{"id":87877,"date":"2024-11-17T23:52:41","date_gmt":"2024-11-17T16:52:41","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=87877"},"modified":"2024-11-17T23:52:41","modified_gmt":"2024-11-17T16:52:41","slug":"disnak-aceh-turunkan-tim-tangani-penyakit-brucellosis-pada-ternak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2024\/11\/17\/disnak-aceh-turunkan-tim-tangani-penyakit-brucellosis-pada-ternak\/","title":{"rendered":"Disnak Aceh Turunkan Tim Tangani Penyakit Brucellosis pada Ternak"},"content":{"rendered":"<p><strong>INFOACEH.NET, BANDA ACEH &#8212;<\/strong> Tim Dinas Peternakan (Disnak) Aceh terus melakukan penanganan penyakit Brucellosis yang kasusnya masih tinggi, sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan cepat.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menemukan kasus Brucellosis di beberapa daerah di provinsi itu.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, tim pengendalian penyakit Brucellosis Aceh masih bekerja di lapangan meskipun beberapa wilayah sudah bebas dari kasus tersebut.<\/p>\n<p>\u201cPenyakit ini tergolong zoonosis, brucellosis tidak hanya mengancam kesehatan hewan ternak, tetapi juga dapat menular ke manusia, sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan serius,\u201d kata Zalsufran dalam keterangannya, Ahad (17\/11\/2024).<\/p>\n<p>Zalsufran juga melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) untuk meninjau langsung penanganan kasus Brucellosis yang masih tinggi.<\/p>\n<p>Disnak Aceh menerima laporan yang menunjukkan ada beberapa ternak di Abdya, khususnya sapi, yang mengalami keguguran yang terindikasi terinfeksi Brucellosis.<\/p>\n<p>\u201cKami segera menurunkan tim agar penanganan di Abdya maksimal dan bisa bebas secepatnya. Saya sangat khawatir terhadap penyakit ini yang menular ke manusia, maka harus ada penanganan yang tepat dan serius serta melibatkan semua pihak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pentingnya pengawasan ketat dalam penanganan hewan yang terinfeksi dan mengimbau Pemkab Abdya dalam pengadaan ternak agar terlebih dahulu melakukan pemeriksaan di laboratorium veteriner Disnak Aceh.<\/p>\n<p>\u201cIni penting agar sapi atau ternak yang masuk ke wilayah Abdya sehat dan bebas dari penyakit. Hal ini juga berlaku bagi kabupaten\/kota se-Aceh,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Zalsufran, hewan yang terkena penyakit tersebut diperbolehkan untuk dipelihara, namun harus di kandang isolasi dan tidak dilepas liar.<\/p>\n<p>\u201cSaat sudah gemuk, disembelih dan dagingnya boleh dijual, asalkan melalui pengawasan ketat oleh dokter hewan berwenang setempat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Brucellosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri brucella. Penyakit ini dapat menyebabkan keguguran pada ternak, penurunan produksi susu dan bahkan kematian, sedangkan efek pada manusia, brucellosis dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, dan gejala lainnya yang memerlukan penanganan medis.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87877?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>INFOACEH.NET, BANDA ACEH &#8212; Tim Dinas Peternakan (Disnak) Aceh terus melakukan penanganan penyakit Brucellosis yang kasusnya masih tinggi, sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan cepat. Kepala Dinas Peternakan Aceh Zalsufran mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menemukan kasus Brucellosis di beberapa daerah di provinsi itu. Oleh sebab itu, tim pengendalian penyakit Brucellosis Aceh masih bekerja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":87878,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-87877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/11\/IMG-20241117-WA0121.jpg?fit=776%2C444&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=87877"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/87877\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/87878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=87877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=87877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=87877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}