{"id":87807,"date":"2024-11-16T19:32:38","date_gmt":"2024-11-16T12:32:38","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=87807"},"modified":"2024-11-16T19:36:59","modified_gmt":"2024-11-16T12:36:59","slug":"ustaz-dasad-latif-aceh-paling-sedikit-angka-kriminalitas-karena-diterapkan-syariat-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/11\/16\/ustaz-dasad-latif-aceh-paling-sedikit-angka-kriminalitas-karena-diterapkan-syariat-islam\/","title":{"rendered":"Ustaz Das&#8217;ad Latif: Aceh Paling Sedikit Angka Kriminalitas Karena Diterapkan Syariat Islam"},"content":{"rendered":"<p><strong><a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\">Infoaceh.net<\/a>, BLANG BINTANG<\/strong> \u2013 Da&#8217;i dan penceramah kondang nasional asal Sulawesi Selatan Ustaz Das\u2019ad Latif, mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk tidak antipati bahkan takut dengan keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat di Bumi Serambi Mekkah, yaitu penerapan syariat Islam.<\/p>\n<p>Imbauan tersebut disampaikan Ustaz Das\u2019at Latif, sebelum berpisah dengan Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA yang melepas dirinya yang akan kembali ke Makassar, di VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (16\/11\/2024).<\/p>\n<p>\u201cSaudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, Aceh ini memiliki kekhususan karena diberikan oleh negara untuk melaksanakan syariat Islam. Tapi tidak berarti orang non muslim tidak bisa hidup di sini, justru saya mendengar di sini daerah yang paling sedikit kriminalitasnya, karena diterapkannya syariat Islam,\u201d ujar Ustaz Das\u2019ad Latif.<\/p>\n<p>Karena itu, saudara-saudaraku se-Indonesia jangan pernah takut dengan syariat Islam. Karena syariat Islam ini lebih gampang penerapannya.<\/p>\n<p>Penceramah yang juga aktif mengajar di Universitas Hassanuddin Makasar itu bahkan mencontohkan, pada beberapa kasus kriminal yang melibatkan non muslim, justru mereka lebih memilih dihukum dengan Qanun Jinayat, dari pada hukum pidana KUHP.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa non muslim justru lebih memilih hukum jinayat dari pada hukum pidana. Karena usai menjalani cambuk, mereka bisa kembali ke keluarga dan mencari nafkah untuk keluarga mereka. Karena itu, jangan pernah negatif thinking terhadap syariat Islam,\u201d kata Ustaz Das\u2019ad Latif.<\/p>\n<p>Alumni Universitas Kebangsaan Malaysia itu menambahkan, hal ini membuktikan Islam dengan syariatnya benar-benar rahmatan lil \u2018alamin, bukan hanya bagi umat muslim tetapi bagi seluruh alam.<\/p>\n<p>Sementara itu, sebelum melepas kepulangan Ustaz Das\u2019ad Latif, Pj Gubernur Safrizal menyampaikan terima kasih atas kesediaan da\u2019i kondang tersebut mengisi ceramah Maulid Raya 1446 Hijriah yang digelar Pemerintah Aceh kemarin (Jum\u2019at, 15\/11) di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh.<\/p>\n<p>\u201cTerima kasih setinggi-tingginya atas kesediaan Ustaz untuk mengisi ceramah Maulid Raya kemarin. Kami memahami padatnya jadwal Ustaz Das\u2019ad, baik untuk ceramah, mengajar dan kegiatan lainnya. Terima kasih atas keluangan waktu Ustaz untuk hadir di Aceh,\u201d kata Pj Gubernur Safrizal.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87807?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, BLANG BINTANG \u2013 Da&#8217;i dan penceramah kondang nasional asal Sulawesi Selatan Ustaz Das\u2019ad Latif, mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk tidak antipati bahkan takut dengan keistimewaan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat di Bumi Serambi Mekkah, yaitu penerapan syariat Islam. Imbauan tersebut disampaikan Ustaz Das\u2019at Latif, sebelum berpisah dengan Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":87810,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-87807","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/11\/WhatsApp-Image-2024-11-16-at-19.30.17-1.webp?fit=800%2C533&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87807","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=87807"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87807\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/87810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=87807"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=87807"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=87807"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}