{"id":93014,"date":"2025-03-03T22:17:39","date_gmt":"2025-03-03T15:17:39","guid":{"rendered":"https:\/\/infoaceh.net\/?p=93014"},"modified":"2025-03-03T22:17:39","modified_gmt":"2025-03-03T15:17:39","slug":"pkl-kuliner-ramadhan-di-pasar-aceh-dipungli-ratusan-ribu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.infoaceh.net\/2025\/03\/03\/pkl-kuliner-ramadhan-di-pasar-aceh-dipungli-ratusan-ribu\/","title":{"rendered":"PKL Kuliner Ramadhan di Pasar Aceh Dipungli Ratusan Ribu"},"content":{"rendered":"<p><strong>Infoaceh.net, Banda Aceh<\/strong> \u2013 Para pedagang kuliner Ramadhan 1446 Hijriah di kawasan Kampung Baru Banda Aceh mengalami pungutan liar (pungli).<\/p>\n<p>Seyogyanya, pungutan bagi pedagang kaki lima (PKL) dilakukan oleh petugas menggunakan tiket retribusi resmi.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh Samsul Bahri menegaskan bahwa pengutipan dana hingga ratusan ribu rupiah kepada PKL adalah pungli.<\/p>\n<p>\u201cKalau ada pungutan tanpa tiket retribusi, itu di luar pungutan resmi alias pungutan liar,\u201d ujar Samsul menjawab rumor yang beredar, Senin, 3 Maret 2025.<\/p>\n<p>Menurutnya, kutipan ilegal tersebut dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. \u201cJika itu benar terjadi di lapangan, maka saya pastikan itu pungutan liar. Masyarakat dapat melaporkan hal tersebut kepada pihak yang berwenang,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Masih menurut Samsul Bahri, terkait retribusi bagi PKL, pihaknya berpegang pada Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 1 tahun 2022.<\/p>\n<p>\u201cDi situ diatur jelas mengenai tarif retribusi bagi PKL, yakni Rp 5.000 per lapak per hari,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Khusus untuk PKL di kawasan Kampung Baru (eks Bioskop Garuda) diperkuat lagi dengan SK Wali Kota Banda Aceh Nomor 53 tahun 2025 tentang Penetapan Lokasi Sementara Penjualan Daging Meugang dan Kuliner Ramadan 1446 H.<\/p>\n<p>Dan kepada PKL di sana ditetapkan tarif retribusi sesuai aturan yang berlaku.<\/p>\n<p>\u201cDiskopukmdag Banda Aceh melaui BLUD UPTD Pasar mengutip biaya retribusi Rp5 ribu, bukan ratusan ribu. Dan petugas juga memberikan bukti berupa tiket pembayaran resmi kepada para pedagang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Atas hal pungutan liar dimaksud, ia pun kembali mengimbau masyarakat terutama para PKL untuk dapat melaporkan kepada pihak berwenang.<\/p>\n<p>\u201cKarena tentu ini sangat merugikan masyarakat, terlebih pungutan liar termasuk ke dalam tindak pidana\/melawan hukum,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<a href=\"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93014?print=print\" class=\"pdfprnt-button pdfprnt-button-print\" target=\"_blank\" ><img data-recalc-dims=\"1\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/apps\/pdf-print\/images\/print.png?ssl=1\" alt=\"image_print\" title=\"Print Content\" \/><\/a>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Infoaceh.net, Banda Aceh \u2013 Para pedagang kuliner Ramadhan 1446 Hijriah di kawasan Kampung Baru Banda Aceh mengalami pungutan liar (pungli). Seyogyanya, pungutan bagi pedagang kaki lima (PKL) dilakukan oleh petugas menggunakan tiket retribusi resmi. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh Samsul Bahri menegaskan bahwa pengutipan dana hingga ratusan ribu rupiah kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":93015,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-93014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-umum"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/i0.wp.com\/www.infoaceh.net\/foto\/2025\/03\/a4db7fde-1ef3-4028-911d-4174d1c2b9d3.jpeg?fit=567%2C274&ssl=1","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=93014"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/posts\/93014\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media\/93015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=93014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=93014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.infoaceh.net\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=93014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}