{"id":9089,"date":"2020-09-17T00:18:14","date_gmt":"2020-09-16T17:18:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.infoaceh.net\/?p=9089"},"modified":"2020-09-17T00:18:14","modified_gmt":"2020-09-16T17:18:14","slug":"sebelum-wafat-harun-keuchik-leumiek-berencana-luncurkan-buku-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2020\/09\/17\/sebelum-wafat-harun-keuchik-leumiek-berencana-luncurkan-buku-lagi\/","title":{"rendered":"Sebelum Wafat, Harun Keuchik Leumiek Berencana Luncurkan Buku Lagi"},"content":{"rendered":"<h6>Buku &#8220;Harun Keuchik Leumiek Penyelamat Warisan Budaya&#8221;<\/h6>\n<p><strong>Banda Aceh<\/strong> &#8212; Haji Harun Keuchik Leumiek tak hanya dikenal sebagai budayawan dan dermawan. Dia juga merupakan seorang wartawan aktif dan penulis produktif.<\/p>\n<p>Terdapat sejumlah buku yang telah diterbitkannya selama ini. Hampir semuanya bertema tentang sejarah dan budaya Aceh.<\/p>\n<p>Kegiatannya menulis ternyata tak pernah berhenti. Baru-baru ini, Harun yang masih tercatat sebagai wartawan Harian Analisa Medan sejak tahun 1973 ini, bahkan telah menyiapkan sebuah buku lagi. Dan rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat.<\/p>\n<p>Hal itu diungkapkan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. \u201cBeliau meminta saya hadir dalam peluncuran buku tersebut,\u201d kata Aminullah yang mengaku tak mengetahui persis judul buku yang akan diluncurkan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTapi tentunya tak lepas dari sejarah dan budaya Aceh,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Aminullah, buku tersebut rencananya akan diluncurkan pada Kamis, 17 September 2020. Namun karena saat itu berbenturan dengan agenda dirinya yang telah dijadwalkan sebelumnya, maka peluncuran diundur pada Senin pekan depan.<\/p>\n<p>Namun, sebelum hari itu tiba Haji Harun Keuchik Leumik telah meninggal dunia pada usia 77 tahun hari ini. Ia meninggal di kediamannya, Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.<\/p>\n<p>\u201cNamun takdir berkata lain, Allah SWT memanggil beliau hari ini,\u201d terang Aminullah.<\/p>\n<p>Aminullah mengatakan tetap akan meluncurkan buku tersebut dengan penjadwalan ulang. \u201cNanti saya dengan keluarga beliau tetap akan meluncurkan buku ini,\u201d jelasnya di rumah duka, Gampong Lamseupeung, Simpang Surabaya, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Rabu (16\/9).<\/p>\n<p>Manusia boleh berencana, tapi Allah lah yang menentukan.<br \/>\nAllah telah menetapkan takdir, hamba-Nya yang bernama Harun Keuchik Leumiek, harus kembali dan berpulang ke Rahmatullah pada 16 September 2020, tiga hari sebelum mencapai usia 78 tahun.<\/p>\n<p>Buku yang rencananya akan diluncurkan tersebut adalah buku Biografi Haji Harun Keuchik<br \/>\nLeumiek untuk cetakan ke-4, dengan beberapa penambahan materi.<\/p>\n<p>Buku dimaksud berjudul \u201cHarun Keuchik Leumiek, Penyelamat Warisan Budaya&#8221;, yang juga ditulis oleh Nab Bahany AS<\/p>\n<p>Buku cetakan keempat dengan revisi yang sudah lebih lengkap ini rencananya akan diluncurkan 19 September 2020 ini, sekaligus dengan peresmian Taman Masjid Haji Keuchik Leumiek oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman.<\/p>\n<p>Menurut Nab Bahany, Haji Harun memilih tanggal 19 September 2020, karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-78. (IA)<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9089?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku &#8220;Harun Keuchik Leumiek Penyelamat Warisan Budaya&#8221; Banda Aceh &#8212; Haji Harun Keuchik Leumiek tak hanya dikenal sebagai budayawan dan dermawan. Dia juga merupakan seorang wartawan aktif dan penulis produktif. Terdapat sejumlah buku yang telah diterbitkannya selama ini. Hampir semuanya bertema tentang sejarah dan budaya Aceh. Kegiatannya menulis ternyata tak pernah berhenti. Baru-baru ini, Harun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9090,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-9089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-aceh"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0000.jpg?fit=356%2C418&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=9089"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/9089\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/9090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=9089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=9089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=9089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}