{"id":85010,"date":"2024-10-02T23:23:34","date_gmt":"2024-10-02T16:23:34","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=85010"},"modified":"2024-10-02T23:23:34","modified_gmt":"2024-10-02T16:23:34","slug":"kadin-aceh-pemberhentian-dirut-bank-aceh-jangan-terus-dipolitisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/10\/02\/kadin-aceh-pemberhentian-dirut-bank-aceh-jangan-terus-dipolitisasi\/","title":{"rendered":"Kadin Aceh: Pemberhentian Dirut Bank Aceh Jangan Terus Dipolitisasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net, Banda Aceh \u2013<\/strong> Kontroversi terkait pemberhentian Muhammad Syah dari posisi Direktur Utama Bank Aceh Syariah oleh Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah pada 5 April lalu kembali mencuat.<\/p>\n<p>Hal itu setelah Pansus Pengelolaan Bank Aceh Syariah Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendesak agar Muhammad Syah dikembalikan ke posisinya semula, dengan dalih bahwa proses pemberhentiannya cacat hukum dan tidak sesuai prosedur.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Aceh, Muhammad Iqbal yang akrab disapa Iqbal Piyeung, angkat bicara.<\/p>\n<p>Dalam keterangan persnya, Selasa (1\/10\/2024), Iqbal menegaskan bahwa proses pemberhentian tersebut telah sesuai dengan tata kelola dan regulasi yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cPemberhentian ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa dan merupakan hak penuh Pemegang Saham Pengendali (PSP),\u201d ujar Iqbal.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa proses tersebut telah mengikuti Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Perusahaan.<\/p>\n<p>Iqbal menjelaskan, RUPS dapat diselenggarakan kapan saja, bahkan dalam waktu 24 jam dan di hari libur.<\/p>\n<p>\u201cYang terpenting, seluruh pemegang saham 100 persen sepakat dengan keputusan pemberhentian ini,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ketua Kadin Aceh ini juga menyoroti bahwa di bawah kepemimpinan baru, kinerja Bank Aceh Syariah justru menunjukkan tren positif.<\/p>\n<p>\u201cBank Aceh telah meraih sejumlah prestasi, termasuk kesuksesan dalam layanan keuangan selama penyelenggaraan PON,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Iqbal menekankan pentingnya menjauhkan urusan bisnis dari kepentingan politik.<\/p>\n<p>\u201cJangan terus dipolitisasi atas kepentingan sekelompok pihak,\u201d pintanya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan saat ini, Bank Aceh Syariah adalah satu-satunya BUMD yang memberikan pendapatan signifikan bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten\/kota.<\/p>\n<p>\u201cKalau tidak dikelola dengan baik, mana mungkin Bank Aceh Syariah dinilai sehat oleh regulator? Kalau tidak sehat, mana mungkin bisa memberikan dividen yang begitu besar kepada pemerintah Aceh dan kabupaten\/kota\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di akhir pernyataannya, Iqbal mengajak semua pihak mendukung perkembangan Bank Aceh Syariah.<\/p>\n<p>\u201cMari kita dukung Bank Aceh yang saat ini sudah baik untuk bisa lebih baik ke depan. Layanan perbankan yang belum berjalan dapat segera terealisasi demi kemudahan nasabah,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85010?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, Banda Aceh \u2013 Kontroversi terkait pemberhentian Muhammad Syah dari posisi Direktur Utama Bank Aceh Syariah oleh Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah pada 5 April lalu kembali mencuat. Hal itu setelah Pansus Pengelolaan Bank Aceh Syariah Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mendesak agar Muhammad Syah dikembalikan ke posisinya semula, dengan dalih bahwa proses pemberhentiannya cacat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":85011,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-85010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/10\/WhatsApp-Image-2024-10-02-at-23.20.29.jpeg?fit=1080%2C899&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=85010"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85010\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/85011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=85010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=85010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=85010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}