{"id":87270,"date":"2024-11-08T14:39:43","date_gmt":"2024-11-08T07:39:43","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=87270"},"modified":"2024-11-08T14:39:43","modified_gmt":"2024-11-08T07:39:43","slug":"dosa-besar-mengurangi-timbangan-dalam-berdagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/11\/08\/dosa-besar-mengurangi-timbangan-dalam-berdagang\/","title":{"rendered":"Dosa Besar Mengurangi Timbangan dalam Berdagang"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\">Infoaceh.net<\/a>, Aceh Besar<\/strong> &#8212; Mengurangi timbangan termasuk dalam dosa besar atau sama dengan dosa orang yang melalaikan shalat.<\/p>\n<p>Allah akan membawa pelakunya ke dalam neraka wayl (fawailul lil mushallin). Wailun atau wayl adalah lembah jahannam yang berbukit-bukit, apabila dimasukkan ke dalamnya langsung mencair karena sangat panas.<\/p>\n<p>Dosen tetap pada Prodi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nahdlatul Ulama Aceh Tgk Shafwan Bendadeh SHI M.Sh menyampaikan hal itu dalam khutbah Jum&#8217;at di Masjid Besar Lambaro Angan Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, 8 November 2024 bertepatan 6 Jumadil Awal 1446 Hijrah.<\/p>\n<p>Tenaga Profesional Baitul Mal Aceh (BMA) ini menyampaikan, Allah membinasakan kaum Madyan disebabkan berbuat curang dalam takaran dan timbangan.<\/p>\n<p>Kaum Madyan merupakan umat Nabi Syu\u2019aib AS yang terkenal dengan ashabul aikah (penyembah pohon), mereka memiliki harta melimpah dari hasil bisnis yang ditekuni.<\/p>\n<p>\u201cNamun, mereka melakukan kecurangan untuk mendapatkan keuntungan berlipat dengan cara mengurangi takaran atau timbangan. Nabi Syu\u2019aib berkali-kali memperingatkan mereka agar menyembah Allah dan menghentikan ketidakjujuran dalam perniagaan, tetapi mereka sama sekali tidak mengindahkannya, malahan mengancam dan menantang Nabi Syu\u2019aib agar mendatangkan azab kepada mereka,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Tgk Shafwan mengatakan, Allah menciptakan manusia dengan sifat sangat mencintai, harta ditampakkan indah di dalam hatinya. Allah berfirman: \u201cDan mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.\u201d (QS. Al-Fajr: 20).<\/p>\n<p>\u201cNamun kecintaan kepada harta merupakan ujian dari Allah dengan sebab kecintaan kepada harta sehingga mencarinya dengan cara-cara tidak halal lalu merusak agamanya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, di antara bentuk usaha mendapatkan harta yang tidak halal adalah berbuat curang di dalam takaran dan timbangan, yaitu dengan cara menguranginya dari yang semestinya.<\/p>\n<p>\u201cKecurangan jelas merupakan satu bentuk praktik sariqah atau pencurian, terhadap milik orang lain yang tidak bersikap adil terhadap sesamanya,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Menurut Tgk Shafwan, Islam dengan kesempurnaan dan kemuliaan ajarannya, memerintahkan umatnya menjalin muamalah dengan sesama atas dasar keadilan dan keridaan. Di antaranya, dengan menyempurnakan takaran dan timbangan.<\/p>\n<p>\u201cOleh sebab itu, hindari mencari keuntungan dengan mengurangi takaran dan timbangan, utamakan kejujuran mencari keuntungan dengan cara halal, tidak dengan cara merugikan orang lain,\u201d pungkasnya. (Sayed M. Husen)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87270?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, Aceh Besar &#8212; Mengurangi timbangan termasuk dalam dosa besar atau sama dengan dosa orang yang melalaikan shalat. Allah akan membawa pelakunya ke dalam neraka wayl (fawailul lil mushallin). Wailun atau wayl adalah lembah jahannam yang berbukit-bukit, apabila dimasukkan ke dalamnya langsung mencair karena sangat panas. Dosen tetap pada Prodi Hukum Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":87271,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-87270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-syariah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-08-at-14.22.22.jpeg?fit=720%2C576&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=87270"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87270\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/87271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=87270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=87270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=87270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}