{"id":85584,"date":"2024-10-12T15:52:36","date_gmt":"2024-10-12T08:52:36","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=85584"},"modified":"2024-10-12T15:52:36","modified_gmt":"2024-10-12T08:52:36","slug":"tahun-depan-pt-pema-bangun-pabrik-minyak-goreng-di-aceh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/10\/12\/tahun-depan-pt-pema-bangun-pabrik-minyak-goreng-di-aceh\/","title":{"rendered":"Tahun Depan, PT PEMA Bangun Pabrik Minyak Goreng di Aceh"},"content":{"rendered":"<p><strong>INFOACEH.NET, BANDA ACEH \u2013<\/strong> PT Pembangunan Aceh (PEMA) tengah mempersiapkan rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Aceh pada tahun 2025.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Manajer Industri dan Perdagangan PT PEMA Sadikin Nugraha dalam FGD \u201cMenyukat Tantangan dan Peluang Hilirisasi Kelapa Sawit di Aceh&#8221; yang digelar oleh Forum Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) di Banda Aceh Sabtu (12\/10\/2024).<\/p>\n<p>Menurutnya, dari pemetaan bisnis dan penawaran yang telah dilakukan oleh PT PEMA, untuk membangun satu industri pengolahan minyak goreng, diperlukan biaya sekitar Rp 150 miliar dengan target produksi sekitar 80 ribu ton.<\/p>\n<p>Menurut Sadikin, PEMA telah melakukan kajian mendalam terkait proyek ini, meskipun masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan pasokan CPO (Crude Palm Oil).<\/p>\n<p>\u201cKita hanya membutuhkan 5-10 persen dari total produksi CPO, atau sekitar 80 ribu ton per bulan. Dengan itu, pabrik minyak goreng yang kita rancang bisa memproduksi antara 50-100 ribu ton per bulan,\u201d ujar Sadikin.<\/p>\n<p>Selain itu, PEMA juga akan melakukan ekspor cangkang kelapa sawit ke Jepang. Awalnya akan dilakukan via Pelabuhan Langsa. Namun karena ada beberapa kendala teknis, maka kegiatan eksport dipindahkan Krueng Geukueh.<\/p>\n<p>Manajer Industri dan Perdagangan PT PEMA Sadikin Nugraha menjelaskan bahwa program hilirisasi sudah mulai dilakukan. Di mana pada tahap awal, melakukan eksport cangkang yang akan direncanakan pada Februari 2025.<\/p>\n<p>\u201cJadi saat ini, PT PEMA sedang mempersiapkan rencana ekspor ke Jepang. Awalnya akan dilakukan via Pelabuhan Langsa. Namun karena ada beberapa kendala teknis, maka kegiatan eksport dipindahkan Krueng Geukuh,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Dirinya menyebutkan, dari pendalaman, total potensi produksi cangkang sawit di Aceh mencapai sebesar 800 ribu ton per tahun. Namun untuk awal kita menargetkan 100 ribu ton selama tahun 2025 yang diperkirakan bernilai Rp 1,2 Triliun.<\/p>\n<p>Dari ekspor, pihaknya berkomitmen bahwa sebagian pendapatan akan kembali ke daerah, dengan kontribusi mencapai kisaran 7-8 persen.<\/p>\n<p>Sadikin menambahkan bahwa perusahaan yang menjalankan ekspor ini akan dilakukan oleh anak perusahaan PEMA, yakni Global Servis (PGS), yang fokus di bidang jasa dan perdagangan.<\/p>\n<p>Sementara Sekdis Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanudding Kurnia dalam FGD tersebut menyampaikan, bahwa luas perkebunan sawit di Aceh mencapai 423 juta ha, sedangkan jumlah produksi CPO, sekitar 50 juta ton\/tahun. Namun Aceh, dari Pendapat Asli Daerah (PAD) tidak dapat<\/p>\n<p>Untuk itu, dirinya mengatakan regulasi dan dukungan dari pemerintah daerah dalam mensiasati kondisi tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSalah satunya adalah dengan membangun industri hilir. Ini kerja berat, namun harus kita lakukan. Saya berharap PT PEMA melakukan terobosan ini,\u201d harapnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85584?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INFOACEH.NET, BANDA ACEH \u2013 PT Pembangunan Aceh (PEMA) tengah mempersiapkan rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Aceh pada tahun 2025. Hal itu disampaikan Manajer Industri dan Perdagangan PT PEMA Sadikin Nugraha dalam FGD \u201cMenyukat Tantangan dan Peluang Hilirisasi Kelapa Sawit di Aceh&#8221; yang digelar oleh Forum Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) di Banda Aceh Sabtu (12\/10\/2024). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":85585,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[27],"tags":[],"class_list":["post-85584","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/10\/IMG-20241012-WA0038.jpg?fit=1280%2C960&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85584","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=85584"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/85584\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/85585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=85584"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=85584"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=85584"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}