{"id":85518,"date":"2024-10-11T18:17:55","date_gmt":"2024-10-11T11:17:55","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=85518"},"modified":"2024-10-11T18:17:55","modified_gmt":"2024-10-11T11:17:55","slug":"memperbanyak-sujud-kunci-bertemu-nabi-muhammad-di-akhirat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/10\/11\/memperbanyak-sujud-kunci-bertemu-nabi-muhammad-di-akhirat\/","title":{"rendered":"Memperbanyak Sujud Kunci Bertemu Nabi Muhammad di Akhirat"},"content":{"rendered":"<p><strong>INFOACEH.NET, ACEH BESAR<\/strong> &#8212; Kunci bertemu dengan Nabi Muhammad SAW kelak di akhirat adalah memperbanyak sujud.<\/p>\n<p>Memperbanyak sujud maksudnya adalah memperbanyak pelaksanaan shalat, baik shalat wajib lima waktu maupun shalat-shalat sunnah seperti shalat rawatib, tahajud, dhuha dan lain-lain.<\/p>\n<p>Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Dr Abizal Muhammad Yati Lc MA menyampaikan hal itu dalam khutbah Jum&#8217;at di Masjid As Sajidin Komplek Tanjung, Kecamatan Ingin Jaya, 11 Oktober 2024 bertepatan 8 Rabiul Akhir 1446 Hijriah.<\/p>\n<p>Menurut Abizal, jika kita benar-benar merindukan Rasulullah dan ingin bertemu dengannya serta dapat bersama-sama Nabi di surga, maka shalat harus menjadi prioritas utama. Shalat lima waktu yang Allah wajibkan adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan, dan shalat sunnah menjadi penyempurna amalan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPada kenyataannya, banyak di antara kita yang mengaku mencintai Rasulullah tetapi tidak menunaikan shalat dengan baik. Jangankan memperbanyak shalat sunnah, shalat lima waktu yang wajib pun sering diabaikan. Bagaimana mungkin kita bisa berharap bertemu dengan beliau di akhirat, jika kewajiban shalat lima waktu saja tidak kita laksanakan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Karena itu, tambah Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh ini, jika kerinduan kita kepada Nabi Muhammad SAW benar-benar tulus, maka marilah kita tunaikan shalat lima waktu dengan baik dan sempurna, serta perbanyaklah shalat sunnah sebagai bentuk kecintaan kita kepada beliau.<\/p>\n<p>\u201cHanya dengan cara ini, insya Allah, kita dapat bertemu Rasulullah di surga dan bersama-sama beliau menikmati keindahan surga, sebagaimana yang diinginkan oleh Rabi\u2019ah bin Ka\u2019ab Al-Aslami,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dalam sebuah riwayat yang diceritakan oleh Imam Muslim, Rabi\u2019ah menuturkan kisahnya: \u201cAku pernah bermalam bersama Rasulullah, kemudian aku membawakan air wudhu dan keperluan beliau. Lalu, Rasulullah bersabda kepadaku: \u2018Wahai Rabi\u2019ah, apa yang kau inginkan?\u2019 Aku pun menjawab: \u2018Aku meminta kepada Baginda agar bisa menemani Baginda di surga.\u2019 Rasulullah bertanya kembali: \u2018Adakah permintaan lain selain itu?\u2019 Aku menjawab: \u2018Tidak ada, ya Rasulullah. Itu saja permintaanku.\u2019 Maka Rasulullah bersabda: \u2018Bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud.\u2019\u201d (HR. Muslim, no. 489).<\/p>\n<p>Pertanyaannya, kata Abizal, bagaimana kita bisa memastikan diri dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di akhirat? Tentu hal ini tidak semudah yang dibayangkan.<\/p>\n<p>Ada satu kunci yang telah beliau sampaikan agar kita bisa bertemu dengannya kelak. Kunci ini diberikan oleh Rasulullah kepada salah seorang sahabatnya yang bernama Rabi\u2019ah bin Ka\u2019ab Al-Aslami, seorang sahabat yang dikenal sangat jujur dalam mencintai Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n<p>Abizal menguraikan, sebagai seorang Muslim, salah satu harapan terbesar yang kita dambakan adalah dapat bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di akhirat.<\/p>\n<p>Keinginan ini lahir dari keimanan kita kepada beliau sebagai nabi yang kita junjung tinggi, idola, dan teladan yang sempurna. Tentu, seseorang yang kita idolakan selalu menumbuhkan rasa rindu yang mendalam.<\/p>\n<p>\u201cKita hidup pada masa yang berbeda dari para sahabat. Para sahabat berkesempatan bertatap muka langsung dengan Nabi Muhammad, sementara kita hanya bisa merasakan kehadiran beliau melalui ajaran-ajarannya. Karena itu, harapan terbesar kita adalah agar kelak di akhirat Allah memperkenankan kita untuk bertemu dengan beliau,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85518?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INFOACEH.NET, ACEH BESAR &#8212; Kunci bertemu dengan Nabi Muhammad SAW kelak di akhirat adalah memperbanyak sujud. Memperbanyak sujud maksudnya adalah memperbanyak pelaksanaan shalat, baik shalat wajib lima waktu maupun shalat-shalat sunnah seperti shalat rawatib, tahajud, dhuha dan lain-lain. Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Dr Abizal Muhammad Yati Lc MA menyampaikan hal itu dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":85519,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-85518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/10\/IMG-20241011-WA0057.jpg?fit=900%2C1600&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=85518"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85518\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/85519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=85518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=85518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=85518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}