{"id":90461,"date":"2025-01-04T15:27:09","date_gmt":"2025-01-04T08:27:09","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=90461"},"modified":"2025-01-04T15:27:09","modified_gmt":"2025-01-04T08:27:09","slug":"kip-aceh-hanya-memfasilitasi-pelantikan-kepala-daerah-wewenang-dpra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/01\/04\/kip-aceh-hanya-memfasilitasi-pelantikan-kepala-daerah-wewenang-dpra\/","title":{"rendered":"KIP Aceh Hanya Memfasilitasi, Pelantikan Kepala Daerah Wewenang DPRA"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net, Banda Aceh<\/strong> &#8212; Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Agusni menyampaikan, pihaknya hanya memfasilitasi proses pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024.<\/p>\n<p>Sementara wewenang pelantikan sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) itu berada di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan DPR kabupaten\/kota.<\/p>\n<p>&#8220;Sementara pelantikan itu domain dan kewenangannya DPRA dan masing-masing DPRK,&#8221; ujar Agusni AH dalam keterangannya, Sabtu (4\/1).<\/p>\n<p>Agusni menjelaskan, tugas dan tanggung jawab KIP Aceh dalam tahapan Pilkada 2024 hingga penetapan kepala daerah terpilih<\/p>\n<p>Hanya saja KIP ikut memfasilitasi dan menjembatani sesuai regulasi yang ada.<\/p>\n<p>Seperti halnya ketentuan yang termaktub dalam pasal 69 UUPA untuk pelantikan gubernur\/wakil gubernur Aceh.<\/p>\n<p>Serta pelantikan bupati\/wakil bupati serta wali kota\/wakil wali kota sebagaimana diatur dalam pasal 70 UU Pemerintahan Aceh.<\/p>\n<p>Sebelumnya diberitakan, pelantikan kepala daerah baik gubernur, bupati dan wali kota yang terpilih hasil Pilkada 2024 diundur dari Februari menjadi Maret 2025.<\/p>\n<p>Juru Bicara Gubernur\/Wakil Gubernur Aceh terpilih Muzakir Manaf-Fadhlullah (Mualem-Dek Fad) Teuku Kamaruzzaman atau akrab disapa Ampon Man ikut memberikan tanggapan terkait pengunduran pelantikan tersebut.<\/p>\n<p>Menurut Ampon Man, pelantikan Kepala Daerah di Aceh mengacu pada ketentuan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan Qanun Pilkada Nomor 12 tahun 2016.<\/p>\n<p>Ketentuan ini mengatur tentang pelantikan Kepada Daerah di Aceh yang dilakukan dalam di sidang Paripurna DPRA maupun DPRK dan di depan Ketua Mahkamah Syar\u2019iah Aceh dan Kabupaten\/Kota.<\/p>\n<p>Ampon Man mengharapkan agar pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh turut memberikan penjelasan.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira KIP Aceh juga harus menjelaskan ini kepada berbagai pihak yang berkepentingan di Pemerintah Pusat tentang regulasi prosesi pelantikan Kepala Daerah di Aceh,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan Ampon Man, ketentuan yang tersedia di Aceh adalah bahwa setelah KIP Aceh menetapkan Gubernur\/Wakil Gubernur terpilih yang selanjutnya disampaikan kepada DPRA.<\/p>\n<p>Yang selanjutnya mengirim surat permintaan pelantikan Gubernur\/Wakil Gubernur Aceh terpilih kepada Presiden melalui Kemendagri yang harus dijadwalkan dalam 30 hari kerja.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/90461?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, Banda Aceh &#8212; Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Agusni menyampaikan, pihaknya hanya memfasilitasi proses pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024. Sementara wewenang pelantikan sesuai Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) itu berada di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan DPR kabupaten\/kota. &#8220;Sementara pelantikan itu domain dan kewenangannya DPRA dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":86022,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[92],"tags":[],"class_list":["post-90461","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2024\/10\/IMG-20241018-WA0077.jpg?fit=760%2C609&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/90461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=90461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/90461\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/86022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=90461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=90461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=90461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}