 8.<\/p>\n<p>Sedangkan tahun ini, Aceh mengumpulkan sebanyak 11 juara dan hanya berada di peringkat 12 dengan poin 61, dari 35 provinsi peserta MTQN 2024.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/84183?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INFOACEH.NET, BANDA ACEH &#8212; Kafilah Aceh hanya mampu mencapai peringkat 12 dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXX\/2024 tingkat nasional yang diadakan di Samarinda, Kalimantan Timur pada 6-16 September 2024. Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam memasang target untuk Kafilah MTQ Aceh masuk peringkat lima besar dalam MTQ Nasional 2024. Sebelumnya pada MTQ Nasional ke-29 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":84184,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-84183","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/09\/IMG-20240917-WA0010.jpg?fit=1600%2C849&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/84183","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=84183"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/84183\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/84184"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=84183"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=84183"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=84183"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}